Serangan udara Israel pada Sabtu, dilaporkan menewaskan sedikitnya 37 warga Gaza, termasuk enam anak-anak. Jumlah korban tersebut menjadi salah satu yang tertinggi sejak tercapainya kesepakatan penghentian pertempuran.
Pihak rumah sakit di Gaza menyebutkan bahwa rudal Israel menghantam sejumlah lokasi di wilayah utara dan selatan Gaza. Serangan tersebut antara lain mengenai sebuah apartemen di Kota Gaza serta sebuah kamp tenda di Khan Younis.
Selain itu, pesawat tempur Israel juga melancarkan serangan ke wilayah timur Kamp Bureij di Gaza tengah. Di Khan Younis, militer Israel dilaporkan mengeluarkan perintah pengosongan terhadap sebuah bangunan, menurut keterangan pejabat setempat.
Sebelumnya pada hari yang sama, pejabat Palestina menyatakan bahwa pasukan Israel menembakkan artileri ke wilayah timur Khan Younis dan Kota Gaza.
Serangan ini terjadi sehari sebelum para pejabat dijadwalkan membuka kembali penyeberangan perbatasan Rafah yang menghubungkan Gaza dengan Mesir, di kota paling selatan Jalur Gaza tersebut.
Rumah Sakit Al-Shifa melaporkan bahwa serangan pada Sabtu pagi yang menghantam sebuah gedung apartemen di Kota Gaza menewaskan tiga anak-anak, serta seorang bibi dan nenek mereka. Pihak rumah sakit menambahkan bahwa ibu dari anak-anak tersebut selamat.
Sementara itu, Rumah Sakit Nasser menyatakan bahwa serangan terhadap kamp tenda di Khan Younis memicu kebakaran yang menewaskan tujuh orang, termasuk seorang ayah, tiga anaknya, serta tiga cucunya.
Serangan lainnya juga dilaporkan menghantam sebuah kantor polisi, menewaskan sedikitnya 11 petugas, termasuk empat polisi perempuan, serta sejumlah tahanan yang berada di dalam gedung tersebut.
Kementerian Kesehatan Palestina di Gaza menyebutkan bahwa sejak gencatan senjata yang dimediasi Amerika Serikat antara Hamas dan Israel mulai berlaku pada Oktober lalu, serangan Israel telah menewaskan lebih dari 500 warga Palestina—sebagian besar warga sipil—serta melukai sedikitnya 1.412 orang.

