KHAN YOUNIS — Serangan udara Israel menewaskan satu warga Palestina dan melukai beberapa orang lainnya di Khan Younis, Jalur Gaza selatan, pada Jumat (25/9) sore waktu setempat. Serangan itu menghantam sebuah kendaraan sipil di dekat gerbang kamp pengungsian Wijdan di wilayah Al-Mawasi. Insiden ini terjadi hampir setahun setelah gencatan senjata yang dimediasi Amerika Serikat mulai berlaku pada 10 Oktober 2025.
Koresponden kantor berita Palestina WAFA melaporkan bahwa serangan tersebut merenggut satu nyawa dan melukai sejumlah warga lain yang berada di sekitar lokasi. Belum ada keterangan resmi dari militer Israel mengenai target spesifik serangan tersebut.
Sejak serangan Hamas ke Israel pada 7 Oktober 2023 yang memicu perang, jumlah warga Palestina yang tewas di Gaza telah mencapai sedikitnya 73.922 jiwa, menurut data terbaru yang dihimpun kantor berita AFP dari otoritas kesehatan di Gaza. Kementerian Kesehatan Gaza berada di bawah otoritas Hamas, namun angka-angkanya secara umum dinilai kredibel oleh badan-badan Perserikatan Bangsa-Bangsa.
Dua Tentara Israel Tewas di Gaza
Pada hari yang sama, militer Israel mengumumkan bahwa dua tentara cadangannya tewas di Jalur Gaza. Seorang sumber militer menyebut keduanya tewas akibat ledakan drone milik angkatan bersenjata Israel sendiri.
Menurut keterangan pejabat tersebut, sebuah drone Israel jatuh di sebuah pos militer di Jalur Gaza tanpa meledak. Ledakan baru terjadi setelah dua tentara mendekati drone itu untuk memeriksanya.
Militer Israel mengidentifikasi kedua tentara yang tewas sebagai Nadav Kali (24) dan Ofek Moalem (23), keduanya anggota Batalion 7007, Brigade 16.
Ketegangan di Tengah Gencatan Senjata
Gencatan senjata yang mulai berlaku pada 10 Oktober 2025 dimaksudkan untuk mengakhiri lebih dari dua tahun perang di Gaza. Namun sejak kesepakatan itu diteken, kedua belah pihak berulang kali saling menuduh melakukan pelanggaran, dan serangan-serangan mematikan di berbagai wilayah Gaza masih terus dilaporkan hampir setiap pekan.
Wilayah Al-Mawasi, tempat serangan Jumat terjadi, selama ini dikenal sebagai kawasan yang ditunjuk otoritas Israel sebagai zona aman bagi warga sipil yang mengungsi, meski serangan di area tersebut telah beberapa kali dilaporkan sepanjang tahun ini.
Belum ada pernyataan tambahan dari Kantor Koordinasi Sipil-Militer (CMCC) yang dibentuk Amerika Serikat dan sekutunya untuk memantau pelaksanaan gencatan senjata terkait insiden-insiden pada Jumat tersebut.


