Presiden Iran, Masoud Pezeshkian, menyatakan bahwa pembicaraan mengenai penghentian perang tidak memiliki arti selama belum ada jaminan bahwa Iran tidak akan menghadapi serangan lanjutan.
Dalam unggahan di platform X, Pezeshkian menyampaikan pernyataan tersebut setelah melakukan percakapan telepon dengan Presiden Prancis, Emmanuel Macron, terkait apa yang ia sebut sebagai agresi Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran.
Pezeshkian menegaskan bahwa Iran bukan pihak yang memulai konflik tersebut.
“Iran tidak memulai perang keji ini,” tulisnya. Ia menambahkan bahwa membela diri dari invasi merupakan hak alami suatu negara.
“Membicarakan penghentian perang tidak ada artinya sampai kami memastikan tidak akan ada lagi serangan di wilayah kami di masa depan,” tegasnya.
Selain itu, Pezeshkian juga menyoroti penggunaan pangkalan militer Amerika Serikat di kawasan Timur Tengah untuk melancarkan serangan terhadap Iran. Menurutnya, tindakan tersebut bertujuan merusak hubungan Teheran dengan negara-negara tetangganya.
Ia menambahkan bahwa perdamaian dan stabilitas kawasan tidak dapat tercapai jika serangan Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran diabaikan.
Pezeshkian juga menegaskan bahwa Iran tidak akan menyerah kepada pihak yang disebutnya sebagai agresor.
“Memulai perang untuk penaklukan dengan dasar informasi yang keliru merupakan tindakan ala abad pertengahan di abad ke-21,” ujarnya.


