ANKARA – Menteri Luar Negeri Turki Hakan Fidan bertemu dengan Khalil al-Hayya, pemimpin baru biro politik Hamas dan anggota lainnya, lapor Middle East Eye pada Kamis (30/7).
Menurut sumber di Kementerian Luar Negeri Turki yang dikutip kantor berita semi-resmi Anadolu, Fidan menyampaikan ucapan selamat kepada al-Hayya atas pengangkatannya dalam pertemuan yang berlangsung pada Kamis.
Dalam pertemuan itu, al-Hayya memaparkan kepada Fidan mengenai serangan Israel yang terus berlangsung di Jalur Gaza dan Tepi Barat yang diduduki.
Sedikitnya enam warga Palestina dilaporkan gugur dan 25 lainnya terluka akibat serangan udara Israel di berbagai wilayah Gaza pada Kamis malam hingga Jumat dini hari.
Al-Hayya juga menyampaikan bahwa pemerintahan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu telah mempercepat pembangunan permukiman ilegal serta meningkatkan serangan terhadap situs-situs suci di Yerusalem Timur yang diduduki.
Mahkamah Pidana Internasional (ICC) sebelumnya telah mengeluarkan surat perintah penangkapan terhadap Netanyahu atas dugaan kejahatan perang dan kejahatan terhadap kemanusiaan yang dilakukan di Gaza.
Pembahasan Berfokus pada Gaza dan Tepi Barat
Dalam pertemuan tersebut, Fidan menyampaikan ucapan selamat kepada al-Hayya atas amanah barunya sebagai pemimpin Biro Politik Hamas.
Delegasi Hamas kemudian memaparkan kondisi terkini di Jalur Gaza dan Tepi Barat yang diduduki. Mereka menyatakan bahwa di bawah pemerintahan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu, pembangunan permukiman ilegal terus diperluas dan tindakan yang menyasar tempat-tempat suci di Yerusalem semakin meningkat.
Al-Hayya juga menjelaskan sikap Hamas dalam perundingan perdamaian yang sedang berlangsung serta memberikan perkembangan mengenai berbagai upaya untuk mewujudkan rekonsiliasi nasional Palestina.
Turki Kembali Tegaskan Dukungan untuk Palestina
Berdasarkan keterangan sumber Kementerian Luar Negeri Turki, Hakan Fidan kembali menegaskan komitmen Ankara untuk terus mendukung perjuangan rakyat Palestina melalui jalur diplomatik, politik, dan kemanusiaan.
Ia mengatakan Turki akan terus meningkatkan perhatian masyarakat internasional terhadap situasi di Gaza, Tepi Barat yang diduduki, dan Yerusalem, sekaligus mempertahankan advokasinya di berbagai forum internasional.
Bantuan Kemanusiaan dan Diplomasi Akan Terus Ditingkatkan
Fidan juga menegaskan tekad Turki untuk memperluas penyaluran bantuan kemanusiaan ke Jalur Gaza. Menurutnya, Ankara akan terus berkontribusi dalam berbagai inisiatif diplomatik yang bertujuan mewujudkan perdamaian yang berkelanjutan.
Selain itu, Fidan menyampaikan apresiasinya terhadap peran Hamas dalam berbagai upaya perdamaian yang sedang berlangsung.
Pertemuan tersebut mencerminkan komitmen berkelanjutan Turki dalam menjalin komunikasi dengan berbagai pihak di kawasan untuk mendorong bantuan kemanusiaan, dialog, dan inisiatif diplomatik guna mengatasi krisis kemanusiaan di Gaza serta mendukung stabilitas kawasan yang lebih luas.
Hamas Tegaskan Komitmen pada Perundingan Damai
Al-Hayya menegaskan bahwa Hamas tetap berkomitmen memainkan peran yang konstruktif dalam perundingan perdamaian. Ia juga menjelaskan berbagai upaya yang sedang dilakukan untuk mewujudkan rekonsiliasi di antara faksi-faksi Palestina.
Sementara itu, Hakan Fidan kembali menegaskan dukungan Turki terhadap perjuangan rakyat Palestina di berbagai forum diplomatik dan lembaga internasional.
Ia mengatakan Ankara akan terus menggalang perhatian dunia terhadap berbagai tindakan Israel di Gaza dan Tepi Barat yang diduduki, termasuk serangan terhadap tempat-tempat suci.
Fidan juga berjanji akan meningkatkan bantuan kemanusiaan yang masuk ke Jalur Gaza yang terkepung serta mempertahankan dukungan Turki terhadap proses perdamaian.
Selain itu, Menlu Turki memuji peran Hamas dalam berbagai perundingan yang bertujuan mengakhiri perang Israel di Jalur Gaza.
Khalil al-Hayya Resmi Pimpin Hamas
Hamas memilih Khalil al-Hayya sebagai kepala biro politik baru pada 20 Juli 2026. Ia menjadi pemimpin ketiga Hamas sejak dimulainya perang Israel di Gaza pada Oktober 2023, setelah serangan yang dipimpin Hamas ke wilayah Israel.
Selama perang berlangsung, Israel telah menewaskan empat putra al-Hayya, yaitu Osama, Hamza, Hammam, dan Azzam.
Al-Hayya yang bermukim di Qatar menggantikan Yahya Sinwar, yang mengambil alih kepemimpinan setelah Israel membunuh Ismail Haniyeh di Teheran pada Juli 2024. Tiga bulan kemudian, Sinwar juga tewas dalam pertempuran di Rafah akibat operasi militer Israel.


