Saturday, April 5, 2025
HomeBeritaMiliter Israel jatuhkan selebaran peringatan kepada penduduk Daraa, Suriah

Militer Israel jatuhkan selebaran peringatan kepada penduduk Daraa, Suriah

Pesawat-pesawat Israel, pada hari Kamis ini, menjatuhkan selebaran di kota Kuwaya, yang terletak di pedesaan barat Daraa, Suriah selatan.

Selebaran tersebut berisi peringatan terkait keberadaan kelompok bersenjata dan pergerakan mereka di sepanjang jalan yang mengarah ke Lembah Yarmouk, yang menjadi pemisah antara kedua belah pihak.

Menurut laporan Anadolu dari saksi mata di kota tersebut, pesawat Israel menjatuhkan selebaran kertas yang memperingatkan tentang keberadaan kelompok bersenjata di desa dan sekitarnya. Serta pergerakan mereka di sepanjang jalan Wadi/Sharīʿa menuju Lembah Yarmouk.

Israel juga menyertakan peta dalam selebarannya untuk menunjukkan area yang termasuk dalam peringatan tersebut.

Hingga saat ini, belum ada pernyataan resmi dari pemerintah Suriah mengenai selebaran tersebut.

Pada 25 Maret lalu, Pertahanan Sipil Suriah melaporkan bahwa enam warga sipil tewas dalam serangan udara Israel di Kuwaya.

Pelepasan selebaran ini terjadi beberapa jam setelah serangan Israel yang menewaskan 9 warga sipil di kawasan Hutan Sed al-Jubailiya di Provinsi Daraa. Data tersebut menurut pernyataan resmi provinsi tersebut melalui Telegram.

“Kesiagaan dan kemarahan besar di kalangan masyarakat setelah pembantaian ini, terutama mengingat pasukan pendudukan Israel untuk pertama kalinya memasuki wilayah yang lebih dalam,” kata Pemerintah Provinsi Daraa.

Kementerian Luar Negeri Suriah, dalam sebuah pernyataan, mengatakan bahwa pasukan Israel melancarkan serangan udara ke lima wilayah berbeda di Suriah dalam waktu 30 menit pada Rabu malam. Serangan tersebut menyebabkan kehancuran hampir total Bandara Militer Hama.

Pemerintah Suriah menegaskan bahwa Israel merusak upaya pemulihan pascaperang di negara itu. Pemerintah Suriah juga mendesak komunitas internasional untuk menekan Tel Aviv agar menghentikan agresinya dan mematuhi Perjanjian Pemisahan Pasukan.

Meskipun pemerintahan baru Suriah yang dipimpin oleh Ahmad al-Sharaa tidak menunjukkan ancaman terhadap Israel.

Tel Aviv telah melancarkan serangan udara hampir setiap hari selama beberapa bulan terakhir, yang mengakibatkan korban jiwa di kalangan warga sipil serta penghancuran lokasi militer, kendaraan, dan persenjataan tentara Suriah.

Pada 8 Desember 2024, faksi-faksi oposisi Suriah berhasil mengambil alih seluruh negara, mengakhiri 61 tahun kekuasaan Partai Ba’ath dan 53 tahun dominasi keluarga Assad. Bashar al-Assad sendiri telah menjabat sebagai presiden selama 24 tahun (2000-2024).

Israel, yang telah menduduki sebagian besar Dataran Tinggi Golan Suriah sejak 1967, memanfaatkan situasi baru setelah jatuhnya rezim Bashar al-Assad.

Mereka merebut zona demiliterisasi Suriah serta mengumumkan runtuhnya Perjanjian Pemisahan Pasukan 1974 antara kedua negara.

ARTIKEL TERKAIT
- Advertisment -spot_img

Most Popular