Saturday, August 30, 2025
HomeBeritaPBB: 1.500 warga Gaza tewas saat cari bantuan kemanusiaan di Gaza Sejak...

PBB: 1.500 warga Gaza tewas saat cari bantuan kemanusiaan di Gaza Sejak Mei

Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) melaporkan bahwa sekitar 1.500 orang telah tewas di Jalur Gaza sejak Mei 2025 saat berupaya mendapatkan bantuan kemanusiaan. Laporan ini disampaikan Senin (4/8/2025) waktu setempat, seperti dikutip kantor berita Anadolu.

“Banyak orang dilaporkan terus menjadi korban tewas dan luka-luka, termasuk mereka yang sedang mencari makanan di sepanjang rute konvoi PBB dan titik distribusi yang telah dimiliterisasi,” kata Juru Bicara Deputi Sekretaris Jenderal PBB, Farhan Haq.

Ia juga mengonfirmasi bahwa seorang petugas kesehatan dari Palang Merah Palestina tewas akibat serangan udara Israel di Khan Yunis, Gaza selatan, pada Minggu (3/8/2025).

Sejak 27 Mei lalu, skema bantuan yang didukung AS dan Israel di Gaza telah menuai kritik luas karena dianggap tidak efektif dan menjadi “jebakan maut” bagi warga sipil yang kelaparan.

Menanggapi pertanyaan mengenai reputasi dan efektivitas PBB yang dinilai gagal menghentikan tindakan Israel, termasuk rencana aneksasi lebih lanjut atas wilayah Palestina, Haq menjawab bahwa Sekretaris Jenderal PBB “masih yakin” PBB dapat menjalankan mandatnya.

“Rekam jejak kami mencakup keberhasilan diplomatik dan bantuan kemanusiaan yang membantu menyelamatkan miliaran jiwa,” ujar Haq. Namun, ia menambahkan bahwa kurangnya kesatuan internasional, terutama di Dewan Keamanan PBB, menjadi hambatan besar bagi efektivitas organisasi tersebut.

Sementara itu, Kantor Media Pemerintah Gaza melaporkan bahwa sejak 27 Juli, Israel hanya mengizinkan masuk 674 truk bantuan—jumlah ini hanya 14 persen dari kebutuhan minimal harian Gaza, yang diperkirakan mencapai 600 truk.

Dari 80 truk bantuan yang masuk pada Minggu, sebagian besar dilaporkan dijarah di tengah “iklim kekacauan dan kelaparan yang sengaja diciptakan,” menurut pernyataan otoritas Gaza, yang menuding Israel memanfaatkan kelaparan sebagai senjata untuk melemahkan ketahanan warga Palestina.

Sejak dimulainya ofensif militer Israel pada 7 Oktober 2023, hampir 61.000 warga Palestina telah dilaporkan tewas, hampir setengahnya merupakan perempuan dan anak-anak. Serangan yang berlangsung tanpa jeda itu telah menghancurkan sebagian besar wilayah Gaza dan mendorongnya ke ambang kelaparan massal.

 

Pizaro Idrus
Pizaro Idrus
Kandidat PhD bidang Hubungan Internasional Universitas Sains Malaysia. Peneliti Asia Middle East Center for Research and Dialogue
ARTIKEL TERKAIT
- Advertisment -spot_img

Most Popular