Palestina

Shtayyeh Undur Diri dari Pemerintahan Palestina

Gaza Media, Palestina – Pemerintahan Perdana Menteri Otoritas Palestina Mohammed Shtayyeh secara resmi mengajukan pengunduran dirinya hari ini setelah Shtayyeh memimpin pemerintahan selama 5 tahun.

 

Dalam serangkaian postingan Facebook yang menggelikan, Shtayyeh mengklaim bahwa pemerintahannya “tetap setia kepada para Syahid, tahanan, dan rakyat kami di Gaza”, sementara selama lima tahun terakhir, pemerintahan korup anti-pembebasannya telah mengejar, menyerang, menculik, dan membunuh para pejuang Palestina, para pemimpin (seperti Khader Adnan dan Ahmed Sa’adat), aktivis, pelajar, dan tahanan yang dibebaskan. Postingannya mendapat ejekan, sama seperti momen dramatisnya menangis di TV pada bulan November yang diejek dari Ramallah : “Jangan menangis di TV. Kami ingin operasi!”.

 

Pada bulan Juni 2023, Shtayyeh menghina seorang pria yang menuntut agar Shtayyeh mengerahkan 70.000 orang bersenjata dari Pasukan Keamanan PA (Otoritas Palestina) untuk melindungi desa-desa dari serangan pemukim, setelah istri dan rumahnya diserang.

 

Kita ingat saat ini syahid Nizar Banat, yang naik takhta akibat tangan pengkhianat pemerintah Shtayyeh, serta puluhan syahid yang naik karena penyiksaan dan peluru berbahaya yang dilakukan PA. Tonton serial 10 bagian dengan subtitle: “Mengapa Mereka Membunuh Nizar?”.

 

Pengunduran diri palsu ini terjadi ketika AS dan entitas Zionis memberikan tekanan pada Otoritas Palestina untuk mencabut pajak yang mereka tarik, dan ketika Otoritas Palestina mengambil tindakan yang tidak mempunyai arti untuk memanfaatkan gelombang “menyelamatkan rakyat Palestina” dalam rangka menerapkan kebijakan rencana rencana Zionis-Amerika mereka.

 

Mahmoud Abbas, yang menjalani tahun ke-19 dari masa jabatannya selama 4 tahun yang telah berakhir, tetap menjabat sebagai presiden PA, melanjutkan “koordinasi keamanan suci” dengan musuh Zionis. Faksi-faksi Palestina diperkirakan akan bertemu di Moskow pada tanggal 29 Februari 2024 untuk konferensi 2 hingga 3 hari.

 

(Senin, 26 februari 2024)

(23.32)

_____

 

Source: RNN

Writer/Translator: @nanaandriiana

Shtayyeh Undur Diri dari Pemerintahan Palestina Read More »

Penerbang AS Membakar Diri sebagai Protes atas ‘Genosida Israel’ di Gaza

Gaza Media, Amerika Serikat – Seorang anggota aktif militer Amerika Serikat membakar dirinya sendiri di luar Kedutaan Israel di Washington, DC, sebagai tindakan protes terhadap agresi Israel yang telah menghancurkan Gaza.

Penerbang aktif tersebut dilaporkan bahwa dia tidak ingin ‘terlibat dalam genosida’ saat dia membakar dirinya sendiri.

Menurut pemadam kebakaran ibu kota AS, pria yang diketahui bernama Aaron Bushnell itu dilarikan ke rumah sakit pada hari Minggu (25/2) dengan “luka kritis yang mengancam jiwa”.

Badan tersebut mengatakan kepada para responden untuk segera bergegas ke tempat kejadian tepat sebelum pukul 1 siang (18:00 GMT) sebagai tanggapan atas “panggilan untuk orang yang terbakar di luar Kedutaan Israel”.

Mereka tiba dan menemukan bahwa petugas dari Dinas Rahasia AS telah memadamkan api.

Angkatan Udara AS mengatakan bahwa insiden tersebut melibatkan seorang penerbang aktif.

Media AS melaporkan bahwa pria tersebut menyiarkan langsung dirinya di Twitch sambil mengenakan seragam dan menyatakan dia “tidak akan terlibat dalam genosida” sebelum menyiram dirinya sendiri dengan sebuah cairan.

Dia kemudian membakar dirinya sendiri sambil berteriak “Bebaskan Palestina!” sampai dia terjatuh ke tanah.

Rekaman tersebut telah dihapus dari Twitch. Polisi setempat mengatakan mereka sedang menyelidiki insiden tersebut.

Polisi juga mengatakan peraturan pembuangan ledakan diminta ke tempat kejadian sehubungan dengan kendaraan yang mencurigakan mungkin telah terhubung dengan individu tersebut. Namun di lokasi kejadian tidak ada bahan berbahaya yang ditemukan.

Kedutaan Israel mengatakan bahwa tidak ada anggota stafnya yang terluka, dan semua personel telah dipastikan aman, kata juru bicara kepada New York Times.

Kedutaan Besar Israel terus menjadi sasaran protes terhadap agresi Israel di Gaza. Protes dimulai setelah awal agresi di mulai pada tanggal 7 Oktober 2023.

Sejak saat itu, pasukan Israel terus melancarkan kampanye militer terhadap wilayah Gaza, menyerang hampir sebagian besar wilayah Gaza, menghancurkannya, dan hampir 30.000 warga Palestina syahid, menurut pejabat kesehatan Palestina.

Pada bulan Desember, seorang demonstran juga membakar dirinya sendiri di luar Konsulat Israel di Atlanta. Sebuah bendera Palestina ditemukan di tempat kejadian, dan tindakan tersebut diyakini sebagai salah satu “protes politik ekstrim”.

(Senin, 26 Februari 2024)
(15.53)
_____

Source: Aljazeera and news agencies
Writer/Translator: @sitisopiati

Penerbang AS Membakar Diri sebagai Protes atas ‘Genosida Israel’ di Gaza Read More »

Arab Saudi Hentikan Semua Transfer Keuangan Ke Palestina

Gaza Media, Arab Saudi – Menurut sumber Palestina, Arab Saudi menghentikan semua transfer keuangan ke Palestina.

Keputusan tersebut berarti tidak ada seorang pun yang dapat mentransfer sejumlah uang dari Arab Saudi ke Palestina.

Sumber-sumber Palestina melaporkan, menurut surat kabar khusus ekonomi yang melaporkan dari para pejabat di Palestina, bahwa Kerajaan Arab Saudi menghentikan segala bentuk transfer keuangan ke Palestina, tanpa menjelaskan alasannya.

Sumber tersebut mengatakan bahwa keputusan tersebut mencakup semua transfer perbankan dan keuangan, baik individu, komersial, atau lainnya.

Dia mengindikasikan, menurut apa yang diberitakan oleh surat kabar Palestina, bahwa alasan keputusan tersebut tidak jelas, namun yang pasti adalah transfer dari Arab Saudi ke Palestina kini dihentikan sepenuhnya.

Warga Palestina mengeluhkan sulitnya menerima transfer keuangan dari Arab Saudi, sementara surat kabar Palestina, Al-Iqtisadi mengutip sumber yang mengatakan bahwa bank dan toko penukaran uang tidak dapat menerima transfer apa pun dari Kerajaan Arab Saudi setelah keputusan baru-baru ini.

Sumber lain menjelaskan kepada Kantor Berita Watan Palestina bahwa keputusan tersebut berarti tidak ada seorang pun yang dapat mentransfer uang dalam jumlah berapa pun dari Arab Saudi ke Palestina, baik melalui bank, toko penukaran uang, atau transfer cepat.

Menurut perkiraan Departemen Urusan Pengungsi Organisasi Pembebasan Palestina, jumlah warga Palestina di Arab Saudi berkisar antara 400.000 hingga 500.000 orang, dan antara 270.000 hingga 300.000 di antaranya tinggal di kota Jeddah saja.

Data Bank Dunia menunjukkan kontribusi ekspatriat Palestina terhadap perekonomian Palestina mencapai 18,6 persen pada tahun 2022.

Kontribusi ekspatriat Palestina di seluruh dunia terhadap perekonomian negara mereka berjumlah sekitar $3,5 miliar pada akhir tahun 2022.

(Minggu, 25 Februari 2024)
(20.26)
_____

Source : @Royanews
Writer/Translator: @kuntariaii

Arab Saudi Hentikan Semua Transfer Keuangan Ke Palestina Read More »

Bagaimana Warga Palestina Bertahan Hidup Ketika Israel Terus Serang Wilayah Terakhir di Gaza?

Gaza Media, Gaza – Para pejabat PBB memperingatkan bahwa serangan darat Israel di Rafah yang merupakan wilayah perlindungan terakhir bagi warga Gaza akan menjadi bencana yang besar, di mana lebih dari 600.000 anak-anak berada dalam bahaya.

Di celah sempit di antara tenda-tenda yang memenuhi hampir setiap inci kota Rafah di wilayah Gaza paling selatan, warga Palestina terus bertahan hidup di tengah serangan darat maupun udara Israel yang intensif tiada henti.

Seorang anak laki-laki bertelanjang kaki memakai pot di kepalanya dan tersenyum. Seorang anak membawa jerigen yang ukurannya setengahnya berisi air. Para lelaki duduk di meja setengah kosong yang menjual makanan kaleng. Permadani cucian tergantung di setiap baris.

Perhatian dunia tertuju pada Rafah, kota yang dulunya sepi, kota di sepanjang perbatasan Mesir yang dianggap sebagai “zona aman” bagi warga sipil yang telah kehilangan tempat tinggal untuk melarikan diri, namun kini telah berubah dan menjadi fokus Israel unruk melancarkan serangan berikutnya di wilayah Gaza.

Rafah, kini telah menjadi kota terpadat dalam beberapa minggu terakhir. Ratusan ribu pengungsi Palestina tersebar di sana dari seluruh wilayah kota Gaza, dan saat ini mereka tinggal di tenda-tenda, di rumah teman ataupun kerabat.

Diperkirakan 1,5 juta orang telah berlindung di Rafah, lebih dari separuh penduduk Gaza tidak memiliki tempat untuk mengungsi dalam menghadapi serangan Israel yang telah meratakan sebagian besar wilayah perkotaan di seluruh wilayah tersebut dan lebih dari 29.000 orang Palestina telah syahid akibat serangan tentara penjajah.

Para pejabat PBB memperingatkan bahwa serangan terhadap Rafah akan menjadi bencana besar, karena lebih dari 600.000 anak-anak berada dalam jalur serangan tersebut. Serangan tentara Israel terhadap kota Rafah dan daerah di sekitarnya juga dapat menyebabkan runtuhnya sistem bantuan kemanusiaan yang berjuang untuk menjaga agar penduduk Gaza tetap hidup. Sekutu Israel di Barat juga menyatakan keprihatinannya, namun tidak dapat mengubah keadaan ataupun menhentikan serangan.

Namun, Israel mengatakan, mereka harus merebut Rafah untuk memastikan penghancuran Hamas dan pembebasan sandera Israel yang masih ditahan oleh mereka.

Makanan di Rafah, seperti halnya di tempat lain di Jalur Gaza, sangatlah langka. Kerumunan orang berkerumun di sekitar toko roti, berharap mendapatkan beberapa potong roti untuk memberi makan keluarga. Yang lain memanggangnya sendiri di tungku dengan tepung apa pun yang bisa mereka peroleh. Seorang anak, duduk di bahu anak yang lebih besar, menikmati gigitan pertama roti empuk tersebut.

Jalan-jalan tampak dipenuhi dengan tenda-tenda pengungsi dan kerumunan warga Palestina yang tengah berjuang untuk menghidupi keluarga mereka.

Dentuman kehidupan yang biasa-biasa saja terus berlanjut di beberapa tempat. Seorang anak laki-laki sedang potong rambut. Seorang gadis mengenakan gaun bermotif bunga berwarna merah muda kebesaran. Perempuan dan anak-anak menghindari genangan air besar di dekat tenda.

Meskipun Israel terus menyerang rumah-rumah mereka hingga tempat perlindungan meraka yang terakhir, warga Gaza terus semangat menjalani kehidupannya, mereka terus bertahan hidup di tengah keterbatasan. Apa yang saat ini sedang terjadi tidak mengurangi semangat juang mereka untuk mempertahankan tanah air mereka. Dengan darah, dengan nyawa, mereka terus berjuang hingga mendapatkan sebuah “kemerdekan”.

(Minggu, 25 Februari 2024)
(16.33)
_____

Source: Aljazeera
Writer/Translator: @nurlitas

Bagaimana Warga Palestina Bertahan Hidup Ketika Israel Terus Serang Wilayah Terakhir di Gaza? Read More »

Agresi Israel di Gaza Merugikan Perekonomian Mesir

Gaza Media, Mesir – Agresi yang saat ini sedang berlangsung telah banyak merugikan perekonomian Israel sebagai negara penjajah maupun Palestina, khususnya Gaza yang telah diserang lebih dari empat bulan lamanya oleh Israel. Namun agresi tersebut juga berdampak pada perekonomian negara tetangga, Mesir. Kata para analis, sektor pariwisata, ekspor gas dan pendapatan Terusan Suez semuanya menderita akibat krisis di Rafah dan bisa memperburuk keadaan perekonomian di Mesir.

Pendapatan pariwisata Mesir bisa turun 30 persen pada tahun 2024 karena perang Israel yang terus berlanjut di Gaza. Sudah menghadapi krisis yang parah, perekonomian Mesir tampaknya siap menerima pukulan dari perang Israel di Gaza dan meningkatnya ketegangan di Laut Merah, kata para analis.

Saat ini dalam kondisi “pendukung kehidupan”, perekonomian Mesir yang memburuk menderita karena meningkatnya utang publik yang kini mencapai lebih dari 90 persen produk domestik bruto (PDB), pelarian modal dan jatuhnya mata uang terhadap dolar AS.

Kini, tantangan-tantangan tersebut diperparah oleh agresi di wilayah Gaza, karena wilayah tersebut semakin dekat dengan perbatasan Mesir, dengan sebagian besar penduduk Gaza terdesak ke Rafah, setelah empat bulan mengungsi akibat serangan Israel yang tiada henti. Pariwisata dan Terusan Suez adalah dua sumber devisa utama Mesir.

Prospek pariwisata yang suram

Piramida, museum, resor, dan monumen Mesir menarik pengunjung dari seluruh dunia dan telah lama menjadikan pariwisata tersebut sebagai sumber utama pendapatan nasional. Pada tahun 2022, sekitar tiga juta orang Mesir bekerja di industri pariwisata.

Sebelum agresi Israel di Gaza meletus, sektor pariwisata Mesir sudah berjuang untuk pulih dari COVID-19. Namun tampaknya hal itu kembali terjadi. Agresi di Gaza dan krisis Laut Merah dapat menurunkan prospek pendapatan dari industri ini. Menurut S&P Global Ratings, pendapatan pariwisata Mesir diperkirakan akan mengalami penurunan sebanyak 10-30 persen dibandingkan tahun lalu, yang dapat merugikan negara tersebut sebesar 4-11 persen cadangan devisanya dan menyusutkan PDB.

“Kedekatan konflik dengan semenanjung Sinai telah menyebabkan penurunan tajam dalam pariwisata, yang menghasilkan pendapatan sebesar $13,63 miliar selama tahun fiskal 2022-23,” Amr Salah Mohamed​, dosen tetap di Universitas George Mason, mengatakan kepada Al Jazeera.

“Meskipun sejauh ini tingkat kerusakan pariwisata Mesir akibat konflik yang sedang berlangsung sulit untuk diukur, indikasi awal, seperti penurunan pemesanan sebesar 25 persen pada awal bulan November, menunjukkan adanya penurunan substansial yang kemungkinan akan terus berlanjut jika konflik terus berlanjut.” dia menambahkan.

Penurunan pendapatan Terusan Suez

Sejak November, Mesir telah bergulat dengan dampak ekonomi dari serangan rudal dan pesawat tak berawak Houthi terhadap kapal komersial terkait Israel di Laut Merah, yang merupakan respons Houthi terhadap agresi Israel yang sedang berlangsung di Gaza.

Akibat dari pemogokan di sepanjang jalur perdagangan terpendek yang menghubungkan Asia ke Eropa melalui Terusan Suez adalah banyaknya perusahaan pelayaran yang mengubah rute kapal mereka di sekitar Tanjung Harapan.

Pada tahun fiskal 2022-2023, Terusan Suez menghasilkan pendapatan sebesar $9,4 miliar bagi Mesir. Dalam 11 hari pertama tahun ini, pendapatan Terusan Suez anjlok 40 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Kerusakan itu semakin meningkat sejak saat itu. Pihak berwenang Mesir mengatakan pendapatan pada bulan Januari 2024 dari Terusan Suez telah turun 50 persen sejak awal tahun, dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun 2023.

Masalah sektor gas

Sejak 7 Oktober 2023, perekonomian gas Mesir juga sangat menderita. Dua hari setelah serangan pimpinan Hamas ke Israel selatan, lembaga pertahanan Israel memerintahkan penghentian sementara ekstraksi dari ladang gas Tamar, yang terletak 25 km (15 mil) dari kota pesisir selatan Israel, Ashdod.

Mesir merupakan rumah bagi dua fasilitas pencairan gas di Mediterania Timur. Israel mengekspor gasnya termasuk dari Tamar ke Mesir, di mana gas tersebut diubah menjadi LNG dan kemudian diekspor ke pasar lain, khususnya Eropa.

Akibat adanya agresi tersebut, ekspor gas Mesir kemvali turun lebih dari 50 persen pada kuartal keempat di tahun 2023 dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun 2022. Dinamika ini menyoroti ketergantungan ekonomi Mesir pada Israel, yang merupakan kerentanan besar bagi Kairo pada saat krisis saat ketegangan tinggi di wilayah tersebut akibat perang Gaza.

Potensi masuknya pengungsi Palestina

Nasib 1,4 juta warga Palestina yang mengungsi di Rafah juga menjadi sumber kegelisahan di Mesir.

Pemerintahan Presiden Abdel Fattah el-Sisi ingin mencegah masuknya pengungsi Palestina ke semenanjung Sinai untuk menghindari kehancuran Israel di Gaza. Terdapat sembilan juta pengungsi di Mesir, dan Kairo telah menegaskan bahwa pihaknya tidak akan mendukung tindakan apa pun yang dapat menyebabkan pengungsian permanen terhadap warga Palestina dari Gaza, yang dikhawatirkan oleh banyak ahli merupakan rencana permainan Israel.

Kekhawatiran keamanan atas kehadiran pejuang Palestina di Sinai, dan dampak rencana serangan mereka terhadap Israel terhadap hubungan antara Kairo dan Tel Aviv, merupakan faktor yang mempengaruhi Mesir. Tantangan ekonomi juga membantu menjelaskan mengapa Mesir memandang pengusiran paksa warga Palestina dari Gaza ke Sinai sebagai tindakan yang melanggar garis merah. Sejak konflik Sudan meletus 10 bulan lalu, 450.000 pengungsi Sudan telah melintasi perbatasan selatan Mesir, yang telah membebani perekonomian Mesir yang bermasalah.

Dengan latar belakang ini, Mesir telah mulai membangun tembok dua mil sebelah barat perbatasan Mesir-Gaza, yang berpotensi mencegah skenario seperti itu. “Ada di antara kita yang takut Israel akan menghancurkan pagar perbatasan Mesir yang ada sehingga mereka dapat mendorong warga Gaza ke Sinai,” kata Patrick Theros, mantan duta besar AS untuk Qatar, dalam wawancara dengan Al Jazeera.

“Mesir sedang membangun tembok perbatasan kedua di dalam wilayah Mesir untuk memberikan efek jera terhadap Israel. Mengingat kebutuhan mendesak Netanyahu untuk tetap berkuasa dan menghindari hukuman penjara, upaya pencegahan ini mungkin tidak akan berhasil,” katanya, mengacu pada Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu, yang popularitasnya berada pada rekor terendah di dalam negeri, banyak analis berpendapat bahwa Trump memerlukan perang untuk terus menghindari pemecatan dari jabatan Netanyahu dalam menghadapi kasus korupsi.

“Penolakan Washington yang tidak masuk akal untuk menghentikannya mungkin mendorong Netanyahu untuk memperluas pertempuran hingga ke Sinai, bahkan jika hal itu mengakhiri perjanjian damai dengan Mesir,” kata Theros.

Mengelola ekspektasi terhadap reformasi ekonomi

Bulan lalu, Menteri Keuangan AS, Janet Yellen bertemu dengan Menteri Keuangan Mesir, Mohamed Maait di Washington untuk menjanjikan dukungan AS bagi perekonomian dan reformasi Mesir.

Pada saat yang sama, ada diskusi mengenai penambahan pinjaman Mesir sebesar $3 miliar dengan Dana Moneter Internasional (IMF) untuk membantu negara tersebut mengatasi agresi di Gaza dan krisis keamanan Laut Merah. Elemen utama dari paket reformasi ekonomi ini mencakup penjualan saham pemerintah Mesir di puluhan perusahaan milik negara, pengurangan subsidi , penerapan nilai tukar yang fleksibel, dan menjadikan peran militer dalam perekonomian nasional lebih transparan.

Namun, para analis memperingatkan, perang di Gaza dan krisis keamanan Laut Merah yang terjadi setelah guncangan geopolitik akibat invasi Rusia ke Ukraina dua tahun lalu mungkin akan membuat para pejabat Mesir semakin enggan menerapkan sejumlah reformasi ekonomi.

Dalam sebuah wawancara dengan Al Jazeera, Ryan Bohl, yang merupakan seorang analis Timur Tengah dan Afrika Utara di perusahaan intelijen risiko RANE, yang mengatakan IMF perlu mempertimbangkan berbagai tekanan yang dihadapi para pembuat kebijakan di Mesir ketika mengajukan tuntutan kepada mereka.

(Minggu, 25 Februari 2024)
(15.16)
_____

Source: Aljazeera
Writer/Translator: @nurlitas

Agresi Israel di Gaza Merugikan Perekonomian Mesir Read More »

AS Dan Inggris Lancarkan Serangan Baru Terhadap Houthi di Yaman

Gaza Media, Yaman – Pasukan AS dan Inggris kembali menyerang 18 sasaran Houthi termasuk senjata bawah tanah dan fasilitas penyimpanan rudal, kata para pejabat.

Menurut para pejabat, Amerika Serikat dan Inggris telah mengebom lebih dari selusin situs Houthi di Yaman, ketika kelompok pemberontak Yaman meningkatkan serangannya terhadap kapal-kapal di Laut Merah sebagai protes terhadap agresi Israel di Gaza.

Dalam pernyataan bersama pada hari Sabtu (24/2), AS dan Inggris mengatakan tindakan militer mereka menargetkan 18 situs Houthi di delapan lokasi di Yaman, dan termasuk serangan terhadap fasilitas penyimpanan senjata dan rudal bawah tanah, sistem pertahanan udara, radar dan helikopter.

Operasi tersebut menandai keempat kalinya militer AS dan Inggris melakukan serangan gabungan terhadap Houthi sejak 12 Januari.

Terlepas dari aksi bersama tersebut, AS juga hampir setiap hari melakukan serangan untuk menghancurkan sasaran Houthi, termasuk rudal, roket, dan drone yang menyerang kapal komersial dan kapal Angkatan Laut lainnya.

Namun, penggerebekan tersebut sejauh ini gagal menghentikan serangan Houthi , yang telah mengganggu perdagangan global dan menaikkan tarif pengiriman.

Menteri Pertahanan AS, Lloyd Austin mengatakan gelombang serangan terbaru ini dimaksudkan “untuk lebih mengganggu dan menurunkan kemampuan milisi Houthi yang didukung Iran”.

“Kami akan terus menjelaskan kepada Houthi bahwa mereka akan menanggung konsekuensinya jika mereka tidak menghentikan serangan ilegal mereka, yang merugikan perekonomian Timur Tengah, menyebabkan kerusakan lingkungan dan mengganggu pengiriman bantuan kemanusiaan ke Yaman dan negara-negara lain,” tambahnya.

Serangan tersebut didukung oleh Australia, Bahrain, Kanada, Denmark, Belanda dan Selandia Baru. Houthi menanggapinya dengan sikap menantang.

Yahya Saree, juru bicara kelompok tersebut, berjanji bahwa pemberontak akan “menghadapi eskalasi Amerika-Inggris dengan operasi militer yang lebih kualitatif terhadap semua sasaran musuh di Laut Merah dan Laut Arab”.

Houthi akan “terus menjunjung tinggi kewajiban agama, moral dan kemanusiaan mereka terhadap rakyat Palestina, dan operasi militer mereka tidak akan berhenti kecuali agresi berhenti dan pengepungan terhadap rakyat Palestina di Jalur Gaza dicabut,” tambahnya.

Menurut penghitungan kantor berita The Associated Press, Houthi telah melancarkan setidaknya 57 serangan terhadap kapal komersial dan militer di Laut Merah dan Teluk Aden sejak 19 November.

Dan laju serangan meningkat dalam beberapa hari terakhir.

Seorang juru bicara Houthi mengklaim serangan terhadap MV Torm Thor, sebuah kapal tanker kimia dan minyak berbendera AS, yang dimiliki dan dioperasikan, pada hari Sabtu, mengatakan bahwa kelompok tersebut menargetkan kapal tersebut menggunakan “sejumlah rudal angkatan laut yang sesuai”.

Komando Pusat AS mengkonfirmasi serangan tersebut, dengan mengatakan bahwa pasukannya menjatuhkan rudal balistik antikapal yang diluncurkan dari daerah yang dikuasai Houthi di Yaman menuju Teluk Aden, dan menambahkan bahwa rudal tersebut kemungkinan menargetkan MV Torm Thor.

Kapal tanker itu tidak rusak dan tidak ada korban luka, katanya.

Badan keamanan maritim Inggris UKMTO juga melaporkan serangan lain terhadap sebuah kapal yang tidak disebutkan namanya di dekat pelabuhan Djibouti pada Sabtu malam, dengan mengatakan telah terjadi “ledakan di dekat kapal tersebut, tidak ada kerusakan yang dilaporkan pada kapal tersebut dan tidak ada korban luka pada kapal tersebut. awak kapal”.

“Kapal sedang menuju ke pelabuhan persinggahan berikutnya,” tambahnya dalam sebuah buletin.

Tidak ada kapal yang tenggelam atau awak kapal yang terbunuh selama kampanye Houthi.

Namun, ada kekhawatiran mengenai nasib kapal kargo Rubymar yang terdaftar di Inggris, yang ditabrak pada 18 Februari dan awaknya dievakuasi. Militer AS mengatakan Rubymar membawa lebih dari 41.000 ton pupuk ketika dihantam, yang dapat tumpah ke Laut Merah dan menyebabkan bencana lingkungan .

Gejolak akibat perang Israel di Gaza juga terus meluas ke wilayah lain di Timur Tengah.

Kelompok Hizbullah Lebanon yang didukung Iran telah terlibat baku tembak dengan Israel di sepanjang perbatasan Israel-Lebanon dan milisi Irak yang pro-Iran telah menyerang pangkalan-pangkalan yang menampung pasukan AS.

(Minggu, 25 Februari 2024)
(13.49)
_____

Source: Aljazeera
Writer/Translator: @nurlitas

AS Dan Inggris Lancarkan Serangan Baru Terhadap Houthi di Yaman Read More »

Palestina tuntut pemerintah Jerman karena memungkinkan terjadinya genosida di Gaza

Gaza Media, Jerman – Sekelompok orang awam Jerman, yang mewakili keluarga dua warga Gaza, mengajukan pengaduan pidana terhadap para pejabat Pemerintah Jerman atas kejahatan membantu dan bersekongkol dalam genosida terhadap rakyat Palestina, demikian dikatakan European Legal Support Centre (ELSC) dalam sebuah pernyataan hari Jumat.

LSM tersebut mengklarifikasi bahwa “membantu dan bersekongkol” dapat dilakukan melalui “dukungan logistik, keuangan atau material, tetapi juga dengan menciptakan kondisi yang menguntungkan untuk kejahatan utama.”

 

“Secara khusus, membantu dan bersekongkol mencakup otorisasi ekspor senjata dan dukungan politik,” kata pernyataan itu.

Kelompok itu menambahkan bahwa putusan Mahkamah Internasional (ICJ) dalam kasus yang diajukan oleh Afrika Selatan terhadap Israel atas kejahatan genosida, menunjukkan “alasan untuk kecurigaan,” yang menurut hukum pidana Jerman merupakan prasyarat untuk penyelidikan atas kejahatan yang mungkin terjadi.

 

(Sabtu, 24 Februari 2024)

(08.34)

_____

 

 

Source : @MEE

Writer/Translator: @kuntariaii

Palestina tuntut pemerintah Jerman karena memungkinkan terjadinya genosida di Gaza Read More »

Apa “Doktrin Pompeo” yang dibatalkan Blinken karena marah atas keputusan Tel Aviv?

Gaza Media, AS – Axios melaporkan, mengutip seorang pejabat Amerika, pada hari Jumat bahwa Menteri Luar Negeri Anthony Blinken memutuskan untuk membatalkan “Doktrin Pompeo,” sebagai tanggapan atas pengumuman Tel Aviv tentang rencana untuk memperluas permukiman.

 

Keputusan Blinken diambil setelah dia mengumumkan bahwa permukiman di Tepi Barat “bertentangan dengan hukum internasional,” dalam perubahan besar dalam kebijakan Amerika mengenai pembangunan permukiman, yang bertentangan dengan “Prinsip Pompeo.”

 

Menurut Axios, Blinken menyatakan kekecewaannya atas keputusan pemerintah pendudukan yang menyetujui pembangunan ribuan unit rumah baru di permukiman tersebut, dan menekankan bahwa tindakan tersebut merusak peluang perdamaian di wilayah tersebut.

 

Apa itu “Doktrin Pompeo”?

“Doktrin Pompeo,” yang diperkenalkan oleh mantan Menteri Luar Negeri Mike Pompeo, berupaya untuk meremehkan keberatan hukum terhadap permukiman tersebut, dengan alasan bahwa status permukiman tersebut dapat dinegosiasikan dan bukannya ilegal.

 

Pengumuman Blinken, yang dikeluarkan saat konferensi pers di Argentina, menegaskan komitmen pemerintahan Biden terhadap pendekatan yang lebih tradisional terhadap konflik Israel-Palestina, dengan memprioritaskan kepatuhan terhadap hukum internasional dan solusi diplomatik.

 

Dia menekankan posisi Amerika bahwa permukiman tidak membawa perdamaian dan keamanan, dan menekankan bahwa hal itu hanya melemahkan posisi keamanan Tel Aviv.

 

Para pejabat Amerika mengatakan bahwa Amerika Serikat tidak serius mempertimbangkan perubahan kebijakannya sehingga pengakuan apa pun harus dilakukan melalui negosiasi langsung antara kedua pihak.

 

Pernyataan Blinken ini dikeluarkan bertepatan dengan pengumuman Tel Aviv baru-baru ini tentang rencana memperluas pembangunan permukiman, yang menunjukkan perbedaan yang jelas dalam kebijakan antara kedua sekutu mengenai masalah ini.

 

(Sabtu, 24 Februari 2024)

(08.25)

_____

 

Source : @Royanews

Writer/Translator: @kuntariaii

Apa “Doktrin Pompeo” yang dibatalkan Blinken karena marah atas keputusan Tel Aviv? Read More »

Pakar PBB : ekspor senjata ke Israel harus segera dihentikan

Gaza Media, Tel Aviv – Ekspor senjata ke Israel yang kemungkinan besar akan digunakan di Gaza harus segera dihentikan, para ahli PBB mengatakan dalam sebuah pernyataan pada hari Jumat.

Mereka menambahkan bahwa ekspor ini dapat digunakan di Gaza dan ada “risiko yang jelas” bahwa senjata-senjata tersebut akan digunakan untuk melakukan pelanggaran serius terhadap hukum humaniter internasional.

 

“Semua negara harus ‘memastikan penghormatan’ terhadap hukum humaniter internasional oleh pihak-pihak yang terlibat dalam konflik bersenjata, seperti yang disyaratkan oleh Konvensi Jenewa 1949 dan hukum internasional yang berlaku umum,” ujar para ahli tersebut.

 

“Oleh karena itu, negara-negara harus menahan diri untuk tidak mentransfer senjata atau amunisi apa pun – atau suku cadangnya – jika diperkirakan, berdasarkan fakta-fakta atau pola perilaku di masa lalu, senjata atau amunisi tersebut akan digunakan untuk melanggar hukum internasional.

 

“Transfer semacam itu dilarang bahkan jika negara pengekspor tidak bermaksud senjata tersebut akan digunakan untuk melanggar hukum – atau tidak mengetahui dengan pasti bahwa senjata tersebut akan digunakan dengan cara seperti itu – selama ada risiko yang jelas,” kata mereka.

 

Pada tanggal 12 Februari, pengadilan banding Belanda memerintahkan Belanda untuk menghentikan ekspor suku cadang jet tempur F-35 ke Israel.

 

Pengadilan menemukan bahwa ada “risiko yang jelas” bahwa suku cadang tersebut akan digunakan untuk melakukan pelanggaran hukum humaniter internasional, karena “ada banyak indikasi bahwa Israel telah melanggar hukum humaniter perang dalam jumlah yang tidak sedikit”.

 

(Jum’at, 23 februari 2024)

(22.15)

_____

 

Source : MEE

Writer/Translator: @kuntariaii

Pakar PBB : ekspor senjata ke Israel harus segera dihentikan Read More »

Kemenkes Gaza : Israel kembali serang kompleks rumah sakit Nasser

Gaza Media, Gaza – Kementerian Kesehatan Palestina di Gaza mengumumkan bahwa pasukan penjajah Israel kembali menyerbu Kompleks Medis Nasser dengan empat pengangkut pasukan pada Kamis malam.

Pada hari Kamis, Saluran Ibrani 13 melaporkan bahwa tentara pendudukan telah menyelesaikan operasinya di Rumah Sakit Nasser di Khan Yunis.

Pasukan Penjajah Israel mengepung Rumah Sakit Medis Nasser di Khan Yunis selama beberapa hari, yang menyebabkan tragedi yang dialami pasien dan tenaga medis berlipat ganda karena kurangnya sumber daya, air dan makanan, selain pemutusan aliran listrik ke rumah sakit. RSUD.

Kementerian Kesehatan Palestina di Jalur Gaza mengumumkan kematian delapan warga Palestina, pada hari Rabu, akibat matinya generator listrik dan terhentinya oksigen untuk pasien, di Kompleks Medis Nasser di Khan Yunis, selatan Jalur Gaza.

Kementerian tersebut mengatakan dalam sebuah pernyataan singkat bahwa penjajah Israel menolak untuk memindahkan jenazah para syuhada dari kompleks untuk dimakamkan.

Kementerian meminta lembaga-lembaga internasional untuk menekan penjajah agar menguburkan delapan syuhada tersebut.

(Jum’at, 23 februari 2024)
(09.26)
_____

Source: Royanews
Writer/Translator: @kuntariaii

Kemenkes Gaza : Israel kembali serang kompleks rumah sakit Nasser Read More »