Survei terbaru yang dilakukan oleh The Economist menunjukkan bahwa 70 persen warga Suriah merasa optimis terhadap masa depan negara mereka meskipun tengah dilanda krisis ekonomi dan kekerasan sektarian.
Meskipun kondisi ekonomi Suriah semakin memburuk dan kekerasan sektarian masih terus berlangsung, mayoritas rakyat Suriah menunjukkan rasa harapan terhadap pemerintah baru yang dipimpin oleh Presiden Ahmad al-Sharaa.
Menurut survei yang melibatkan berbagai kelompok etnis dan agama di seluruh Suriah, sekitar 80 persen responden merasa bahwa mereka kini menikmati kebebasan lebih besar dibandingkan saat pemerintahan Bashar al-Assad.
Lebih dari dua pertiga dari mereka juga menilai bahwa keamanan negara telah mengalami perbaikan meskipun terjadi bentrokan sporadis di beberapa wilayah.
Survei ini memberikan gambaran positif tentang pemerintahan al-Shar’ah, yang memimpin sejak Januari lalu dan telah mengambil langkah konkret dengan membentuk pemerintah sementara.
Meskipun situasi politik yang tidak stabil dan sanksi internasional masih menjadi tantangan besar, banyak warga Suriah berharap bahwa al-Sharaa dapat membawa perubahan positif.
Namun, tantangan terbesar yang dihadapi oleh al-Sharaa adalah menghidupkan kembali ekonomi Suriah yang hancur akibat perang dan sanksi internasional.
Sejumlah besar responden mengungkapkan bahwa kondisi ekonomi negara mereka masih terpuruk, dan tanpa bantuan internasional, perbaikan ekonomi kemungkinan akan sulit tercapai.
The Economist mengingatkan bahwa meskipun optimisme tersebut mencerminkan keinginan rakyat Suriah untuk perubahan, dunia internasional perlu segera mencabut sanksi yang memberatkan ekonomi Suriah agar negara ini dapat memulai proses pemulihan dan menghindari kemunduran lebih lanjut.