Thursday, April 3, 2025
HomeBeritaLawan agresi, Brigade Al-Quds di Tulkarm bertempur sengit dengan Israel

Lawan agresi, Brigade Al-Quds di Tulkarm bertempur sengit dengan Israel

Brigade Al-Quds – Batalion Tulkarm, yang berafiliasi dengan Gerakan Jihad Islam, pada Ahad mengatakan bahwa mereka sedang terlibat bentrokan dengan tentara Israel yang sedang melakukan operasi militer di kota Tulkarm dan dua kamp pengungsi di utara Tepi Barat yang diduduki, serta menyebabkan kerugian jiwa dan material bagi pasukan Israel.

“Sejak dimulainya operasi militer di kota dan desa Tepi Barat, para pejuang kami telah berhasil melaksanakan sejumlah operasi militer terhadap pos-pos militer (Israel) dan wilayah penyebaran tentara, serta menjebak pasukan musuh dalam serangan rumit yang menyakitkan bagi penjajah dan para pengikutnya,” demikian pernyataan ini disampaikan oleh komandan batalion tersebut melalui kanal Telegram Brigade Al-Quds – Tepi Barat, tanpa menyebutkan nama atau julukannya.

Dia juga menyebutkan bahwa telah dibentuk ruang operasi bersama dengan faksi-faksi perlawanan untuk mengoordinasikan aksi perlawanan dan menyakiti musuh di semua titik penyebaran pasukannya.

“Para pahlawan kami dari Kompi Kamp Tulkarm, bersama saudara-saudara mereka dari faksi perlawanan lainnya, berhasil menjebak pasukan infanteri dalam beberapa serangan, menghancurkan buldoser militer, serta membakar kendaraan musuh dengan bom ‘Saif’, ‘Shujaa’, dan ‘Ghaith’ yang telah memperlihatkan sebagian dari kekuatannya di medan pertempuran,” lanjutnya.

Dia menjelaskan bahwa sejak tadi malam (Sabtu), para pejuangnya telah membakar kendaraan dan buldoser militer musuh di depan kamera. Hal itu untuk menegaskan bahwa kegagalan yang menimpa pasukan musuh di Gaza dan Lebanon juga akan mengejar mereka di setiap jengkal tanah.

“Apa yang telah dilihat oleh tentara musuh di sektor Al-Manshiyah (di Kamp Tulkarm) hanyalah sebagian kecil dari apa yang telah kami persiapkan untuk mereka,” tutupnya.

Sebelumnya pada hari Minggu, Kementerian Kesehatan Palestina, mengumumkan dalam sebuah pernyataan bahwa warga Palestina, Sundus Jamal Muhammad Shalabi (23 tahun), yang sedang hamil delapan bulan, telah syahid dan suaminya mengalami luka kritis akibat tembakan pasukan pendudukan Israel dalam serangannya yang terus berlanjut di Kamp Nur Shams.

Tentara Israel memperluas agresinya di utara Tepi Barat yang diduduki pada Minggu dini hari ke Kamp Nur Shams, sebelah timur kota Tulkarm.

Pasukan besar Israel, yang didukung oleh buldoser, menyerbu Kamp Nur Shams pada dini hari dan memberlakukan blokade di wilayah tersebut.

Menurut Kementerian Kesehatan Palestina, pada 21 Januari lalu, tentara Israel memulai agresi militer di utara Tepi Barat, dimulai dari kota Jenin dan kamp pengungsinya serta desa-desa sekitarnya, yang menyebabkan kematian 25 warga Palestina.

Sementara itu, pada 27 Januari, Israel memperluas operasinya ke kota Tulkarm. Sebanyak 7 warga Palestina tewas.

Pada 2 Februari, Israel memulai operasi militer lainnya di kota Tammun dan Kamp Al-Far’a di Provinsi Tubas, menarik diri dari Tammun setelah 7 hari tetapi tetap melanjutkan operasinya di Kamp Al-Far’a.

Sejak 7 Oktober lalu, tentara Israel dan pemukim ilegal telah meningkatkan serangan mereka di Tepi Barat, termasuk Yerusalem Timur, yang telah menyebabkan kematian 909 warga Palestina, melukai sekitar 7.000 lainnya, dan menangkap 14.300 orang, menurut data resmi Palestina.

Dengan dukungan Amerika Serikat (AS), Israel telah melakukan genosida di Gaza antara 7 Oktober 2023 hingga 19 Januari 2025, yang menyebabkan lebih dari 159.000 warga Palestina tewas atau terluka, sebagian besar adalah anak-anak dan perempuan, serta lebih dari 14.000 orang hilang.

ARTIKEL TERKAIT
- Advertisment -spot_img

Most Popular