Monday, February 16, 2026
HomeBeritaMUI desak dunia bertindak atas dugaan bom thermal Israel di Gaza

MUI desak dunia bertindak atas dugaan bom thermal Israel di Gaza

Majelis Ulama Indonesia (MUI) menyoroti laporan investigasi Al Jazeera mengenai dugaan penggunaan senjata thermal atau bom vakum dalam agresi militer Israel di Gaza. Ketua MUI, Sudarnoto Abdul Hakim, menyatakan keterkejutannya atas temuan tersebut.

“Saya shock dan sekaligus geram membaca hasil investigasi yang disampaikan oleh Al Jazeera terkait dugaan penggunaan senjata Thermal atau bom vakum dalam agresi militer Israel di Gaza,” kata Sudarnoto dalam keterangan tertulisnya kepada Gazamedia pada Senin.

Ia menyebut laporan itu mengungkap korban yang disebut lenyap tanpa jejak. “Ini menelan korban lenyap seketika tak tersisa sebesar 2842 orang,” ujarnya.

Menurut dia, apabila informasi tersebut terbukti benar, maka tindakan itu bukan sekadar pelanggaran biasa. “Jika benar laporan tersebut, maka ini bukan sekadar pelanggaran, tetapi merupakan bentuk kebiadaban yang melampaui batas-batas kemanusiaan dan nurani paling dasar,” katanya.

Sudarnoto mengatakan, sejak agresi militer Israel pada Oktober 2023, kehancuran besar telah terjadi di Gaza. Ia menilai dugaan penggunaan senjata dengan suhu ekstrem semakin memperparah tragedi kemanusiaan yang berlangsung.

“Senjata yang mampu menghasilkan suhu hingga ribuan derajat Celsius dan menyebabkan tubuh manusia hancur tanpa sisa adalah bentuk kekerasan yang sangat menjijikkan dan bertentangan dengan prinsip-prinsip hukum humaniter internasional,” ucapnya.

Ia menegaskan, jika dugaan penggunaan senjata tersebut terbukti, maka hal itu merupakan pelanggaran serius terhadap hukum internasional. “Saya menegaskan, penggunaan senjata semacam itu—apabila terbukti—merupakan pelanggaran serius terhadap Konvensi Jenewa dan norma-norma hukum internasional,” ujarnya.

Sudarnoto juga meminta dunia internasional tidak bersikap pasif. “Dunia internasional tidak boleh diam. Tidak boleh ada standar ganda dalam penegakan hukum dan hak asasi manusia,” katanya.

MUI, kata dia, memandang tragedi di Palestina sebagai persoalan moral dan kemanusiaan universal. “Majelis Ulama Indonesia memandang bahwa tragedi kemanusiaan di Palestina bukan hanya isu politik, melainkan persoalan moral dan kemanusiaan universal,” ucapnya.

Ia mendesak Perserikatan Bangsa-Bangsa dan komunitas internasional membentuk investigasi independen serta menghentikan pasokan senjata yang berpotensi memperparah konflik. “Kami juga mendesak Perserikatan Bangsa-Bangsa dan komunitas internasional untuk segera membentuk investigasi independen yang kredibel,” katanya.

Sudarnoto menambahkan, solidaritas dan tekanan diplomatik harus terus diperkuat. “Perdamaian tak mungkin terwujud jika keadilan tak ditegakkan,” ujarnya.

 

Pizaro Idrus
Pizaro Idrus
Kandidat PhD bidang Hubungan Internasional Universitas Sains Malaysia. Peneliti Asia Middle East Center for Research and Dialogue
ARTIKEL TERKAIT
- Advertisment -spot_img

Terpopuler