Palestina

Awas Berita Hoax! Palestina Belum Merdeka, Begini Kondisi yang Sebenarnya

GAZA MEDIA, GAZA – Beberapa video singkat yang tersebar di dunia maya akhir-akhir ini memberitakan tentang kemerdekaan rakyat Palestina adalah hoax, hal ini dikonfirmasi langsung oleh jurnalis Indonesia yang saat ini berada di Jalur Gaza Palestina, Muhammad Husein melalui channel Youtubenya pada Jumat (25/11/2022).

“Kalau kita berbicara merdeka maka tidak ada lagi penjajahan. Dan saya klarifikasi bahwa ini berita hoax. Video yang ‘berseluyuran’ itu menunjukkan tentang orang yang lagi pidato, ngumpul di berbagai kota bukan sedang merayakan kemerdekaan tapi sedang merayakan kemenangan. Beda antara kemerdekaan dengan kemenangan. Kemenangan yang dirayakan pada video tersebut adalah saat pejuang Gaza berhasil melawan tentara Zionist Israel selama 15 hari pada agresi 2021 lalu. Di mana Israel menyerah dan tak tahan lagi dengan serangan masif oleh pejuang Gaza” pria kelahiran Bogor ini menjelaskan.

Menanggapi klarifikasi tersebut, Jinan selaku istri dari Husain sekaligus warga asli Gaza menyebutkan, saat ini Gaza masih diblokade dan menghadapi situasi yang semakin sulit. Selama 24 jam kami terus diawasi oleh drone tanpa awak milik Zionist, apalagi saat ini menyambut musim dingin, setiap hari listrik dibatasi hanya hidup selama 6 jam”

“Traumatik warga Gaza sulit untuk dihilangkan. Saat saya mengunjungi Indonesia beberapa waktu lalu, hal itu saya rasakan ketika di bandara, ketika pesawat mau take off, getaran dan bunyi dentuman pesawat membuat kami takut dan cemas. Ya, terasa aneh tetapi begitulah, seakan-seakan pesawat yang terbang rendah selalu diikuti suara ledakan bom” tambah Jinan.

Mungkin di daratan tampak Jalur Gaza tidak diserang seperti brutalisme yang terjadi di Tepi Barat oleh tentara Zionist. Namun di udara dan laut, setiap saat warga Gaza ada kemungkinan diserang”.

“Tapi bagaimana, kalau dalam setahun ini Palestina, Al-Quds dan Masjid Al-Aqsa merdeka?” Husein nyeletuk,
“Ya aku akan pulang ke Yafa, kampung halaman keluargaku, in syaa Allah” jawab Jinan dengan senyum optimis.

Untuk diketahui, selama 16 tahun (sejak 2006) hingga saat ini Gaza masih diblokade. Tentara dan pemukim ilegal Yahudi hingga tahun 2005 tidak berani memasuki wilayah ini dan steril dari keberadaan penjajah, karena tipikal orang Gaza yang tegas dan keras berhasil mengusir mereka.

Terakhir, tidak lupa Husein dan Jinan mendoakan korban gempa Cianjur, “Indonesia dan Palestina ibarat satu tubuh. Sakit yang dirasakan warga Indonesia juga kami rasakan. Mudah-mudahan keluarga dan korban diberi ketabahan dan mendapat ganti yang lebih baik di sisi Allah ta’aalaa”.
(mh/ofr)

Diimami WNI, Ratusan Warga Gaza Adakan Shalat Ghaib untuk Korban Gempa Cianjur

GAZA MEDIA, JALUR GAZA- Ratusan warga Palestina di Jalur Gaza mengadakan shalat Ghaib untuk korban gempa bumi Cianjur dengan di-Imami oleh seorang Aktivis kemanusiaan asal Indonesia, Muhammad Husein, Selasa (22/11).

Shalat Ghaib yang diadakan di masjid Syaikh Ajlin yang berlokasi di Barat Kota Gaza tersebut dilakukan usai melaksanakan shalat Maghrib berjama’ah.

Sebelum shalat Ghaib dilaksanakan, Husein terlebih dahulu menyampaikan informasi tentang kabar duka bencana gempa yang tejradi kepada para jama’ah shalat seraya memimpin do’a bersama dan lanjut mengimami sholat Ghaib tersebut.

Perlu diketahui, masjid Syaikh Ajlin, tempat sholat Ghaib itu diselenggarakan adalah masjid yang dibangun dari dana masyarakat
Indonesia dan diarsiteki oleh Gubernur Jawa Barat, Dr. Ridwan Kamil.

Diberitakan sebelumnya bahwa lebih dari 260 warga meninggal dunia dan 700 lainnya luka – luka dalam peristiwa gempa bumi yang terjadi di Cianjur, Senin (21/11).
(mh/ofr)

21 Anggota Keluarga di Gaza Tewas Akibat Kebakaran, PYM: Blokade Israel Perparah Kehidupan Warga!

GAZA MEDIA, GAZA – Gaza adalah rumah bagi 2,3 juta orang, salah satu wilayah dengan kepadatan penduduk tertinggi di dunia. Menurut PBB, hampir 600.000 pengungsi di Gaza tinggal di delapan kamp yang penuh sesak. Rata-rata, ada lebih dari 5.700 orang per kilometer persegi – sangat mirip dengan kepadatan penduduk di London – tetapi angka itu meningkat menjadi lebih dari 9.000 jiwa di Kota Gaza.

Bencana kebakaran kembali terjadi di sebuah bangunan apartemen kamp Jabalia Jalur Gaza yang telah merenggut 21 nyawa-7 di antaranya anak-anak- dan 30 lainnya alami luka-luka, Jumat dini hari (18/11/2022). Palestine Youth Movement (PYM) menuntut Israel bertanggung jawab penuh terhadap korban tewas akibat kobaran api. Diketahui, Gaza sudah menjadi tempat terpadat di bumi, infrastruktur yang buruk dengan tidak adanya bahan bangunan yang aman akibat gempuran jet tempur Zionis beberapa dekade terakhir, serta blokade yang berlangsung selama 16 tahun kian memperparah situasi kehidupan bagi warga Gaza.

“Blokade Gaza harus diakhiri. Jika tidak, maka tidak akan ada upaya serius yang dilakukan untuk mencegah bencana serupa terjadi lagi ke depannya” Aktivis PYM menyebutkan. PYM menuntut pencabutan penuh blokade dan segera memberi akses bahan bangunan, peralatan medis, dan perlengkapan keselamatan logistik untuk masuk dan keluar dari Jalur Gaza. Serta memberikan kebebasan penuh untuk 2 juta warga Palestina di Gaza, memuilhkan kembali sektor ekonomi seluruh wilayah pendudukan Palestina lainnya.

Dilansir dari @metraswebsite, warga Palestina yang terblokade di Jalur Gaza kembali terbangun pagi ini untuk menghadiri kuburan massal, di mana kebanyakan diantara korban syahid adalah  anak-anak yang mungkin berhak bahagia ketika mereka berkumpul bersama sepupu mereka, menikmati permen dan manisan dengan penuh canda tawa. Serta orang tua yang tengah merindukan reuni keluarga mereka setelah berpisah dalam jangka waktu yang cukup lama.

Rasa haru dan duka menyelimuti warga Gaza pagi ini, jiwa dan raga mereka terbebani oleh kelelahan setelah semalaman terkurung dalam waktu yang cukup lama membantu padamkan kobaran api tragedi di kamp Jabalia. 21 anggota dalam satu keluarga meninggal syahid saat berkumpul merayakan acara syukuran menyambut suka cita.

Banyaknya bensin yang disimpan di dalam rumah menyebabkan sumbu api melahap cepat hingga berakibat fatal menimbulkan kobaran api. Menurut saksi setempat, beberapa jerigen bahan bakar sengaja disimpan untuk mengoperasikan generator listrik/genset. Mungkin misil Israel bukanlah mesin pembunuh kali ini, tetapi apapun itu pembunuh itu sendiri: pendudukan Israel dan blokade 16 tahun secara perlahan mencekik kehidupan warga Palestina terkhusus bagi warga Gaza.

Selama 16 tahun, Jalur Gaza mengalami krisis bahan bakar yang mempengaruhi semua aspek kehidupan, meliputi listrik, air bersih, transportasi, obat-obatan, mesin pemanas untuk hadapi musim dingin, fasilitas pendidikan dan bahan bakar tidak terpenuhi dengan layak. Mengakali krisis ini, warga Gaza terus gigih mencoba berbagai cara bisa hemat dengan menyelundupkan dan membakar plastik, bahkan menggunakan minyak goreng falafel demi bertahan hidup dengan harapan blokade tidak akan mampu mengalahkan mereka.
(ofr/ofr)

Nge-Bakso Eps. IV, Waspada 4 F! Program Zionist Yahudi Hancurkan Pemikiran Pemuda Muslim

Di dalam surah Al-Isra’ (17), Allah ta’aalaa banyak membahas tentang Bani Israil, secara khusus pada ayat 2 sampai ke 8, dan akan disambung kembali pada beberapa ayat berikutnya. Hal ini perlu kita ketahui untuk mempelajari skenario nasib Yahudi di akhir zaman.

Baca surah Al-Isra ayat 5-8
Terjemahan bebasnya akan kita bahas pada kesempatan berikut:

Faidzaa jaa a wa’du uulaahumaa
Fa dalam bahasa kadiah Bahasa Arab adalah adatu syarat dan ia memerlukan jawabu syarat. Artinya, apabila datang janji pertama maka Kami kirimkan kepada kalian (Yahudi) (alaikum, makna yang disertakan kewajiban, kesulitan dan cobaan) hamba-hamba Kami yang perkasa, lalu mereka merajalela di kampung-kampung.

Namun saya pribadi, dari literasi yang saya baca, kehancuran Yahudi dari hamba-hamba ini terjadi pada masa Nabi Muhammad Saw. saat Nabi Saw berhasil mengusir suku Yahudi yang licik dari Madinah hingga keberhasilan khalifah Umar Bin Khattab membebaskan Baitul Maqdis dari genggaman Romawi saat itu. Setelah Bani Israil ini hancur, Allah berjanji untuk memberikan mereka kesempatan untuk berbuat kebaikan.

Teman-teman harus mengetahui, keunikan orang-orang Yahudi adalah mereka memiliki darah keturunan dari jalur ibu. Karena dalam Islam nama anak biasanya disandingkan ke nama ayahnya, seperti Muhammad bin Abdullahh, Umar bin Khattab, Khalid bin Walid, dsb.

Dan Allah ta’aalaa memberikan mereka (orang Yahudi) kesempatan hidup untuk menguji mereka (orang-orang Yahudi). In ahsantum ahsantum lianfusikum apabila kalian berbuat baik maka kebaikan itu untuk kalian, wa in asa’tum falahaa apabila kalian berbuat buruk maka kalian akan menanggungnya.

Ini adalah bentuk kasih sayang dari Allah ta’aalaa. Faidzaa jaa a wa’dul aakhirati dan apabila datang perjanjian Allah yang kedua.

Nah di sinilah letak ayat yang menariknya teman-teman! Inilah kuncinya! apakah Yahudi itu bisa dikalahkan? Dan bagaimana langkah untuk merebut kembali kemenangan umat Islam.

Liyasuu wujuuhakum
Prof Abdul Fatah Aluwaisi menafsirkan ayat ini, menunjukkan bagaimana membongkar buruknya citra/image kebobrokan orang-orang Yahudi di akhir zaman. Di zaman saat sini adalah kesempatan kita untuk berkiprah. Saa a yasuu u artinya adalah jelek secara maknawi. Seperti yang kita lihat media masa yang begitu masif tersebar saat ini membungkus kekejeaman mereka (Zionis Yahudi) dengan wajah kemewahan. Maka tugas kita adalah membongkar itu semua. Kebobrokan akhlak dan image mereka secara tidak langsung adalah kehancuran bagi mereka.

Peringatan Nakbah (15 Mei 1948), adalah salah satu momen bagi kita untuk bisa memperingati bagaimana brutalnya Zionis Yahudi membunuh dan mengusir paksa warga Palestina dari tanah kelahirannya.

Dengan mengedukasi diri, mempelajari metodologi Al-Quran, serta mengingat tanggal-tanggal penting perjuangan dan duka warga Palestina, adalah salah satu cara sederhana kita untuk ikut memperjuangkan Palestina dan Masjid Al-Aqsa.

Wa liyadkhulul masjida kamaa dakhaaluuhu awwala marrah,
Kunjungilah masjid Al-Aqsa, itu penting. Kita mendengar ada beberapa pendapat mengharamkan mengunjungi Masjid Al-Aqsa karena masih berada di bawah kekuasaan Israel. Paling tidak sekali dalam seumur hidup, kita mesti mengunjungi Masjid Al-Aqsha, mentadabburi bagaimana bentuk perjuangan kita dalam memperjuangkan Masjid Al-Aqsa dan mengenal para Murabithin, mereka adalah warga Palestina yang siap 24 jam menjaga kehormatan masjid Al-Aqsa.

Ayat ini juga menunjukkan isyarat bahwa kemenangan Palestina dan Masjid Al-Aqsha adalah untuk mereka yang cinta kepada masjid. Sebagaimana almarhum Koh Steven Indra Wibowo menyebutkan, surah Al-Isra ayat 1 ini adalah tanda penting bagaimana Allah ta’aalaa menggabungkan masjid sebagai tameng utama kita dalam membebaskan masjid Al-Aqsha dan membangun mawrah umat. Orang-orang yang senantiasa mmengerjakan shalat lima waktunya di masjid, dan cinta dengan kemamkuran masjid, maka dipastikan mereka sebagai pembangkit semangat perjuangan bagi agama Islam.

Waliyutabbiruu maa ‘alaw tatbiiraa
Maka keangkuhan mereka (orang Yahudi) akan dihancurkan sehancur-hancurnya.

Tambahan dari ustadzah Jinan: pilihan memilih yang baik dan buruk bagi orang-orang Yahudi akan terus ada hingga saat ini, namun jika keburukan yang terus mereka pertahankan, maka siap-siaplah, kebinasaan akan menimpa mereka.

Di dalam bahasa Arab, kata sa pada awal fi’il (kata kerja), contoh sa yadzhabu menunjukkan sesuatu yang segera dan pasti. Tapi bukan berarti ayat ini memberikan pemahaman kepada kita untuk biasa-biasa dan enteng-enteng saja menunggu kemenangan itu. Justru ayat ini adalah bocoran tentang kelemahan mereka (kaum Yahudi) dan menjadi semangat untuk kita bergerak berlomba-lomba merebut keutamaan yang terdapat di dalam kandungannya. Seperti yang dialami oleh Nabi Saw. pada saat menghadapi perang yang begitu dahsyat di masa dakwahnya, maka kini adalah pilihan bagi kita untuk mengambil kesempatan emas tersebut.

‘asaa rabbukum an yarhamakum
Mudah-mudahan Tuhan kalian (wahai Bani Israil) masih memberikan kasih sayang (rahmat-Nya) kepada kalian

Wa in ‘udtum ‘udnaa
Apabila kalian (Bani Israil) kembali melakukan kerusakan tersebut, maka tunggulah janji Kami..

Wa ja’alnaa jahannama nashiiraa
Nashiira adalah majas dari kata karpet, menyebutkan bagaimana ganasnya karpet neraka Jahannam bagi mereka yang mengingkari janji Allah.

Wallaahu a’lam bishowwaab.

Tanya Jawab
Pertanyaan dari Ogi,,
Bagaimana motivasi bagi kami, kaum muda untuk melawan masifitas Zionis Yahudi yang merongrong mindset generasi muda?
Ust. Husein: Orang-orang Gaza sering menyebutkan:
Al-kibaaruu yamuutuun, wa shigaaruu yanuusuun
Orang-orang tua akan mati, dan orang-orang muda muda lupa.

Senjata utama umat Yahudi adalah 4 F
Food = makanan (hanya mengikuti trend), tidak memandang halal haram,

Fashion = gaya hidup (pakaian), saat ini kita melihat fashion itu terbalik. Membutakan pola pikir kita anak muda. Ini adalah salah satu senjata pemusnah masal yang sengaja diagendakan Zionis Yahudi untuk menghancurkan generasi kaum muda.

Film = Movie fiksi, ilmiah dengan konten-konten rusak merupakan racun yang menggerogoti kita dan berusaha menggiring masyarakat untuk menerima LGBT.

Fun = Kesenangan yang membuat hati keras. Itu semua adalah senjata pemusnah masal untuk menghancurkan akidah kita umat Islam.

Pertanyaan dari Bisma: terkait fenomena Palestina merdeka via media, apakah itu strategi untuk mendapatkan perhatian dunia khususnya umat muslim?
Itu berita hoax, Palestina belum merdeka
Misi-misi kita adalah membuka kebobrokan Zionis melalui media. Silahkan bergabung dan berkontribusi bersama kami di Gazamedia.net.

Terima kasih kepada teman-teman yang sudah hadir pada Nge-Bakso Eps IV kali ini. Mudah-mudahan bermanfaat dan sampai bertemu di episode selanjutnya.

Ngebakso Eps. III, Spoiler Nasib Yahudi di Akhir Zaman

GAZAMEDIA, BOGOR– Berikut adalah catatan Ngobrol Bebas Perkara Al-Aqsa (‘Nge-Bakso’) episode III bersama ustadz Husein Gaza dan Ustadzah Jinan Muslim. Tulisan berikut merupakan hasil dikte penulis dalam memaparkan penjelasan dari pembicara. Banyak kekurangan dan beberapa kalimat yang belum sempurna. Mudah-mudahan esensi dan hikmah yang dipaparkan bisa memberikan kontribusi kepada pembaca.

Husein Gaza, “Seperti biasa, kita akan membahas Al-Aqsa, maka kita menjadikan Al-Quran sebagai referensi, Surah Al-Isra’: Ayat 1-6. Saya akan flashback secara singkat penjelasannya. Ayat pertama Allah ta’aalaa menjelaskan kepada kita perjalanan Isra’ Mi’raj yang terjadi 2 tahun sebelum hijrahnya Nabi Saw, pada malam hari di hari Jumat dari masjidil Haram ke Masjidil Al-Aqsa. Di mana Allah ta’aalaa menunjukkan kebesarannya.

Kemudian ayat kedua Allah memberikan petunjuk kepada Bani Israil berupa kitab bahwa tidak ada yang berhak disembah kecuali Allah. Ada perbedaan dasar pada ayat satu dua dan tiga, di mana 3 nabi yang mulia, Nabi Muhammad, Nabi Musa dan Nabi Nuh. Surah ini juga dinamakan Isra atau juga Bani Israil. Bani Israil adalah anak keturunan Nabi Yakub dan umat Nabi Musa yang lari dari kekejaman Firaun.

Ciri akhir pada surah Al-Isra dia diakhiri pada setiap ayat dengan huruf alif, (1) innahuu huwassaamii’un bashiiraa, (2) …..wakiillaa, (3)….syakuuraa
Siapa sih yang paling berkepentingan dalam merebut masalah di Palestina. Adalah kelompok Zionist. Sebagaimana lambang bendera ‘Israel’.

Kemudian kita lanjut pada ayat, Dzurriyatan man hamalna ma’a nuuh. Kenapa Allah mention Nabi Nuh? Karena Nabi Nuh adalah hamba yang sangat bersyukur. Ayat ini seolah ‘menggeplak’ Bani Israil bahwa Nabi Nuh atau Noah adalah panutan yang perlu diikuti.
Wa qadhainaa ilaa banii israaiil fil kitaabi latufsidunna fil ardhi marratain.
Dan telah Kami tetapkan kepada Bani Israil bahwa mereka akan membawa kerusakan…..,
Karena pada masa itu, Allah ta’aalaa memberikan kelebihan pada Bani Israil berupa kemajuan teknologi dan pemikiran sebagai ujian bagi mereka. Dan kapan marratain (kedua kali) itu terjadi? Para ulama mufassirin berpendapat, kerajaan Yahudi pernah dihancurkan dan terjadi pada masa Nabi Sulaiman dan Babilonia. Kedua pada masa Nabi Muhammad, saat mereka (Yahudi) menguasi pasar-pasar di Madinah (Bani Qainuqa, Bani Khuraizah…) dan memberi pengaruh pada 2 kerajaan besar saat itu, Romawi dan Persia.

‘ibaadanl lanaa dimaksud dengan para sahabat Rasulullah yang berhasil menaklukan Al-Maqdis.

Tsumma radadnaa lakum….. kemudian kami berikan kesempatan kepada kalian, dan kami bantu kalian dengan harta dan keturunan, dan menjadikannya masyarakat yang banyak keturunannya.

 

Aktsara nafiiraa menunjukkan banyaknya simpatisan yang mendukung tujuan mereka (yahudi) tanpa arah dan tujuan yang jelas.
…..
Sesi Pertanyaan.
Hanisa Asma, dari Bekasi
Mengenai Zionisme, tidak semua orang Zionisme itu Yahudi, lalu bagaimana cara kita membedakan mana orang Yahudi yang baik dan Yahudi yang buruk?

Ust. Husein: Tidak perlu menjadi Yahudi untuk menjadi Zionis. Orang Yahudi yang menolak tinggal di Palestina, berarti dia bukan Zionis. Di sisi lain, semua orang Yahudi yang hijrah/eksodus ke Palestina, sudah dipastikan mereka adalah Zionist. Meskipun secara kasat mata mereka baik, bersahabat, namun itu bukan patokan. Karena di Al-Quds Tepi Barat, orang-orang ‘Israel’ berusaha senyum untuk memanipulasi simpatisan umat Islam atau turis yang berkunjung dengan tujuan ‘menghalalkan’ kekejaman mereka. Dan seluruh umat Yahudi pendatang di Palestina mereka tahu bahwa mereka mengambil hak milik warga Palestina.

Seperti kita ketahui, platform Nas Daily yang menyebutkan, ada beberapa orang Palestina yang memegang pasport Israel dan tinggal wilayah jajahan 48.
Perlu kita cermati hal ini juga terjadi sebagian pada orang-orang Palestina namun jumah mereka sangat sedikit. Ada juga yang mendapat paspor Israel tapi di hati mereka menangis akan hal ini. Karena dipaksa dan tidak ada pilihan lain.

Pertanyaan 2: Ibu Imra dari Aceh
Bagaimana memahami maksud ayat Surah Al-Maidah ayat 21?

Bani Israil pada ayat ini bukanlah beragama Yahudi, tetapi Allah memerintahkan Bani Israil ke Palestina pada saat mereka menganut agama Islam. Dan Yahudi terkenal dengan umat penakut

Pertanyaan 3: Lutfiyah Al-Qounati

Bagaimana cara kita untuk bisa menshare edukasi tentang Al-Aqsha di sosial media?
Ustadzah Jinan: kita memerlukan gerakan yang lebih masif. Dan melibatkan banyak aktivis. Dr. Abdul Fattah Al-Uwaisi (spesialis pakar ke-Palestinaan) mencatat ada 3 cara membebaskan Palestina dari cengkraman penjajah yang disebut dengan Al-Mutsallats At-Tahrir (Segitiga Pembebasan). Pertama, Pembebasan Pemahaman (At-Tahrir At-Tafkiiri), artinya memberikan edukasi, mencari, membaca dan menshare informasi berupa sejarah dan enslikopedia Palestina, darinya akan tumbuh rasa cinta. Sebagaimana hadits: Allah menetapkan hamba-hamba pilihannya di Syam (termasuk Palestina). Dengan hadits ini bisa memberikan kita motivasi untuk semangat mempelajari ilmu agama Islam dan sejarah khusunya. Kedua adalah Pembebasan Politik (kolaborasi, sinergitas), dan ketiga dengan Pembebasan Senjata (At-Tahrir ‘Askariy).

Bagi teman-teman yang ingin share informasi Al-Aqsa dan catatan ‘Nge-Bakso’ bisa lihat tulisan terbaru di Gazamedia.net

Sekian diskusi kita hari ini, sampai ketemu di Ngobrol Bebas Perkara Al-Aqsha selanjutnya ya.

Birruuh biddaam nafdiika yaa Aqshaa

Waallaahu a’lam bishshawwaab.

 

Kejam! ‘Israel’ Bunuh 4 Remaja Palestina dalam Waktu 24 Jam

GAZAMEDIA, TEPI BARAT – Berdasarkan laporan sejumlah media Palestina, Quds News Network (Qudsnen) menyebutkan empat remaja Palestina tewas dibunuh pasukan Zionist saat melakukan aksi perlawanan di sejumlah wilayah Tepi Barat, Ahad (09/10/2022). Ibrahim Adel Daud (14) ditembak pada bagian kepala dengan peluru tajam tentara Zionist pada 7 Oktober di wilayah perbatasan Selatan Qalqilya. Mahdi Mohammad Abdulmuti Ladadwa (17) ditembak bagian pinggang saat konfrontasi dengan pasukan penjajah di Ramallah.

Sedangkan Mahmoud Assos (16) dan Ahmed Daragma (19) keduanya tewas pada 8 Oktober dalam serangan besar-besaran pasukan penjajah di kamp Jenin. Belasan warga sipil Palestina terluka akibat kebrutalan pasukan Zionis tersebut. Diketahui mereka juga melarang tim medis membantu korban luka serta menghalang dan intimidasi sejumlah wartawan yang meliput di lokasi kejadian.

Insiden ini menunjukkan bagaimana Israel secara sistematis dan tanpa pandang bulu gunakan kekejaman mematikan terhadap warga Palestina, termasuk anak-anak dan jurnalis. Meski pada beberapa minggu lalu, perdana Menteri ‘Israel’, Yaer Lapid mengungkapkan di depan sidang anggota Majelis Umum PBB bahwa mereka menginginkan kedamaian dan tidak adanya kekejaman dalam mengatasi Palestina. Kenyataannya ‘Israel’ menyembunyikan fakta dengan berpura-pura sebagai korban (playing victim). (ofr)

Dalih Israel atas Pembunuhan Jurnalis Senior Al-Jazeera Shireen: ‘Tidak Sengaja’

GAZAMEDIA, TEPI BARAT – Israel berdalih bahwa ada ‘kemungkinan besar’ jurnalis senior Al-Jazeera yang terbunuh, Shireen Abu Akleh terjadi secara ‘tidak sengaja’ akibat terkena tembakan tentara Zionis (7/9/2022). Tanggapan ini muncul seiring dengan tidak adanya upaya serius penyelidikan kriminal yang dilakukan pihak terkait.

Bersdasarkan penyelidikan terperinci yang dilakukan Perserikatan Bangsa-Bangsa, Otoritas Palestina, CNN, Asosiasi Pers, dan berbagai organisasi hak asasi manusia lainnya menyatakan bahwa seorang tentara Israel terbukti telah membunuh wartawan senior Al Jazeera, Shireen Abu Akleh yang saat itu sedang meliput operasi penyerangan tentara Israel terhadap pejuang Palestina Tepi Barat pada 11 Mei lalu.

Laporan yang dirilis melalui Al-Jazeera English, Senin (9/5/2022) menyebutkan, pihak berwenang Israel rilis hasil penyelidikan mereka: “Ada kemungkinan besar bahwa Ms. Abu Akleh tidak sengaja terkena tembakan IDF yang ditembakkan ke arah tersangka karena target teridentifikasi sebagai pria bersenjata Palestina”.

Laporan itu juga mengatakan Israel tidak akan meluncurkan penyelidikan kriminal lebih lanjut. Militer Israel mengatakan bahwa pasukan mereka yang tengah menteror warga Jenin telah mendapat serangan berat dari pria bersenjata Palestina termasuk dari daerah di mana Abu Akleh berdiri.

Mariam Barghoti, Koresponden Senior Palestine Mondowwels mengatakan “Begitulah fungsi rezim Israel sehingga jika mereka terjebak dalam kejahatan, mereka secara otomatis berkata, “Oh maaf, itu tidak disengaja, itu kecelakaan. Itu semua tidak benar karena mereka melakukan secara sistemik. Hal ini dibuktikan sejak strategi mereka dalam melahirkan negara Israel sejak sebelum 1948 dan terus berlanjut hingga kini. Jadi saya pikir apa yang terjadi saat ini adalah pendalihan Israel untuk lolos dari kasus pembunuhan seperti yang telah terjadi secara konsisten sebagaimana sebelumnya.

Berdasarkan laporan kantor hak asasi manusia Perserikatan Bangsa-Bangsa pada bulan Juni lalu: Abu Akleh berdiri dengan rekan reporter lain dan jelas mereka hadir sebagai jurnalis dengan helm dan jaket antipeluru biru yang ditandai dengan lencana pers. Israel juga mengatakan bahwa ada kemungkinan Abu Akleh ditembak oleh orang-orang bersenjata Palestina.

Keluarga Abu Akleh telah mengatakan mereka percaya dia dibunuh dengan sengaja dan tidak ada pria bersenjata Palestina di dekat tempat dia berdiri. Abu Akleh, yang juga warga negara Amerika terkenal dengan kharismatiknya di seluruh dunia karena meliput konflik Israel-Palestina selama dua dekade.

Victor Abu Akleh, keponakan Shireen Abu Akleh mengatakan, “Kenyataannya, tentu saja karena permasalahan ini terjadi di Palestina. Kesedihan keluarga yang begitu tertantang untuk mengungkapkan bahwa Shiren bukan hanya Warga Negara AS pertama yang dibunuh oleh Israel tahun ini (dan dibiarkan begitu saja). Presiden Biden mengatakan bahwa pembunuhan Shireen adalah kehilangan mendalam bagi Amerika dan kami menghargai kata-kata ini. Tapi sekarang yang kami butuhkan adalah waktunya bagi presiden untuk bertindak secara tegas!” pungkas Victor. (ofr/ofr)

Malming Faedah Eps.1 Bareng Husein Gaza Bahas 3 Strategi Pembebasan Palestina, Cek!

GAZAMEDIA, BOGOR – Save Aqsa Movement (SAM) Save the World by Saving Aqsa adakan program diskusi dan kajian online perdana dengan tema “Nge-BAKSO (ngobrol bebas perkara Aqsa): “Israel”-Palestina Rebutan Apa?” pada Sabtu malam (27/8/2022) waktu Indonesia Barat. Diskusi virtual ini turut dihadiri beberapa ustadz ternama; Dr. Yazen Al-Hakimi (Bandung) dan Babe Hassan Haikal (Jakarta). Muhamamad Husein Gaza dan istri, Jinan Muslim hadir sebagai pembicara menyampaikan salam hangat dari warga Gaza sekaligus mengabarkan informasi terkini seputar Palestina.

Berikut pembahasan yang disampaikan Husein Gaza dan Jinan:

“Sebenarnya apa sih konflik utama di Palestina?
Konflik utama di Palestina adalah Konflik Eksistensi (Asshiraa’ Al-Wujudiah). Berbicara eksistensi otomatis membahas menyinggung tentang kemanusiaan dan permasalahan Palestina murni berawal dari penjajahan”

“Saya selama kuliah di Universitas Islam Gaza, mengikuti program diploma tentang Asy-Syu’un Al-Israiliah, struktur “pemerintahan Israel” mulai dari ekonomi, militer, politik, bahasa dan media. Mengenai media, “Israel” begitu masif meletakkan judul berita dengan mendahulukan nama Palestina-“Israel”/ Arab-Israel. Hati-hati! Hal ini secara tidak sadar mengirimkan pesan sikologis kepada pembaca awam bahwa konflik itu seolah-olah bermula dari Palestina. Ini adalah pemahaman yang keliru!”.

“Sederhana bagaimana cara pandang kita dalam membuat sebuah hipotesa menepis eksistensi “Israel” dan pemukim ilegalnya. Karena konflik Ini sejatinya bukan merebutkan sebuah wilayah, “Israel” bukanlah sebuah negara. Mereka tidak mempunyai kebudayaan, mereka adalah pendatang. Hal ini dibuktikan saat mereka diberikan pertanyaan tentang siapa dan dari mana asal nenek moyang asli mereka, beberapa dari mereka terdiam dan ada yang menjawab dari Amerika atau Rusia.” Jinan menambahkan.

“Dr. Abdul Fattah Al-Uwaisi (spesialis pakar ke-Palestinaan) mencatat ada 3 cara membebaskan Palestina dari cengkraman penjajah yang disebut dengan Al-Mutsallats At-Tahrir (Segitiga Pembebasan). Pertama, Pembebasan Pemahaman (At-Tahrir At-Tafkiiri), artinya memberikan edukasi dan menggali informasi berupa sejarah dan enslikopedia Palestina, darinya akan tumbuh rasa cinta. Sebagaimana hadits: Allah menetapkan hamba-hamba pilihannya di Syam (termasuk Palestina). Dengan hadits ini bisa memberikan kita motivasi untuk semangat mempelajari ilmu agama Islam dan sejarah khusunya. Kedua adalah Pembebasan Politik (kolaborasi, sinergitas), dan ketiga dengan Pembebasan Senjata (At-Tahrir ‘Askariy).

“Seperti kita ketahui, Yahudi sudah membuat rencana strategis perebutan wilayah Palestina dimulai dari pergerakan ideologi Zionist sejak tahun 1800 an yang diprakarsai Theodor Hetzl. Kemudian puncak gerakan politik mereka terjadi pada Perjanjian Sayks Piccot 1916. Di mana Inggris membagi wilayah jajahan Palestina. Sejak saat itulah konspirasi dan imigrasi besar Yahudi terjadi.”

“Nabi Muhammad Saw. dan para sahabatnya memperjuangkan Baitul Maqdis belasan tahun lamanya, Terbilang tidak terlalu lama. Karena perjuangan beliau Saw. terbangun dengan sistematis menanamkan semangat bahwa Baitul Maqdis adalah lahan medan perjuangan, membutuhkan kemampuan intelijen (at-tafkiir an an-Naqib); Stabilitas Mental; Work Smart (kerja cerdas) sehingga melahirkan pemahaman adanya keutamaan dan keberkahan dalam memperjuangkan Baitul Maqdis hingga hari ini Palestina bagi kita”. Papar Husein Gaza

“Semoga, dari wadah Save Aqsa Movement (SAM) yang dimediasi Internasional Networking for Humanitarian ini, bisa memberi kontribusi bagi teman-teman untuk membantu perjuangkan pembebasan Baitul Maqdis dan saudara kita di Palestina dengan semangat ilmu dan persatuan yang semakin komit dan konsisten ke depannya!” Pungkas Husein Gaza.
[ofr]

Wajah Anak-anak Gaza Korban Kebengisan Zionist “Israel”

GAZAMEDIA, GAZA – Inilah wajah 15 anak-anak Gaza berusia 18 tahun ke bawah yang syahid terbunuh akibat kebrutalan serangan udara “Israel” selama tiga hari terakhir.

Zionist “Israel” dan pejuang Palestina, Jihad Islami umumkan gencatan senjata pada Ahad malam melalui mediasi Mesir setelah tiga hari agresi jet tempur “Israel” bombardir masyarakat sipil di Jalur Gaza, Senin (8/8/2022).

Menurut informasi resmi terbaru dari kementerian kesehatan Palestina, 44 warga Palestina meninggal dunia, termasuk 15 anak-anak, sementara 350 lainnya luka-luka.

Dari total 350 korban luka-luka akibat agresi #israel ke Jalur Gaza, mungkin yang terbayang oleh kita adalah hanya luka ringan akibat serpihan kaca atau benturan ringan mengenai tubuh.

Kenyataannya tidaklah demikian, memang ada luka ringan seperti yang disebut di atas, namun luka dengan kehilangan anggota badan adalah yang paling banyak dirasakan warga Gaza.

Rahaf Khalik Salman adalah salah satunya, gadis berusia 11 tahun ini kehilangan kedua kaki serta satu tangannya akibat serangan jet tempur “Israel” yang menghantam rumahnya di Kamp Jabalia.

Patut diketahui, sejak 2008 “Israel” terang-terangan lakukan pelanggaran HAM berat atas empat perang besar di wilayah Palestina, menewaskan hampir 4.000 jiwa warga sipil– yang mana seperempat dari mereka adalah anak-anak.

Berdasarkan data yang dikumpulkan Defense for Children International, terhitung sejak tahun 2000an awal dimulainya Gerakan Intifada kedua, setidaknya 2.200 anak-anak Palestina tewas dibunuh pasukan penjajah dengan peralatan tempurnya di Gaza bahkan akibat tindakan anarkis para pemukim ilegal “Yahudi” di wilayah Tepi Barat. [ofr]

Source: @aj_labs, @aljazeeraenglish, @islamify

Dalam 3 Hari, Israel Bunuh 44 Warga Gaza, 15 Di Antaranya Anak-anak

GAZAMEDIA, GAZA – 44 warga Palestina di Gaza “Syahid” terbunuh dan 360 lainnya terluka dalam serangan udara Zionis Israel sejak jum’at (5/8) sore hingga Senin (8/8) dini hari.

Dari total korban jiwa, 15 di antaranya adalah anak-anak dan 4 lainnya wanita, sebagaimana laporan dari koresponden Gazamedia.net di Gaza mengutip pernyataan resmi kementrian kesehatan Palestina yang dirilis Senin (8/8).

Dilansir dari Aljazeera English, dalam postingan Instagramnya: “Gaza Under Attack: Key Question Answered, Is “Israel” Targeting Civilians (Apakah “Israel” Sengaja Menyerang Warga Sipil?)” pakar analisa politik M Khimar Abusada menyebutkan, “Gaza dengan kisaran 2 juta penduduk yang membentang sejauh 365 km adalah hal mudah bagi “Israel” untuk membunuh warga sipil melalui jalur udara dengan dalih hendak menyerang kelompok pejuang Jihad Islami.”

“Motif politik petinggi “Israel” adalah penyebab utama kekejaman brutal ini, karena mereka akan menghadapi pemilihan umum baru. Salah satu cara meningkatkan elektabilitas adalah melemparkan serangan ke kelompok pejuang Gaza sekaligus dengan sengaja mentarget warga sipil”. Tambah pakar politik Universitas Al-Azhar Gaza tersebut.