Friday, January 30, 2026
HomeBeritaRedam ketegangan dengan AS, pemimpin Qatar dan Iran tekankan jalur diplomasi

Redam ketegangan dengan AS, pemimpin Qatar dan Iran tekankan jalur diplomasi

 Pemimpin Qatar dan Iran menekankan pentingnya dialog dan diplomasi dalam menghadapi berbagai tantangan regional di tengah meningkatnya ketegangan antara Washington dan Teheran. Hal tersebut terungkap dalam pembicaraan telepon antara kedua pemimpin pada Kamis, sebagaimana dilaporkan kantor berita Anadolu berdasarkan keterangan resmi Kantor Diwan Amiri Qatar.

Emir Qatar Sheikh Tamim bin Hamad Al Thani melakukan pembicaraan dengan Presiden Iran Masoud Pezeshkian untuk meninjau hubungan bilateral serta menjajaki peluang penguatan kerja sama di berbagai bidang.

Selain isu bilateral, kedua pemimpin turut membahas perkembangan situasi regional dan internasional. Fokus utama pembicaraan tersebut adalah merespons ketegangan yang tengah terjadi serta upaya-upaya deeskalasi demi mempromosikan stabilitas di kawasan.

Konsolidasi Perdamaian Kedua belah pihak menggarisbawahi bahwa dialog dan diplomasi merupakan kunci utama dalam menyelesaikan persoalan regional. Langkah ini dinilai perlu guna mengonsolidasikan perdamaian dan keamanan yang pada akhirnya akan melayani kepentingan seluruh kawasan.

Pertemuan melalui sambungan telepon ini berlangsung di tengah memanasnya hubungan Teheran dan Washington dalam beberapa pekan terakhir. Ketegangan tersebut dipicu oleh pernyataan Presiden AS Donald Trump yang menyebutkan bahwa sebuah “armada besar” tengah bergerak menuju Iran. Di saat yang sama, Trump menyerukan agar Teheran bersedia “duduk di meja perundingan” untuk melakukan negosiasi.

Merespons hal tersebut, para pejabat Iran memberikan peringatan keras bahwa setiap serangan AS akan memicu tanggapan yang “cepat dan menyeluruh”. Teheran menegaskan tetap membuka pintu bagi pembicaraan, namun hanya jika dilakukan di bawah syarat-syarat yang “adil, seimbang, dan tanpa paksaan.”

Pizaro Idrus
Pizaro Idrus
Kandidat PhD bidang Hubungan Internasional Universitas Sains Malaysia. Peneliti Asia Middle East Center for Research and Dialogue
ARTIKEL TERKAIT
- Advertisment -spot_img

Terpopuler