HomeBeritaPemimpin Oposisi Israel: Netanyahu Ubah Tepi Barat Jadi "Tong Mesiu"

Pemimpin Oposisi Israel: Netanyahu Ubah Tepi Barat Jadi “Tong Mesiu”

YERUSALEM – Pemimpin Partai Demokrat Israel, Yair Golan, pada Sabtu (25/7) memperingatkan pemerintahan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu sedang mengubah Tepi Barat yang diduduki menjadi sebuah “tong mesiu”, lapor Anadolu.

Pernyataan itu disampaikan sehari setelah para pemukim Israel, dengan perlindungan tentara, menyerang kota Tal di dekat Nablus, Tepi Barat bagian utara. Serangan tersebut menewaskan empat warga Palestina dan melukai empat lainnya, menurut sumber-sumber Palestina.

Dua pemukim Israel juga tewas dalam insiden penembakan ketika warga Palestina berupaya menghadapi serangan tersebut, menurut sumber Palestina dan Israel.

Menyusul insiden itu, Netanyahu bersama Menteri Pertahanan Israel Katz memerintahkan operasi militer berskala luas di wilayah pendudukan tersebut.

Dalam unggahan di platform media sosial X, Golan menuduh pemerintah serta dua menteri sayap kanan ekstrem, Bezalel Smotrich dan Itamar Ben-Gvir, secara sengaja menciptakan situasi yang “mudah meledak” di Tepi Barat.

Ia mengatakan  selama berbulan-bulan para pemukim secara sistematis berupaya memicu gesekan, meningkatkan ketegangan, dan menyeret tentara Israel serta negara itu ke dalam konfrontasi yang lebih luas.

Alih-alih menghentikan mereka, menurut Golan, pemerintahan Netanyahu justru memberikan “dukungan dan dorongan”, sembari mengumumkan pembangunan pos-pos permukiman baru serta “peternakan ilegal”.

“Hal ini memperbesar bahaya dan meningkatkan eskalasi, bukannya menjauhkan warga sipil dari titik-titik konflik,” ujarnya.

Golan menegaskan Netanyahu dan Katz sedang mengubah Tepi Barat menjadi “tong mesiu yang mengancam keamanan Israel.”

Ia memperingatkan  harga dari eskalasi tersebut “dibayar dengan darah”, terutama oleh para tentara Israel yang dikirim untuk menghadapi konsekuensi dari kebijakan yang ia sebut sebagai “kebijakan yang gegabah.”

Golan menyerukan dilakukannya penyelidikan menyeluruh terhadap kekerasan di sekitar permukiman Havat Gilad, serta menyampaikan penyesalannya atas jatuhnya korban jiwa, baik dari pihak Israel maupun Palestina.

Ia juga menuntut agar seluruh pihak yang melanggar hukum atau terlibat dalam aksi kekerasan segera ditangkap dan diproses secara hukum.

Pernyataan tersebut disampaikan di tengah eskalasi berkelanjutan yang dilakukan Israel di seluruh wilayah Tepi Barat. Pada Sabtu, tentara Israel menangkap lebih dari 75 warga Palestina dalam serangkaian penggerebekan, termasuk lebih dari 40 orang di Desa Tal, sementara delapan warga Palestina terluka akibat serangan pemukim Israel terhadap Desa Far’ata, di sebelah timur Qalqilya.

Sejak Oktober 2023, pasukan Israel dan para pemukim telah menewaskan lebih dari 1.182 warga Palestina di Tepi Barat yang diduduki, melukai ribuan lainnya, serta menangkap sekitar 24.000 warga Palestina, menurut data resmi Palestina.

 

ARTIKEL TERKAIT

Terkini