spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
Thursday, March 19, 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
HomeBeritaPakistan dan Afghanistan sepakati gencatan senjata sementara saat Idulfitri

Pakistan dan Afghanistan sepakati gencatan senjata sementara saat Idulfitri

Pakistan dan Afghanistan sepakat untuk melakukan “jeda” sementara dalam konflik bersenjata selama perayaan Idulfitri pekan ini, di tengah kekerasan mematikan yang telah berlangsung beberapa pekan terakhir.

Menteri Informasi Pakistan, Attaullah Tarar, mengatakan pada Rabu bahwa jeda tersebut akan berlangsung selama lima hari, dimulai pada tengah malam Kamis hingga tengah malam Selasa. Menurutnya, kesepakatan ini merupakan permintaan dari Arab Saudi, Qatar, dan Turki.

“Pakistan menawarkan langkah ini dengan itikad baik dan sejalan dengan norma-norma Islam,” ujar Tarar dalam pernyataannya. Namun, ia memperingatkan bahwa jika terjadi serangan lintas batas, serangan drone, atau insiden teror di dalam wilayah Pakistan, maka operasi militer akan segera dilanjutkan dengan intensitas lebih tinggi.

Tak lama setelah pengumuman tersebut, juru bicara pemerintah Taliban di Afghanistan juga menyatakan bahwa pihaknya akan menghentikan sementara operasi militer terhadap Pakistan.

Kesepakatan jeda ini muncul hanya beberapa hari setelah Afghanistan menuduh militer Pakistan menewaskan ratusan orang dalam serangan udara terhadap pusat rehabilitasi narkoba di ibu kota Kabul. Pakistan membantah keras tuduhan tersebut dan menyatakan bahwa operasinya hanya menargetkan infrastruktur teroris dan lokasi militer.

Perserikatan Bangsa-Bangsa melaporkan telah mencatat 143 korban tewas dalam insiden di Rumah Sakit Rehabilitasi Omar, meskipun jumlah tersebut belum dapat diverifikasi secara independen.

Konflik antara kedua negara bertetangga ini merupakan yang terburuk dalam beberapa tahun terakhir. Ketegangan meningkat sejak otoritas Taliban melancarkan operasi militer pada akhir Februari di sepanjang Garis Durand, perbatasan sepanjang sekitar 2.640 kilometer yang memisahkan kedua negara.

Taliban menyebut operasi tersebut sebagai respons atas serangan udara mematikan dari Pakistan. Sementara itu, pihak Pakistan menyatakan serangan dilakukan untuk mencegah kelompok bersenjata menggunakan wilayah Afghanistan sebagai basis untuk melancarkan serangan.

Bentrok lintas batas dan serangan udara terus terjadi, meskipun ada seruan internasional untuk gencatan senjata serta kekhawatiran akan krisis pengungsian yang semakin meluas.

Direktur Jenderal Organisasi Kesehatan Dunia, Tedros Adhanom Ghebreyesus, sebelumnya memperingatkan bahwa konflik yang meningkat telah memberikan tekanan tambahan pada sistem kesehatan serta meningkatkan risiko bagi kelompok rentan.

Kementerian Luar Negeri Qatar menyambut baik jeda sementara ini sebagai langkah positif yang dapat meredakan ketegangan, serta berharap langkah tersebut dapat membuka jalan menuju gencatan senjata yang lebih berkelanjutan demi melindungi warga sipil dan menciptakan stabilitas kawasan.

Pizaro Idrus
Pizaro Idrus
Kandidat PhD bidang Hubungan Internasional Universitas Sains Malaysia. Peneliti Asia Middle East Center for Research and Dialogue
ARTIKEL TERKAIT
- Advertisment -spot_img

Terpopuler