Serangan udara Israel menewaskan sedikitnya 24 warga Palestina di Jalur Gaza pada Rabu, termasuk tiga anak, sementara sedikitnya 31 orang lainnya dilaporkan terluka. Serangan tersebut terjadi di tengah berlanjutnya pelanggaran Israel terhadap kesepakatan gencatan senjata yang mulai berlaku pada 10 Oktober. Tak ada pernyataan resmi dari Dewan Perdamaian buatan Trump untuk merespons serangan ini.
Sebanyak 14 orang dilaporkan tewas di kawasan Tuffah dan Zeitoun, Kota Gaza.
Sementara itu, juru bicara Bulan Sabit Merah Palestina (Palestinian Red Crescent Society/PRCS) menyatakan bahwa proses evakuasi warga Palestina melalui perlintasan Rafah akan segera dilanjutkan, setelah sebelumnya diinformasikan bahwa evakuasi untuk hari ini dibatalkan.
Raed al-Nims mengatakan kepada Al Jazeera bahwa Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) telah memberi tahu PRCS mengenai pembatalan evakuasi kelompok ketiga, meskipun seluruh prosedur telah diselesaikan dan para pasien telah siap diberangkatkan ke Mesir.
Di sisi lain, penggerebekan oleh pasukan Israel terus berlangsung di wilayah pendudukan Tepi Barat. Dalam salah satu insiden, seorang pria Palestina tewas setelah diduga melempar batu ke arah tentara Israel yang bersenjata.

