HomeBeritaSerangan Udara Israel Tewaskan 10 Warga Palestina di Gaza City, Sasar Kantor...

Serangan Udara Israel Tewaskan 10 Warga Palestina di Gaza City, Sasar Kantor Polisi dan Kamp Pengungsi

GAZA CITY — Serangan udara militer Israel menewaskan sekurangnya 10 warga Palestina di Gaza City pada Rabu, 19 Agustus 2026, setelah militer Israel menyasar kantor pusat kepolisian dan sebuah kamp pengungsi dalam dua serangan terpisah pada hari yang sama, menurut laporan media yang mengutip pejabat kesehatan setempat. Serangan ini menambah daftar korban tewas warga sipil di tengah gencatan senjata yang telah berjalan sejak 10 Oktober 2025 namun berulang kali dilanggar. Al Jazeera

Insiden ini terjadi hanya sehari setelah militer Israel menyerang sebuah kafe di area pelabuhan Gaza City yang menewaskan enam warga Palestina, termasuk seorang anak, pada Selasa, 18 Agustus 2026. Serangan terhadap kafe tersebut menyasar kumpulan anggota kelompok Nukhba yang berafiliasi dengan Hamas.

Korban Termasuk Remaja 13 Tahun

Di antara korban tewas dalam serangan terhadap pos polisi tercatat seorang remaja perempuan berusia 13 tahun bernama Dana al-Jamasi. Serangan terhadap kantor kepolisian dan kamp pengungsi tersebut disebut media lokal sebagai bagian dari rangkaian serangan udara yang berlangsung sepanjang pekan itu.

Pihak militer Israel belum memberikan pernyataan resmi terperinci mengenai sasaran spesifik dari kedua serangan tersebut. Kelompok Hamas mengecam serangan itu sebagai pelanggaran terhadap kesepakatan gencatan senjata yang mulai berlaku sejak Oktober tahun lalu.

Serangan Terjadi Usai Pertemuan soal Pembatasan Target

Serangan terhadap kafe pada 18 Agustus terjadi sehari setelah utusan khusus Amerika Serikat, Jared Kushner, meminta Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu agar militer Israel hanya menyasar ancaman yang bersifat mendesak dalam operasinya di Gaza. Permintaan itu disampaikan dalam pertemuan yang turut dihadiri perwakilan Hamas dan anggota Board of Peace, badan yang dibentuk melalui Resolusi Dewan Keamanan PBB 2803 di bawah kepemimpinan Presiden AS Donald Trump.

Meski demikian, serangan-serangan mematikan terus berlanjut di berbagai wilayah Gaza dalam beberapa hari setelah pertemuan tersebut berlangsung.

Board of Peace Belum Merespons

Hingga berita ini diturunkan, Board of Peace belum mengeluarkan pernyataan publik terkait rangkaian serangan udara Israel yang terjadi di Gaza pada pertengahan Agustus 2026 ini. Ketiadaan respons tersebut menjadi sorotan mengingat badan itu dibentuk sebagai bagian dari mekanisme pengawasan pascaperang di wilayah Gaza.

Secara terpisah, Israel dan Hamas juga masih berselisih mengenai tahap disarmasi atau pelucutan senjata Hamas, yang menurut Kantor Perdana Menteri Israel harus dituntaskan sebelum proses rekonstruksi Gaza dapat dimulai. Netanyahu dan Kushner dilaporkan telah sepakat bahwa proses pelucutan senjata tersebut akan diawasi oleh seorang jenderal Amerika Serikat.

Situasi kemanusiaan di Gaza tetap kritis. Berdasarkan data Kementerian Kesehatan Gaza, total korban tewas warga Palestina sejak Oktober 2023 tercatat mencapai sekitar 72.797 jiwa, dengan 1,9 juta dari 2,4 juta penduduk Gaza mengalami pengungsian dan sekitar 80 persen bangunan di wilayah tersebut rusak atau hancur akibat perang.

ARTIKEL TERKAIT

Terkini