Maskapai penerbangan asal Belanda, Royal Dutch Airlines (KLM), menyatakan pada hari Rabu bahwa mereka telah membatalkan seluruh penerbangan ke Israel hingga pemberitahuan lebih lanjut karena situasi keamanan saat ini.
Dalam sebuah pernyataan, maskapai yang merupakan bagian dari Grup Air France-KLM tersebut menyampaikan, “Kami telah memutuskan untuk tidak melanjutkan penerbangan kami ke Tel Aviv untuk saat ini.”
“Kami sudah mulai mengoperasikan kembali penerbangan ke destinasi lain di kawasan tersebut, seperti Riyadh dan Dammam. Untuk Dubai, kami memperkirakan akan memulai kembali operasional mulai Jumat, 30 Januari,” tambah KLM.
Pihak maskapai juga menyatakan: “Kami terus memantau situasi dengan saksama,” dan mengatakan bahwa layanan akan dipulihkan kembali setelah kondisi dinilai aman dan bertanggung jawab untuk dilakukan.
Pekan lalu, Lufthansa Group juga mengumumkan penangguhan sebagian penerbangan mereka ke Israel hingga 31 Januari. Ini berarti penerbangan malam yang dijadwalkan selama periode tersebut tidak akan beroperasi sesuai rencana. Lufthansa Group sendiri mencakup maskapai Lufthansa, Swiss International Air Lines (SWISS), Austrian Airlines, Brussels Airlines, dan Eurowings.

