Thursday, February 5, 2026
HomeBeritaSchumer: AS tak akan melangkah maju sebelum seluruh dokumen Epstein dibuka

Schumer: AS tak akan melangkah maju sebelum seluruh dokumen Epstein dibuka

Pemimpin Minoritas Senat Amerika Serikat, Chuck Schumer, pada Rabu menegaskan bahwa negara tersebut tidak akan bisa melangkah maju sebelum seluruh dokumen terkait mendiang terpidana kejahatan seksual Jeffrey Epstein dibuka sepenuhnya ke publik.

“Amerika tidak akan bergerak maju dari persoalan berkas Epstein sampai Amerika mendapatkan seluruh kebenaran, kebenaran sepenuhnya mengenai berkas Epstein. Amerika tidak akan bergerak maju sampai Donald Trump melakukan apa yang ia janjikan, yakni transparansi penuh, dan sejauh ini hal itu belum terwujud,” kata Schumer dalam pidatonya di lantai Senat.

Pernyataan itu disampaikan sehari setelah Presiden AS Donald Trump mengatakan bahwa bangsa tersebut sebaiknya melangkah maju usai rilis terbaru dokumen Epstein. Trump mengklaim bahwa Epstein dan pihak-pihak lain telah bersekongkol untuk menjatuhkan dirinya.

Schumer menilai jutaan dokumen terkait Epstein masih “terselubung dalam kegelapan”, sehingga memunculkan pertanyaan mengenai informasi apa saja yang terkandung di dalamnya.

“Kita tidak tahu apa saja yang masih tersisa di dalam dokumen-dokumen itu, termasuk apakah ada informasi tentang Donald Trump. Apakah Departemen Kehakiman secara khusus menyembunyikan dan tidak mengungkap dokumen yang berpotensi merugikan Trump?” ujar Schumer.

Ia menuding Departemen Kehakiman lebih mengutamakan kepentingan Trump dibandingkan transparansi dan kewajiban hukum, serta menyebut lembaga tersebut tidak lagi independen di bawah kepemimpinan yang ditunjuk presiden.

“Trump memilih orang-orang di Departemen Kehakiman untuk menjadi anjing penyerangnya, bonekanya sendiri. Mereka tidak memiliki independensi, dan karena itu kami tidak mempercayai mereka,” kata Schumer.

Schumer menutup pernyataannya dengan menegaskan bahwa isu ini tidak akan mereda hingga Trump merilis seluruh dokumen terkait Epstein yang masih tersisa.

Rilis terbaru dokumen Epstein oleh Departemen Kehakiman AS pada pekan lalu menyebut sejumlah tokoh ternama.

Jeffrey Epstein ditemukan tewas di sel penjaranya di New York pada 2019 saat menunggu persidangan atas dakwaan perdagangan manusia untuk tujuan seksual. Ia sebelumnya mengaku bersalah di pengadilan negara bagian Florida dan divonis pada 2008 atas kasus perekrutan anak di bawah umur untuk prostitusi, meski vonis tersebut menuai kritik karena dinilai terlalu ringan atau sebagai “kesepakatan istimewa”.

Para korban Epstein menuding ia mengoperasikan jaringan perdagangan manusia berskala luas yang melibatkan kalangan elite kaya dan berpengaruh di dunia politik.

Pizaro Idrus
Pizaro Idrus
Kandidat PhD bidang Hubungan Internasional Universitas Sains Malaysia. Peneliti Asia Middle East Center for Research and Dialogue
ARTIKEL TERKAIT
- Advertisment -spot_img

Terpopuler