Sejumlah negara Arab pada Jumat mengecam keputusan Israel yang mengakui Somaliland, wilayah yang memisahkan diri dari Somalia. Negara-negara tersebut menilai langkah Israel melanggar hukum internasional dan menegaskan kembali dukungan terhadap kedaulatan serta keutuhan wilayah Somalia.
Arab Saudi menyatakan bahwa langkah Israel memperkuat “tindakan sepihak dan separatis” yang bertentangan dengan hukum internasional. Dalam pernyataannya, Kementerian Luar Negeri Arab Saudi menegaskan dukungan penuh Riyadh terhadap kedaulatan Somalia serta persatuan dan keutuhan wilayahnya.
Arab Saudi juga menolak segala upaya untuk membentuk “entitas paralel” yang dinilai dapat merusak stabilitas Somalia, serta menyatakan dukungan terhadap institusi negara Somalia yang sah.
Palestina turut menolak pengakuan Israel terhadap Somaliland. Kementerian Luar Negeri Palestina menilai langkah tersebut mengancam keamanan Arab dan kawasan. Palestina menegaskan dukungan penuh terhadap persatuan, kedaulatan, dan kemerdekaan politik Somalia sesuai hukum internasional, konsensus Arab dan internasional, serta keputusan Organisasi Kerja Sama Islam (OKI).
Palestina memperingatkan bahwa pengakuan terhadap Somaliland atau langkah apa pun yang melegitimasi pemisahan wilayah akan merusak stabilitas dan kedaulatan Somalia. Palestina juga menilai kebijakan tersebut sejalan dengan “upaya Israel yang lebih luas untuk mengganggu perdamaian regional dan internasional”. Disebutkan pula bahwa Israel sebelumnya pernah mengemukakan gagasan menjadikan Somaliland sebagai tujuan relokasi warga Palestina, khususnya dari Jalur Gaza.
Mesir menyatakan telah berkoordinasi dengan mitra regional untuk menentang langkah Israel tersebut. Kementerian Luar Negeri Mesir menyebut Menteri Luar Negeri Badr Abdelatty melakukan pembicaraan telepon dengan para menteri luar negeri Somalia, Turki, dan Djibouti untuk membahas “perkembangan berbahaya” di kawasan Tanduk Afrika terkait pengakuan Israel atas Somaliland.
Para menteri sepakat menolak dan mengecam sepenuhnya pengakuan tersebut, serta menegaskan dukungan penuh terhadap persatuan, kedaulatan, dan keutuhan wilayah Somalia. Mereka juga menolak langkah sepihak apa pun yang dapat mengganggu stabilitas Somalia serta memperingatkan bahaya preseden pengakuan kemerdekaan wilayah dari negara berdaulat.
Kuwait juga menolak pengakuan Israel dengan menyebutnya sebagai pelanggaran hukum internasional. Pemerintah Kuwait menegaskan kembali dukungan penuh terhadap kedaulatan Somalia atas seluruh wilayahnya serta institusi negara yang sah.
Irak mengecam langkah Israel sebagai “pelanggaran terang-terangan” terhadap kedaulatan negara dan hukum internasional. Sebagai ketua Liga Arab saat ini, Irak menyatakan pengakuan tersebut mengancam persatuan Somalia dan stabilitas kawasan Tanduk Afrika, serta menyerukan komunitas internasional untuk bersikap tegas.
Yordania juga menolak upaya pembentukan entitas paralel yang mengancam persatuan dan keutuhan wilayah Somalia. Pemerintah Yordania menyatakan dukungan terhadap institusi sah Somalia dan menentang langkah-langkah yang membahayakan keamanan dan stabilitas negara tersebut.
Qatar menyatakan penolakan keras terhadap pengakuan Israel, menyebutnya sebagai preseden berbahaya dan tindakan sepihak yang melanggar hukum internasional serta merusak kedaulatan, persatuan, dan keutuhan wilayah Somalia. Qatar juga menegaskan bahwa Israel seharusnya mengakui Negara Palestina dan berupaya mengakhiri perang di Jalur Gaza.
Israel pada Jumat menjadi negara pertama di dunia yang secara resmi mengakui Somaliland sebagai negara berdaulat.
Somaliland telah mendeklarasikan kemerdekaan dari Somalia sejak 1991, namun hingga kini belum memperoleh pengakuan internasional. Wilayah tersebut berfungsi sebagai entitas pemerintahan, politik, dan keamanan secara de facto, meskipun pemerintah pusat Somalia tidak menguasai wilayah tersebut.
Pemerintah Somalia tetap menolak mengakui Somaliland sebagai negara merdeka dan memandang wilayah itu sebagai bagian tak terpisahkan dari kedaulatan nasionalnya. Somalia juga menilai setiap kesepakatan atau keterlibatan langsung dengan Somaliland sebagai pelanggaran terhadap persatuan dan kedaulatan negara.

