spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
Wednesday, February 25, 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
HomeBeritaSurvei Median: 50,4% publik tak setuju Indonesia bergabung BoP

Survei Median: 50,4% publik tak setuju Indonesia bergabung BoP

Sebanyak 50,4 persen publik pengguna media sosial menyatakan tidak setuju Indonesia bergabung dalam Dewan Perdamaian atau Board of Peace (BoP), yang digagas Presiden Amerika Serikat, Donald Trump.

Temuan ini disampaikan oleh lembaga Media Survei Nasional (Median). Direktur Eksekutif Median, Rico Marbun, memaparkan bahwa tingkat penolakan tersebut berkaitan dengan persepsi publik terhadap keberpihakan forum internasional itu.

“Yang tidak setuju sebanyak 50,4 persen, yang setuju 34,8 persen, dan yang tidak tahu atau tidak jawab 14,8 persen,” ujar Rico dalam pemaparan hasil survei secara daring, Senin (23/2/2026) seperti dikutip Tirto.

Rico menambahkan salah satu temuan penting adalah pandangan responden mengenai potensi dominasi negara tertentu dalam forum tersebut.

Hasilnya, sebanyak 67,7 persen responden setuju bahwa Board of Peace lebih menguntungkan Amerika Serikat dan Israel dibanding Palestina.

Berdasarkan survei tersebut juga, 55,7 persen responden percaya pemerintah Indonesia tetap konsisten membela Palestina, sementara 31,7 persen menyatakan tidak percaya.

“Pemerintah ini sebenarnya masih punya modal sosial yang cukup ya sebagai pemerintahnya. Modal sosial yang cukup untuk melakukan adjustment atau perbaikan terhadap situasi,” jelas Rico.

Survei dilakukan pada 10–14 Februari 2026 melalui penyebaran kuesioner berbasis Google Form kepada 1.200 pengguna aktif media sosial berusia 17–60 tahun di seluruh Indonesia.

Rico juga menyebut adanya kekhawatiran bahwa langkah Indonesia bergabung dalam BoP dapat memengaruhi konsistensi sikap terhadap Palestina.

“Sebanyak 66,2 persen responden menyatakan khawatir keanggotaan Indonesia dalam Board of Peace akan melemahkan konsistensi dukungan terhadap Palestina,” ucapnya.

Terkait alasan penolakan, Rico menjelaskan bahwa sebagian responden menilai forum tersebut merupakan bagian dari kepentingan geopolitik tertentu.

Alasan tertinggi penolakan muncul karena BoP dianggap sebagai upaya Amerika Serikat dan Israel untuk menguasai Gaza serta Palestina yang dinilai belum merdeka.

Board of Peace (BoP) sebelumnya disebut sebagai forum internasional yang bertujuan mendorong resolusi konflik antara Palestina dan Israel.

Pemerintah Indonesia menyatakan komitmen untuk berkontribusi dalam forum tersebut, termasuk melalui pengiriman pasukan perdamaian dan dukungan finansial.

Hasil survei ini menunjukkan isu politik luar negeri, khususnya terkait konflik Palestina–Israel, menjadi perhatian serius publik.

Dengan mayoritas masyarakat telah menyatakan penolakan, dinamika perdebatan mengenai posisi Indonesia dalam Board of Peace diperkirakan masih akan berlanjut.

Pizaro Idrus
Pizaro Idrus
Kandidat PhD bidang Hubungan Internasional Universitas Sains Malaysia. Peneliti Asia Middle East Center for Research and Dialogue
ARTIKEL TERKAIT
- Advertisment -spot_img

Terpopuler