Media Israel Walla News melaporkan bahwa militer Israel (IDF) mendeteksi pergerakan pasukan dan persenjataan berat Suriah menuju area perbukitan di sekitar Dataran Tinggi Golan.
Menurut laporan tersebut, aktivitas itu dipantau secara intensif oleh aparat keamanan Israel karena dinilai berpotensi memengaruhi stabilitas di perbatasan. Hingga kini belum ada konfirmasi resmi dari pemerintah Suriah terkait tujuan pergerakan tersebut.
Dataran Tinggi Golan sendiri merupakan wilayah yang direbut Israel dari Suriah dalam Perang 1967 dan hingga kini berstatus sengketa menurut hukum internasional.
Israel Panggil 100 Ribu Tentara Cadangan

Sementara itu, laporan Al Jazeera menyebut Israel telah memanggil sekitar 100.000 tentara cadangan untuk memperkuat posisi di front Lebanon dan Golan.
Mobilisasi tersebut disebut sebagai langkah antisipatif di tengah dinamika keamanan regional yang terus berkembang. Pihak militer Israel belum merinci secara terbuka komposisi maupun durasi pengerahan pasukan cadangan tersebut.
Sejak pecahnya ketegangan regional dalam beberapa bulan terakhir, Israel memang beberapa kali melakukan mobilisasi cadangan untuk memperkuat berbagai front, termasuk wilayah utara yang berbatasan langsung dengan Lebanon dan Suriah.
Dinamika Regional
Eskalasi ini terjadi di tengah meningkatnya ketegangan yang melibatkan Israel, Iran, serta sejumlah aktor regional lainnya. Wilayah Suriah selatan dan perbatasan Lebanon telah lama menjadi area sensitif karena keberadaan berbagai kelompok bersenjata dan kepentingan keamanan lintas negara.
Pengamat menilai situasi saat ini masih berada pada tahap peningkatan kewaspadaan militer, meskipun potensi eskalasi tetap terbuka jika tidak diiringi langkah de-eskalasi dari kedua pihak.
Hingga laporan ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi tambahan dari Tel Aviv maupun Damaskus mengenai kemungkinan langkah lanjutan.


