Sekretaris Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran (SNSC), Ali Larijani, menyatakan Iran tidak akan melakukan negosiasi apa pun dengan Amerika Serikat setelah Washington dan Tel Aviv melancarkan perang terhadap negara tersebut.
Larijani menyampaikan pernyataan itu melalui akun X miliknya pada Senin, menanggapi laporan The Wall Street Journal yang mengklaim dirinya telah memulai upaya baru untuk melanjutkan perundingan dengan AS.
Amerika Serikat dan Israel memulai gelombang baru agresi udara terhadap Iran pada Sabtu, sekitar delapan bulan setelah keduanya melancarkan serangan tanpa provokasi terhadap negara itu.
Serangan pada Sabtu tersebut menyebabkan gugurnya Pemimpin Revolusi Islam Ayatollah Seyyed Ali Khamenei.
Pemerintah Iran pada Minggu menetapkan masa berkabung nasional selama 40 hari serta tujuh hari hari libur menyusul wafatnya sang pemimpin.
Agresi itu dilancarkan ketika Teheran dan Washington telah menggelar tiga putaran perundingan tidak langsung di ibu kota Oman, Muscat, dan di Jenewa, Swiss, serta berencana memulai pembicaraan teknis di Wina, Austria, pada Senin lalu.
Iran segera membalas serangan tersebut dengan meluncurkan rentetan rudal dan drone ke wilayah pendudukan Israel serta ke pangkalan-pangkalan AS di sejumlah negara kawasan.
Pada hari kedua agresi gabungan itu, Presiden AS Donald Trump mengklaim otoritas Iran ingin mengadakan pembicaraan dengan Washington.
Dalam unggahan lain di X, Larijani menyatakan presiden AS telah menimbulkan kekacauan di kawasan akibat “khayalan kosongnya” dan kini khawatir akan kerugian lebih besar di pihak militer Amerika.
Sementara itu, Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi memperingatkan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) tentang “konsekuensi yang dalam dan luas” bagi pihak-pihak yang bertanggung jawab atas gugurnya pemimpin Iran tersebut.
Larijani juga menuding Trump telah mengubah slogan buatannya sendiri dari “America First” menjadi “Israel First”, serta mengorbankan tentara Amerika demi ambisi Israel.
Ia menambahkan bahwa tentara Amerika dan keluarga mereka kini menanggung dampak dari kebohongan dan sikap buruk Trump.
“Hari ini, bangsa Iran sedang membela diri. Angkatan Bersenjata Iran tidak melancarkan agresi apa pun,” tegas Larijani, seraya menekankan bahwa bukan Iran yang memulai perang.
Iran kembali menegaskan kebijakannya untuk mendorong perdamaian di kawasan, namun berjanji tidak akan ragu mempertahankan kedaulatan dan integritas wilayahnya dari setiap bentuk agresi.
Para pejabat Iran juga menyerukan kepada negara-negara tetangga agar tidak mengizinkan wilayah mereka digunakan oleh AS dan Israel untuk menyerang Republik Islam tersebut, dengan peringatan bahwa Iran akan membalas.


