HomeBeritaMenteri Pertahanan Israel Ancam Evakuasi Total Gaza City Jika Hamas Culik Warga...

Menteri Pertahanan Israel Ancam Evakuasi Total Gaza City Jika Hamas Culik Warga Israel

JERUSALEM — Menteri Pertahanan Israel, Israel Katz, mengeluarkan ancaman keras terhadap Hamas pada Selasa (22/9/2026), menyatakan bahwa Israel akan mengevakuasi paksa seluruh penduduk Gaza City ke selatan Jalur Gaza apabila kelompok tersebut menculik satu saja tentara atau warga sipil Israel. Pernyataan itu disampaikan Katz dalam upacara peringatan tahunan bagi tentara Israel yang gugur dalam Perang Yom Kippur 1973, di Kompleks Peringatan Nasional Mount Herzl, Yerusalem.

Menurut Katz, peringatan tersebut didasarkan pada informasi intelijen yang menunjukkan Hamas tengah merencanakan upaya penculikan baru terhadap warga Israel. Ia tidak merinci sumber atau isi informasi intelijen yang dimaksud.

Ancaman Ratakan Gaza City

Dalam pidatonya, Katz menegaskan bahwa jika ancaman itu terealisasi, sekitar satu juta penduduk Gaza City akan dipindahkan paksa ke selatan, dan kota tersebut—termasuk rumah-rumah warga—akan dihancurkan. Ia menyamakan skenario itu dengan penanganan Israel terhadap Rafah dan Beit Hanoun, dua wilayah di Gaza yang sebagian besar telah rata dengan tanah akibat operasi militer sebelumnya.

“Jika satu saja tentara atau warga sipil Israel diculik, seluruh Kota Gaza—dengan rumah dan menara yang diklaim sebagai infrastruktur teror—akan dievakuasi ke selatan bersama satu juta penduduknya,” kata Katz, sebagaimana dikutip Times of Israel dan JNS dari pidatonya di Mount Herzl, Selasa (22/9/2026).

Katz juga menegaskan Israel tidak akan menarik pasukannya dari “Garis Kuning” di Gaza selama Hamas belum dilucuti sepenuhnya dan wilayah tersebut belum didemiliterisasi, termasuk jaringan terowongan bawah tanah.

Ditanggapi Kritis oleh Oposisi

Pernyataan Katz turut memicu kritik dari politisi oposisi Israel, Avigdor Liberman, yang menyebut ancaman tersebut sebagai bukti kegagalan pemerintah menuntaskan ancaman Hamas meski hampir tiga tahun sejak serangan 7 Oktober 2023. Menurut Liberman, sebagaimana dikutip Ynet, munculnya kembali ancaman penculikan menunjukkan Hamas belum benar-benar dilumpuhkan dan keamanan belum sepenuhnya pulih.

Ancaman ini muncul di tengah gencatan senjata yang telah berlangsung hampir setahun sejak diberlakukan pada 10 Oktober 2025, namun serangan Israel di Gaza masih berlanjut. Kementerian Kesehatan Gaza mencatat, dalam 24 jam menjelang Selasa, sedikitnya lima warga Palestina tewas dan 25 lainnya terluka akibat serangan Israel. Total korban tewas di Gaza sejak Oktober 2023 kini mencapai 73.919 jiwa, dengan 174.977 orang lainnya mengalami luka-luka, menurut data yang dihimpun Al Jazeera dari Kementerian Kesehatan Gaza pada Selasa (22/9/2026).

Sejak gencatan senjata berlaku, Kementerian Kesehatan Gaza mencatat 1.399 warga Palestina tewas dan 4.863 terluka akibat serangan Israel yang berlanjut meski kesepakatan telah ditandatangani.

ARTIKEL TERKAIT

Terkini