spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
Monday, March 2, 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
HomeBeritaLaporan: Iran upayakan kembali perundingan nuklir dengan AS

Laporan: Iran upayakan kembali perundingan nuklir dengan AS

Surat kabar The Wall Street Journal melaporkan, mengutip pejabat Arab dan Amerika Serikat, bahwa Kepala Dewan Keamanan Nasional Iran Ali Larijani meluncurkan inisiatif baru untuk memulai kembali perundingan nuklir dengan Washington.

Menurut laporan tersebut, inisiatif Larijani disampaikan melalui mediator dari Oman. Sumber yang dikutip menyebut langkah ini menandai menguatnya peran Larijani di panggung politik Iran setelah tewasnya Pemimpin Tertinggi Ayatollah Ali Khamenei.

Sehari sebelumnya, Larijani muncul dalam pidato yang disiarkan televisi pemerintah Iran. Dalam pernyataannya, ia menegaskan Iran akan memberikan “pelajaran yang tak akan dilupakan” kepada Amerika Serikat dan Israel. Ia juga mengungkapkan pembentukan kepemimpinan pusat sementara untuk mengelola situasi saat ini, yang memicu berbagai analisis mengenai arah politik dan keamanan Iran ke depan.

Oman: Jalur Diplomasi Masih Terbuka

Dalam konteks yang sama, Menteri Luar Negeri Oman Badr Al-Busaidi menyatakan bahwa pintu diplomasi masih terbuka untuk menghentikan perang dan menyelesaikan konflik antara Amerika Serikat dan Iran.

Melalui unggahan di platform X pada Minggu, Al-Busaidi menegaskan bahwa percepatan dimulainya kembali perundingan akan menguntungkan semua pihak. Ia juga menyebut pembicaraan yang berlangsung di Jenewa pekan lalu telah menghasilkan kemajuan nyata menuju kesepakatan yang disebutnya “belum pernah terjadi sebelumnya” antara Washington dan Teheran.

Menurutnya, sebelumnya terdapat harapan untuk menghindari perang. “Namun perang tidak berarti harapan untuk perdamaian telah padam,” tulisnya.

Trump: Akan Bicara dengan Iran

Presiden Amerika Serikat Donald Trump pada Minggu mengatakan bahwa kepemimpinan baru Iran ingin berdialog dan dirinya telah menyetujui hal tersebut.

Trump tidak menyebutkan waktu pasti pelaksanaan pembicaraan. Ia juga mengisyaratkan bahwa sejumlah pejabat Iran yang sebelumnya terlibat dalam perundingan kini telah meninggal dunia.

Seorang pejabat Gedung Putih mengatakan kepada Al Jazeera bahwa Presiden AS menegaskan dialog pada akhirnya akan dilakukan. Namun, operasi militer terhadap Iran akan terus berlanjut tanpa henti.

Iran Tegaskan Keterbukaan Dialog

Sementara itu, Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menegaskan negaranya terbuka terhadap dialog dan negosiasi guna menghentikan eskalasi dan memulihkan stabilitas.

Dalam unggahannya di platform X, Araghchi menyatakan bahwa kesepakatan dengan Washington sebenarnya sudah hampir tercapai. Ia mengungkapkan delegasi Iran telah meninggalkan Jenewa dengan asumsi kesepakatan akan difinalisasi pada pertemuan berikutnya.

“Pihak-pihak yang ingin menggagalkan diplomasi telah berhasil. Namun pada akhirnya, Tuan Trump-lah yang memerintahkan untuk membalikkan meja perundingan,” tulis Araghchi.

Sejak Sabtu pagi, Israel dan Amerika Serikat melancarkan serangan militer terhadap Iran yang menewaskan Ayatollah Ali Khamenei, sejumlah pejabat tinggi keamanan dan militer, serta warga sipil.

Iran membalas dengan meluncurkan rudal dan drone ke arah Israel serta pangkalan militer AS di kawasan. Beberapa serangan dilaporkan menyebabkan kerusakan pada fasilitas sipil, termasuk bandara, pelabuhan, dan bangunan lainnya.

Sumber: Al Jazeera dan kantor berita lainnya

Pizaro Idrus
Pizaro Idrus
Kandidat PhD bidang Hubungan Internasional Universitas Sains Malaysia. Peneliti Asia Middle East Center for Research and Dialogue
ARTIKEL TERKAIT
- Advertisment -spot_img

Terpopuler