Menteri Luar Negeri Iran pada Minggu menyatakan bahwa Teheran terbuka terhadap setiap “upaya serius” yang bertujuan menghentikan eskalasi dan memulihkan stabilitas di tengah berlanjutnya serangan Amerika Serikat dan Israel, lapor Anadolu.
Abbas Araghchi menyampaikan pernyataan tersebut dalam percakapan telepon dengan Menteri Luar Negeri Oman, Badr Al-Busaidi, menurut keterangan resmi Kementerian Luar Negeri negara Teluk itu.
Dalam pembicaraan tersebut, Araghchi menyampaikan apresiasi atas peran diplomatik Oman di antara kedua pihak serta upaya berkelanjutan Muscat dalam meredakan krisis saat ini guna kembali membuka jalur dialog dan negosiasi.
Ia juga menyampaikan “seruan perdamaian” dari Iran, seraya menyatakan bahwa serangan Israel-AS terhadap negaranya “telah memperburuk ketegangan dan ketakutan di seluruh kawasan.”
Menlu Iran itu menegaskan keterbukaan Teheran terhadap “setiap upaya serius yang dapat berkontribusi menghentikan eskalasi dan mengembalikan stabilitas.”
Sementara itu, Al-Busaidi kembali menegaskan seruan Oman untuk “gencatan senjata dan kembali ke dialog serta negosiasi guna menyelesaikan konflik secara diplomatik dengan cara yang memenuhi tuntutan sah semua pihak.”
Ia juga mendesak pihak Iran “untuk menahan diri dan menghindari langkah-langkah yang dapat merusak hubungan baik antarnegara bertetangga.”
Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan terhadap Iran pada Sabtu, yang menewaskan sejumlah pemimpin tinggi Iran, termasuk Pemimpin Tertinggi Ayatollah Ali Khamenei. Teheran membalas dengan meluncurkan serangkaian serangan drone dan rudal yang menargetkan Israel, aset-aset AS, serta sejumlah negara Teluk.
Perkembangan ini terjadi setelah gelombang serangan sebelumnya oleh Tel Aviv dan Washington pada Juni tahun lalu, yang memicu perang selama 12 hari sebelum akhirnya diumumkan gencatan senjata.


