Lawan

Hamas Serukan Eskalasi Perlawanan Hadapi Kebrutalan Zionis

GAZA MEDIA, GAZA – Hamas mengingatkan penjajah Israel agar kelompok zionis menghentikan kejahatan mereka terhadap kota-kota dan pedesaan Palestina di Tepi Barat.

Dalam rilis yang diterima Pusat Informasi Palestina, Hamas menegaskan bahwa dampak kejahatan brutal kelompok zionis akan ditanggung pimpinan mereka, bangsa Palestina mampu membela diri dan merespon agresi yang mereka lakukan, seperti dikutip dari Palinfo, Sabtu (18/12).

Hamas menyerukan eskalasi perlawanan secara menyeluruh untuk menghadapi kebrutalan kelompok zionis, tidak ada kenyamanan bagi zionis di wilayah Palestina. Hamas menegaskan bahwa operasi serangan Nablus merupakan pesan nayata bahwa bangsa Palestina tidak akan lambat dalam membela diri dan wilayahnya.

Hamas juga menyerukan kepada segenap kekuatan dan faksi-faksi Palestina untuk menyatukan barisan di lapangan, dan mendukung perlawanan menyeluruh dengan semua bentuknya. Perlawanan merupakan sarana yang mampu menghentikan agresi zionis, dan menghentikan serangan kelompok yahudi, mencegah mereka melanjutkan aneksasi wilayah Palestina.

Sementara itu apresiasi disampaikan kepada segenap bangsa Palestina, yang telah mempersembahkan pengorbanan dan solidaritas, Hamas menegaskan bahwa persatuan menjadi jalan menuju kemerdekaan dan kedaulatan.

Kelompok yahudi bersenjata menyerang puluhan warga Palestina di desa Barqah Utara, Nablus pada Jumat pagi, mereka berupaya membakar desa, dan menembaki para pemuda Palestina.

Selain itu, kelompok yahudi melempari rumah-rumah Palestina menggunakan batu, yang menyebabkan kerusakan kaca dan jendela, mereka berupaya membakar rumah, dan baru sempat membakar kandang ternak dan gudang.

Tokoh Hamas Abdul Hakim Hanini menegaskan, persatuan nasional dan perlawanan menyeluruh merupakan pilihan untuk mengadapi serangan gerombolan yahudi ke kota-kota dan pedesaan Palestina di Tepi Barat.[]

Para Aktivis Serukan Makmurkan Masjid Ibrahimi dan Lawan Penyerbuan

GAZA MEDIA, HEBRON – Para aktivis Palestina menyerukan untuk memakmurkan Masjid Ibrahimi di kota Hebron dengan shalat berjamaah di dalamnya, sehubungan dengan persiapan yang dilakukan Presiden Entitas Zionis, Isaac Herzog, untuk menyerbu ke dalam Masjid al-Aqsha pada hari Ahad ini, Sabtu (27/11).

Para pelindung Masjid Ibrahimi dan aktivis Palestina meminta warga untuk memakmurkan kembali Masjid Ibrahimi dengan shalat berjamaah dalam jumlah ribuan, mulai besok pagi, untuk memobilisasi melawan rencana pendudukan Yahudi, dan untuk menggagalkan penyerbuan masjid, seperti dikutip dari Palinfo.

Issa Amru, pendiri Youth Against Settlements, mengatakan bahwa penyerbuan yang akan dilakukan Herzog ke Masjid Ibrahimi, untuk merayakan hari raya cahaya Yahudi “Hanukkah”, merupakan pelanggaran terang-terangan terhadap hukum internasional, serta mengungkap kecenderungan pendudukan Israel untuk mendukung para pemukim ekstremis pendatang Yahudi. pada liburan mereka di Hebron.

Amru menambahkan bahwa permukiman Israel yang ada di Hebron adalah illegal. Karena Hebron adalah kota Palestina yang diduduki. Harus diberikan perlindungan terhadap kota tua di Hebron dan Masjid Ibrahimi dari yahudisasi.

Dia menyatakan bahwa UNESCO telah menempatkan Kota Tua dan Masjid Ibrahimi dalam daftar monumen dunia yang berada dalam bahaya, dan menganggapnya sebagai tengara sejarah Palestina murni tanpa ada perdebatan.

Direktur Masjid Ibrahimi, Hefzy Abu Sneina, mengatakan bahwa penyerbuan yang hendak dilakukan Herzog adalah “pelanggaran serius, serangan terang-terangan, dan provokasi terhadap perasaan umat Islam.”

Dia menyatakan bahwa serangan pendudukan Israel terhadap Masjid Ibrahimi meningkat dari hari ke hari, di tengah-tengah gancarnya serangan terhadap Hebron. Dia menyatakan bahwa pendudukan Israel menguasai 63% area masjid, dan berusaha untuk memperluas hingga menguasainya secara penuh.

Surat kabar Ibrani Haaretz melaporkan bahwa Presiden Entitas Zionis Herzog memutuskan untuk membuka perayaan hari besar Yahudi “Hanukkah”, dengan menyalakan lilin pertama di Masjid Ibrahimi di Hebron.

Para pengamat berpendapat bahwa Herzog menginginkan bukti tambahan pencaplokan de facto kota Hebron yang diduduki ke dalam entitas pendudukan Israel.

Pengumuman penyerbuan Herzog ke Hebron ini bertepatan dengan pengumuman otoritas pendudukan Israel untuk menyetujui pembangunan 372 unit permukiman Yahudi baru di dalam permukiman Yahudi “Kiryat Arba”.[]