HomeBeritaSerangan Israel Kembali Tewaskan Warga Sipil di Gaza, Kekerasan Berlanjut Meski Gencatan...

Serangan Israel Kembali Tewaskan Warga Sipil di Gaza, Kekerasan Berlanjut Meski Gencatan Senjata Berlaku

GAZA CITY — Sedikitnya tiga warga Palestina tewas dan beberapa lainnya luka-luka dalam rangkaian serangan Israel di berbagai wilayah Jalur Gaza pada Selasa (8/9), termasuk penembakan terhadap seorang pria lanjut usia di selatan Khan Younis dan pengeboman di kamp pengungsi Al-Shati sebelah barat Gaza City. Serangan-serangan ini terjadi kendati gencatan senjata yang dimediasi Amerika Serikat masih secara resmi berlaku sejak 10 Oktober 2025.

Kementerian Kesehatan Gaza melaporkan, korban bernama Fathi Ahmad Mahmoud Abu Ayada, 70 tahun, tewas setelah ditembak tentara Israel saat keluar dari tendanya di kawasan Al-Maslakh, selatan Khan Younis. Dalam insiden terpisah, pesawat tempur Israel membom kamp pengungsi Al-Shati, sementara serangan lain menghantam atap rumah keluarga Ferwana dekat Pemakaman Sheikh Radwan, melukai satu warga yang kemudian dilarikan ke Rumah Sakit Al-Shifa.

Kapal-kapal angkatan laut Israel juga dilaporkan menembak ke arah wilayah barat laut Gaza, sementara tembakan artileri menyasar kawasan timur laut kamp pengungsi Al-Bureij.

Korban Sejak Gencatan Senjata Terus Bertambah

Kementerian Kesehatan Gaza mencatat, sejak gencatan senjata mulai berlaku pada 11 Oktober 2025, sebanyak 1.355 warga Palestina telah tewas dan 4.516 lainnya terluka akibat serangan yang disebut terus berlangsung. Sebanyak 827 jenazah juga telah berhasil dievakuasi dari reruntuhan bangunan sepanjang periode tersebut.

Secara kumulatif sejak perang pecah pada 7 Oktober 2023, kementerian mencatat total korban tewas mencapai 73.662 jiwa dan 174.627 orang luka-luka. Kementerian menambahkan, sejumlah korban masih terjebak di bawah reruntuhan atau berada di area yang belum bisa dijangkau tim penyelamat.

Kritik atas Pelanggaran Berulang

Kantor Media Pemerintah Gaza kembali menuduh Israel menjalankan kebijakan kelaparan sistematis di tengah memburuknya krisis kemanusiaan di wilayah tersebut. Tuduhan ini muncul di tengah laporan berkelanjutan mengenai serangan-serangan yang terjadi hampir setiap hari sejak gencatan senjata diberlakukan, meski kesepakatan itu semestinya menghentikan operasi militer skala besar.

Militer Israel belum memberikan pernyataan resmi terkait insiden-insiden yang terjadi di Khan Younis, Al-Shati, dan Al-Bureij pada Selasa tersebut. Dalam sejumlah insiden sebelumnya, militer Israel kerap menyatakan operasinya menyasar infrastruktur maupun anggota kelompok bersenjata yang dituding melanggar kesepakatan gencatan senjata.

Situasi kemanusiaan di Gaza tetap kritis, dengan sebagian besar dari 2,4 juta penduduk masih mengungsi akibat kerusakan masif pada bangunan tempat tinggal sejak dua tahun konflik berlangsung.

ARTIKEL TERKAIT

Terkini