Arab Saudi pada Sabtu (21/3/2026) mengumumkan inisiatif baru untuk memasok kapal-kapal di Wilayah Timur dengan bahan bakar, air, dan makanan, sebagai bagian dari upaya mendukung lalu lintas maritim di Teluk.
Dalam pernyataannya, Otoritas Pelabuhan Umum Saudi menyebut inisiatif ini bertujuan untuk “memberikan layanan terpadu yang dapat memenuhi kebutuhan kapal dengan cepat.”
Layanan yang disediakan mencakup pasokan makanan, obat-obatan, bahan bakar, dan air, serta layanan pergantian kru kapal.
“Inisiatif ini merupakan bagian dari upaya berkelanjutan untuk mendukung lalu lintas maritim di kawasan, meningkatkan keandalan rantai pasok, serta memastikan kesiapan pelabuhan Saudi dalam memberikan dukungan dalam segala kondisi,” ujar otoritas tersebut.
Langkah Saudi ini dilakukan di tengah ancaman serangan rudal dan drone Iran ke Wilayah Timur dan beberapa wilayah lain, sebagai balasan atas serangan AS dan Israel ke Iran yang dimulai pada 28 Februari.
Selain itu, Iran juga secara efektif menutup sebagian besar Selat Hormuz bagi kapal-kapal asing dan mengancam akan menyerang kapal yang mencoba melintasi jalur strategis tersebut tanpa koordinasi.
Selat Hormuz merupakan jalur transit minyak utama, yang pada kondisi normal menangani sekitar 20 juta barel per hari dan sekitar 20 persen perdagangan gas alam cair global.
Kalau mau, aku bisa buat versi lebih ringkas ala portal berita online, supaya enak dibaca cepat dan tetap informatif. Apakah mau dibuatkan versi itu juga?


