Sunday, August 31, 2025
HomeBeritaSatu tentara Israel tewas dalam pertempuran di Gaza

Satu tentara Israel tewas dalam pertempuran di Gaza

Satu tentara Israel tewas dan 11 lainnya terluka dalam pertempuran sengit di lingkungan Al-Zeitoun, Kota Gaza, Sabtu (30/8/2025), demikian dilaporkan oleh Roya News. Empat tentara dilaporkan masih hilang dalam insiden tersebut.

Pertempuran yang disertai serangan udara dan tembakan artileri berat itu terjadi di wilayah pinggiran Kota Gaza, seiring upaya militer Israel untuk menduduki wilayah tersebut. Media Israel menggambarkan pertempuran ini sebagai salah satu yang paling intens sejak 7 Oktober 2023.

Saluran berita i24 melaporkan bahwa pasukan Israel menghadapi perlawanan sengit saat mencoba bergerak maju ke wilayah tersebut.

Laporan-laporan di media sosial menyebutkan adanya insiden keamanan yang menyebabkan jatuhnya korban dari pihak Israel, meskipun informasi ini belum dikonfirmasi oleh sumber resmi. Militer Israel juga disebut telah memberlakukan larangan publikasi (gag order) terkait insiden ini.

Media lokal melaporkan bahwa operasi pencarian besar-besaran tengah dilakukan, di tengah kekhawatiran bahwa beberapa tentara yang hilang mungkin telah ditangkap oleh kelompok Hamas.

Brigade Al-Qassam, sayap militer Hamas, mengunggah pernyataan di Telegram yang menyatakan, “Kami mengingatkan mereka yang lupa: kematian atau penangkapan.” Pernyataan ini muncul bersamaan dengan laporan penyergapan terhadap pasukan Israel.

Rekaman dari lokasi menunjukkan aktivitas helikopter yang intens, tembakan suar, dan suara tembakan berat. Sejumlah pengamat menduga militer Israel telah mengaktifkan Protokol Hannibal, sebuah doktrin kontroversial yang dirancang untuk mencegah penangkapan prajurit oleh musuh.

Perkembangan ini menyusul pernyataan tegas dari juru bicara Brigade Al-Qassam, Abu Obeida, pada Kamis lalu. Ia memperingatkan bahwa rencana Israel untuk menduduki Kota Gaza akan menjadi bencana bagi kepemimpinan politik dan militer di Tel Aviv. Ia juga menyebut bahwa setiap tawanan Israel akan tetap berada di zona tempur bersama para pejuang Palestina.

“Jika ada tahanan yang tewas dalam serangan Israel, nama, foto, dan sertifikat kematian mereka akan diumumkan kepada publik,” ujar Abu Obeida dalam pernyataannya.

Operasi militer Israel saat ini merupakan bagian dari Operasi Gideon 2, yang disetujui oleh Menteri Pertahanan Israel Israel Katz pada 21 Agustus lalu. Operasi ini mencakup serangan skala besar yang dimulai dua pekan lalu di lingkungan Zeitoun dan meluas hingga ke Sabra. Wilayah ini telah dinyatakan sebagai “zona tempur berbahaya” oleh militer Israel.

Sejak Oktober 2023, lebih dari 63.000 warga Palestina dilaporkan tewas dalam serangan militer Israel ke Jalur Gaza. Wilayah kantong tersebut kini berada dalam kondisi kehancuran parah dan menghadapi krisis kelaparan yang kian memburuk.

Pada November lalu, Pengadilan Kriminal Internasional (ICC) mengeluarkan surat perintah penangkapan terhadap Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dan mantan Menteri Pertahanan Yoav Gallant atas dugaan kejahatan perang dan kejahatan terhadap kemanusiaan di Gaza.

Israel juga tengah menghadapi gugatan genosida di Mahkamah Internasional (ICJ) atas operasi militernya di wilayah tersebut.

 

Pizaro Idrus
Pizaro Idrus
Kandidat PhD bidang Hubungan Internasional Universitas Sains Malaysia. Peneliti Asia Middle East Center for Research and Dialogue
ARTIKEL TERKAIT
- Advertisment -spot_img

Most Popular