HomeBeritaMenuju Kongres AS, Adam Hamawi Seorang Dokter Relawan Gaza Menang Pemilu Pendahuluan

Menuju Kongres AS, Adam Hamawi Seorang Dokter Relawan Gaza Menang Pemilu Pendahuluan

NEW JERSEY – Seorang dokter bedah veteran militer Amerika Serikat yang pernah bertugas memberikan layanan medis di Jalur Gaza, Adam Hamawy, berhasil memenangkan pemilihan pendahuluan Partai Demokrat di Distrik Kongres ke-12 New Jersey.

Kemenangan ini membuka jalan baginya untuk melaju ke pemilihan umum November mendatang dan berpotensi menjadi anggota Kongres AS dengan pengalaman langsung bekerja di tengah perang Gaza.

Hamawy merupakan seorang ahli bedah trauma dan mantan dokter militer Angkatan Darat AS yang dikenal luas karena keterlibatannya dalam berbagai misi kemanusiaan di wilayah konflik. Dalam beberapa tahun terakhir, namanya mendapat perhatian nasional setelah menjadi bagian dari tim medis internasional yang bertugas di Gaza saat agresi Israel masih berlangsung.

Dikutip dari Al Jazeera, Kamis (4/6/2026) kemenangan Hamawy dalam pemilihan pendahuluan menjadikannya kandidat yang unik di antara politisi Amerika lainnya. Jika terpilih pada pemilu November, ia diperkirakan akan menjadi satu-satunya anggota Kongres AS yang memiliki pengalaman langsung menyaksikan dampak perang di Gaza dari garis depan pelayanan medis.

Dari Medan Perang Irak ke Gaza

Adam Hamawy lahir dari keluarga imigran asal Mesir dan tumbuh di New Jersey. Ia menempuh pendidikan kedokteran sebelum bergabung dengan Korps Medis Angkatan Darat Amerika Serikat. Selama Perang Irak, Hamawy bertugas sebagai dokter bedah tempur dan menangani ratusan korban luka perang.

Namanya dikenal luas setelah membantu menyelamatkan nyawa Senator AS Tammy Duckworth yang mengalami luka parah akibat helikopter yang ditumpanginya ditembak jatuh di Irak pada 2004. Duckworth kemudian beberapa kali menyebut Hamawy sebagai salah satu dokter yang berjasa menyelamatkan hidupnya.

Selain pengalaman militernya, Hamawy juga aktif dalam misi kemanusiaan internasional, termasuk membantu korban konflik di Bosnia, Suriah, Haiti, dan Gaza.

Menjadi Relawan Medis di Gaza

Pada Mei 2024, Hamawy bergabung dengan tim dokter internasional yang dikoordinasikan oleh organisasi medis Palestina-Amerika dan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) untuk memberikan pelayanan kesehatan di Rumah Sakit Eropa Gaza di Khan Younis. Selama bertugas, ia melakukan lebih dari seratus operasi, sebagian besar terhadap warga sipil dan anak-anak yang menjadi korban perang.

Misi tersebut berlangsung di tengah meningkatnya operasi militer Israel di Rafah. Penutupan perlintasan Rafah membuat Hamawy dan sejumlah tenaga medis internasional sempat terjebak di Gaza selama beberapa hari setelah masa tugas mereka berakhir. Ia bahkan menolak meninggalkan Gaza sebelum seluruh anggota tim medis internasional mendapatkan izin keluar dengan aman.

Dalam berbagai wawancara setelah kembali ke Amerika Serikat, Hamawy menggambarkan kondisi sistem kesehatan Gaza yang mengalami tekanan luar biasa akibat kekurangan obat-obatan, tenaga medis, serta fasilitas penunjang operasi. Ia juga menyoroti besarnya jumlah korban sipil, terutama anak-anak, yang memerlukan penanganan medis darurat.

Kampanye Bernuansa Kemanusiaan

Pengalaman Hamawy di Gaza menjadi salah satu fondasi utama kampanyenya. Ia secara terbuka menyerukan reformasi sistem kesehatan Amerika Serikat, peningkatan perlindungan sosial, serta kebijakan luar negeri yang lebih menekankan perlindungan hak asasi manusia.

Kampanyenya mendapat dukungan dari sejumlah tokoh progresif Amerika Serikat, termasuk Senator Bernie Sanders dan anggota Kongres Alexandria Ocasio-Cortez. Dukungan tersebut membantu Hamawy mengumpulkan dana kampanye dalam jumlah besar dan memperkuat posisinya dalam persaingan internal Partai Demokrat.

Berpeluang Cetak Sejarah

Kemenangan dalam pemilihan pendahuluan Demokrat menempatkan Hamawy sebagai favorit untuk memenangkan kursi Kongres dari distrik yang selama ini dikenal sebagai basis kuat Partai Demokrat di New Jersey.

Apabila berhasil memenangkan pemilu November mendatang, Hamawy tidak hanya akan menjadi salah satu sedikit dokter yang duduk di Kongres AS, tetapi juga menjadi figur yang membawa pengalaman langsung dari Gaza ke pusat pengambilan kebijakan Amerika Serikat.

Pengalaman tersebut diperkirakan akan memberikan perspektif berbeda dalam perdebatan mengenai kebijakan luar negeri AS di Timur Tengah, khususnya terkait konflik Israel-Palestina yang terus menjadi isu sensitif dalam politik Amerika. (cky)

ARTIKEL TERKAIT
- Advertisment -spot_img

Terpopuler