Para pemimpin Mesir, Israel, dan Turki dipastikan akan bergabung dalam “Board of Peace” atau Dewan Perdamaian, sebuah inisiatif yang digagas Presiden Amerika Serikat Donald Trump. Pembentukan badan tersebut memicu kekhawatiran di kalangan komunitas internasional.
Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan, pada Rabu, mengonfirmasi keikutsertaan negaranya menyusul Presiden Mesir Abdel Fattah el-Sisi. Dewan ini secara nominal dibentuk untuk menangani perang di Gaza sebelum diperluas ke konflik global lainnya.
Erdogan mengatakan kepada wartawan bahwa Menteri Luar Negeri Turki Hakan Fidan akan mewakilinya dalam upacara penandatanganan piagam Dewan Perdamaian yang dijadwalkan berlangsung pada Kamis di sela Forum Ekonomi Dunia (World Economic Forum) di Davos, Swiss.
Seorang pejabat Turki kepada Middle East Eye menyebutkan bahwa pihaknya diberi informasi bahwa keanggotaan Dewan Perdamaian akan digratiskan selama tiga tahun pertama.
Sebelumnya, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu juga menyatakan telah menerima undangan untuk bergabung. Dalam pernyataan resmi, kantor Netanyahu menyebut Dewan Perdamaian akan “terdiri dari para pemimpin dunia”.
Selain Mesir, Israel, dan Turki, sejumlah negara lain seperti Hungaria, Uni Emirat Arab, dan Pakistan juga dikabarkan menerima undangan tersebut tanpa keberatan.
Dewan Perdamaian yang diusulkan Trump disebut akan dipimpin olehnya seumur hidup. Setiap negara yang ingin memperoleh keanggotaan permanen diwajibkan membayar biaya sebesar 1 miliar dollar AS. Undangan keanggotaan telah dikirimkan kepada sekitar 50 negara.
Namun, rencana pembentukan dewan ini menuai kritik karena sejumlah negara yang diundang justru tengah terlibat konflik bersenjata. Undangan kepada Presiden Rusia Vladimir Putin menjadi salah satu sumber kontroversi terbesar. Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) juga memperingatkan bahwa keberadaan Dewan Perdamaian berpotensi melemahkan peran lembaga internasional tersebut.
Kementerian Luar Negeri Mesir dalam pernyataannya mengatakan bahwa Kairo menerima undangan tersebut setelah melalui prosedur hukum dan konstitusional yang berlaku. Mesir juga menyampaikan apresiasi terhadap “kepemimpinan Trump dan komitmennya untuk mengakhiri perang di Gaza serta mewujudkan stabilitas di Timur Tengah”.
Negara lain yang telah mengonfirmasi partisipasi antara lain Bahrain, Armenia, Maroko, Argentina, Hungaria, Kazakhstan, Uzbekistan, dan Belarus. Sumber yang dekat dengan Trump kepada AFP menyebutkan bahwa sekitar 35 pemimpin dunia telah menyetujui piagam dewan tersebut, dari total sekitar 50 undangan yang dikirimkan.
Piagam Dewan Perdamaian direncanakan mulai berlaku setelah ditandatangani oleh setidaknya tiga negara.
Di sisi lain, sejumlah negara menolak atau belum memberikan kepastian. Presiden Prancis Emmanuel Macron, melalui lingkaran dekatnya, menyatakan Prancis belum dapat memberikan respons positif. Norwegia secara tegas menyatakan tidak akan bergabung.
Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky mengatakan tidak dapat membayangkan bergabung dalam forum yang sama dengan Rusia. Inggris juga menyatakan keprihatinan atas kemungkinan kehadiran Rusia, meski belum memutuskan sikap akhirnya.
Pemerintah Jerman mengonfirmasi bahwa Kanselir Friedrich Merz tidak akan menghadiri upacara penandatanganan tersebut. Ia dijadwalkan meninggalkan Davos lebih awal untuk menghadiri pertemuan pendahuluan di Brussels.
Ketegangan antara Eropa dan Amerika Serikat juga meningkat menyusul pernyataan Trump terkait rencana pengambilalihan Greenland. Trump kembali menegaskan pandangannya bahwa penguasaan Greenland penting bagi keamanan Barat dari ancaman Rusia dan China, meski ia menyatakan tidak akan menggunakan kekuatan militer dalam upaya tersebut.

