Yahudi

Warga Hadang Serangan Pemukim Pendatang Yahudi di Desa Madama

GAZA MEDIA, Nablus – Ahad (26/6/2022), warga desa Madama menghadang serangan yang dilakukan para pemukim pendatang Yahudi ke rumah-rumah warga di desa yang terletak di selatan Nablus tersebut.

Ghassan Doughlas, pejabat yang bertanggung jawab atas masalah permukiman Yahudi di Tepi Barat utara, mengatakan bahwa sekelompok pemukim pendatang Yahudi dari kompleks permukiman Yahudi “Yitzhar” menyerang rumah warga dari sisi selatan kota, dan warga menghadang mereka, di tengah pecahnya konfrontasi di daerah tersebut.

Douglas memperingatkan bahwa para pemukim pendatang Yahudi akan melakukan kejahatan terhadap warga dan properti mereka.

Dia menyerukan perlunya mengaktifkan komite penjaga dan berhati-hati, terutama di desa-desa yang berdekatan dengan permukiman-permukiman Yahudi.

Para pemukim pendatang Yahudi baru-baru ini meningkatkan serangan mereka terhadap warga dan propertinya di Tepi Barat, di bawah perlindungan dari pasukan pendudukan Israel.

Hari Sabtu (25/6/2022), seorang warga terluka di kepala, dan kendaraannya dibakar dalam serangan yang dilakukan oleh para pemukim pendatang Yahudi yang menarget petani di daerah antara desa Al-Mughayer dan Turmusaya, sebelah timur Ramallah.

Selasa pekan lalu, Ali Hassan Harb (27 tahun), gugur setelah ditikam oleh seorang pemukim pendatang Yahudi di desa Iskaka, sebelah timur Salfit.[]

Gelombang Eksodus Ribuan Yahudi Ukraina ke Israel Ancam Palestina

GAZAMEDIA,TEL AVIV – Konflik Rusia dengan Ukrainia hingga kini masih memanas. Akibat ketegangan antar kedua negara dibagian eropa timur tersebut disinyalir akan berdampak terhadap ancaman bagi bangsa Palestina. Pasalnya, ribuan orang Yahudi Ukraina tidak menutup kemungkinan akan mencari perlindungan ke Israel.

Saat ini, pihak berwenang Israel sedang mempersiapkan kemungkinan gelombang migran dari Ukraina . Persiapan ini menyusul ketegangan terus-menerus antara Rusia dan Ukraina, sebut laporan Israel Hayom, Senin (21/2) kemarin.

Menurut harian itu, rencana darurat yang terperinci dirumuskan jika ribuan orang Yahudi memutuskan untuk melarikan diri ke Israel jika terjadi perang antara Ukraina dan Rusia.

Menteri Imigran dan Penyerapan Pnina Tamano-Shata memimpin pertemuan darurat dengan perwakilan hotel yang hadir.

“Jika 5.000 orang datang ke Israel dalam satu minggu, ini adalah peristiwa yang perlu dipersiapkan,” kata seorang sumber informasi kepada Israel Hayom.

“Ini adalah jumlah yang jauh lebih besar daripada Imigran dan Penyerapan dan badan-badan lain yang biasa,” tambah sumber itu.

Rencana yang muncul meliputi persiapan di Bandara Ben Gurion untuk penyerapan imigran, termasuk pengiriman kartu identitas, mereka tinggal di pusat penyerapan atau hotel dan hostel, dan pengawalan di awal tinggal mereka di Israel.

Sementara itu, Kementerian Luar Negeri terus menyerukan warga Israel di Ukraina untuk segera meninggalkan negara itu.

“Tindakan harus diambil agar orang Israel mengerti bahwa penyelamatan yang terlambat dapat menjadi rumit dan berbahaya,” kata Menteri Luar Negeri Israel, Yair Lapid.

Sementara itu, Kedutaan Besar Israel di Ukraina mengaku sedang mempersiapkan segala skenario terkait situasi di Ukraina.

“Kedutaan sedang mempersiapkan segala macam scenario. Tetapi, mulai hari ini kami tinggal di sini di Ukraina, karena kehadiran kami di sini diperlukan bagi warga Israel yang tinggal di Ukraina,” kata Duta Besar Michael Brodsky.

Brodsky berbicara dengan i24NEWS pada Minggu (20/2), soal perkembangan terakhir dalam krisis Ukraina yang sedang berlangsung, serta apa yang kedutaan lakukan untuk mempersiapkan kemungkinan invasi oleh Moskow.

“Pada saat yang sama, kami terus menyerukan warga Israel untuk meninggalkan negara itu sesegera mungkin,” lanjutnya.

“Kami merasakan peningkatan eskalasi, dan kami pikir kami mendekati titik keputusan, tetapi orang tidak tahu apa yang akan terjadi kapan itu akan terjadi, dan apakah itu akan terjadi,” imbuhnya. []

 

Dor….!!! Saling Tembak Dua Serdadu Israel Terluka

GAZAMEDIA, PALESTINA – Dua Serdadu Israel mengalami luka tembak setelah melakukan aksi saling tembak sesama tentara Israel diperbatasan Palestina-Mesir, Kamis (27/1) dini hari waktu setempat.

Informasi yang dihimpun GAZAMEDIA, kedua tentara Israel yang mengalami luka tembak itu dikira sebagai pelaku penyelundupan narkoba.

Melihat gerak-gerik yang mencurigakan, seorang petugas Zionis Israel langsung mengeluarkan senapan dan menembakan senjatanya kearah kedua serdadu tersebut.

Aksi penembakan terhadap kedua serdadu itu dianggap sebagai tindakan yang memalukan dan sangat Ceroboh.

Beruntung satu dari kedua serdadu yang ditembak itu hanya mengalami luka ringan. Keduanya pun langsung dilarikan kepusat medis untuk mendapatkan pertolongan.

Hal ini menjadi insiden kedua dalam satu bulan terakhir. Sebelumnya dua perwira dari unit elit tewas pada awal Januari akibat kebakaran bersama rekan mereka dalam diagnosis yang salah di dalam sebuah situs militer Israel. []

Israel Peringati 25 Tahun Tragedi Kecelakaan Helikopter yang Tewaskan 73 Serdadu

GAZAMEDIA, TEL AVIV – Israel peringati 25 tahun tragedi tabrakan kedua helikopter militer zionis Israel yang menewaskan 73 serdadunya saat menjalankan misi perjalananya di kawasan Lebanon Selatan.

Informasi yang dihimpun GAZAMEDIA, dalam peringatan tragedi naas itu puluhan orang terlihat berkumpul di Kibbutz Dafna di Galilea umumnya mereka merupakan keluarga dan kerabat korban yang tewas dalam peristiwa tersebut.

Kepala Staf IDF Letnan Jenderal Aviv Kohavi dan berbagai pejabat hadir dalam peringatan itu sementara Presiden Isaac Herzog dan Menteri Pertahanan Benny Gantz memberikan pidato dalam bentuk video yang direkaman sebelum acara peringatan peristiwa terparah yang menimpah pasukan pertahanan Israel sepanjang sejarah.

Kohavi mengatakan, bahwa militer saat ini sedang menyelidiki peristiwa tersebut secara mendalam untuk memahami apa yang terjadi. Paslnya, Organisasi yang sangat baik bukannya tanpa kesalahan, tetapi organisasi yang sangat baik menyelidiki mereka secara menyeluruh, tidak meninggalkan kebutuhan bisnis yang terlewat, dan menjadi lebih baik.

Sementara itu, Gantz mengatakan bahwa itu adalah tugas moral Israel untuk menyelidiki dan mempelajari pelajaran tanpa asumsi apa pun setelah setiap kecelakaan di militer.

“Bencana helikopter merupakan salah satu bencana terbesar yang menimpa IDF, dan juga menjadi bukti bahwa IDF tahu bagaimana menyelidiki secara mendalam, memperkuat tentaranya yang terluka, dan terus memenuhi misi operasionalnya,” paparnya.

Pada tanggal 4 Februari 1997, dua helikopter Sikorsky CH-53 Yasur Angkatan Udara Israel yang membawa pasukan IDF ke Kastil Beaufort dan pos militer Pumpkin di zona keamanan di Lebanon selatan bertabrakan di udara menewaskan semua orang di dalamnya.

Pasukan tersebut termasuk mereka yang bertugas di brigade infanteri Nahal dan Golani serta Korps Lapis Baja dan unit lain yang aktif di Lebanon selatan. Mereka datang dari seluruh negeri dan rata-rata usia korban masih cukup belia yakni masih belasan tahun.

Salah satu helikopter jatuh di Sha’ar Yashuv, sebuah moshav yang digunakan sebagai resor liburan Galilea. Helikopter Yasur lainnya jatuh di lapangan terbuka dekat Kibbutz Dafna, di mana sekarang ada peringatan untuk para korban, dengan 73 batu besar, masing-masing dengan nama salah satu yang jatuh di sekitar kolam kecil. []

 

Bejat Seorang Tentara dan Rabi di Israel Jadi Pelaku Pemerkosaan

 

GAZAMEDIA, PALESTINA – Kasus tindak asusila berupa aksi bejat pemerkosaan salah seorang anggota militer Israel terhadap  rekan setimnya memasuki babak persidangan. Pelaku tindak pemerkosaan pun dinyatakan terbukti bersalah.

Dilansir dari media Israel Yedioth, tentara yang memperkosa tersebut bekerja di unit Iron Dome dan telah melakukan tindakan bejat sebanyak 5 kali, antara April dan Juli tahun lalu di 3 tempat pangkalan militer, termasuk ‘pangkalan intelijen militer’ di front Utara serta merekam tindakan asusila tersebut.

Sementara itu, surat kabar Israel lainya yaitu “Today” juga melaporkan, seorang rabi berusia tujuh puluh tahun ditangkap pekan lalu karena mencabuli dua anak di bawah umur, salah satunya adalah anak dari kerabatnya.

Surat kabar itu menunjukkan bahwa penyelidikan menetapkan rabi tersebut sebagai tersangka dimulai setelah pengaduan yang diajukan mengenai pelanggaran seksual yang dilakukannya beberapa tahun lalu.

Patut dicatat bahwa laporan resmi Israel berbicara tentang terjadinya 1.542 kejahatan seksual di jajaran pasukan militer selama tahun 2020, yang mengungkapkan dekadensi moral dalam sistem pasukan penjajah Israel di segala lini. []

4 Serdadu Israel Terluka Akibat Kecelakaan di Perbatasan Lebanon

GAZAMEDIA, LEBANON – Sebuah kendaraan militer milik Israel mengalami kecelakaan tunggal di Jalan Shebaa Farms, perbatasan Palestina dengan Lebanon, Sabtu (22/1) kemarin.

Informasi yang dihimpun GAZAMEDIA, dalam peristiwa terguling nya kendaraan tersebut 4 serdadu Israel yang berada didalamnya mengalami luka-luka.

Media nerbahasa Ibrani Yediot melaporkan, penyebab kecelakaan dipicu karena jalanan yang licin akibat tingginya curah salju yang turun di lokasi kejadian.

Sebagai dicatat tingkat kecelakaan yang melibatkan dunia militer baru-baru ini meningkat di unit internal pasukan penjajah.

Di mana data terakhir adalah pembunuhan tidak disengaja antara dua perwira elit Israel yang terjadi di pos militer Lembah Yordan, Perbatasan Palestina. []

Jet Tempur Israel Kembali Gempur Jalur Gaza

GAZAMEDIA, GAZA – Jet tempur zionis Israel kembali melakukan serangan udara kesejumlah situs perlawanan pejuang kemerdekaan Palestina disejumlah wilayah di Jalur Gaza, Minggu (2/1) dini hari waktu setempat.

Informasi yang dihimpun GAZAMEDIA, pesawat tempur Israel tersebut menyerbu situs Qadisiyah di Jalur Gaza selatan dan menjatuhkan 5 rudal berkapasitas berat, akibat dari serangan udara itu sejumlah bangunan mengalami kerusakan material yang cukup besar.

Serangan udara Israel juga dilakukan di kota Beit Lahia, di Jalur Gaza utara, dalam serangan ini, serdadu Israel menargetkan dua titik pemantauan milik kontrol lapangan pejuaang Palestina. Tidak hanya itu, para serdadu juga menggunakan senapan mesin berat mereka untuk menembaki areal pertanian milik warga Palestina.

Sementara itu, tak terima mendapatkan serangan udara dari militer Israel, para pejuang perlawanan kemerdekaan Palestina juga membalas serangan dengan menembakkan senapan mesin mereka ke arah pesawat agresor Israel yang terbang di atas teritorial udara Palestina.

Selama pengeboman Jalur Gaza, kelompok perlawanan Palestina melakukan uji coba rudal ke arah laut dalam rangka mengembangkan kemampuan militernya dan sebagai pesan tantangan kepada pihak Israel dengan kesiapan dan kemampuannya untuk merespon dan mencapai keseimbangan kekuatan dan pencegahan.

Pihak Israel mengklaim bahwa pemboman situs-situs di Jalur Gaza baik di selatan maupaun utaraomo terjadi sebagai tanggapan atas penembakan dua rudal oleh kelompok perlawanan ke arah Pantai Jaffa pada Sabtu pagi waktu setempat. []

Pasukan “Israel” Usir Pemukim Ilegal “Yahudi” Masuki Wilayah Homish, Tepi Barat

GAZA MEDIA, AL-QUDS – Sabtu malam (25/11), pasukan penjajah nyatakan area pos wilayah Homish, Nablus Utara, sebagai zona militer tertutup, dan mengusir para pemukim ilegal Yahudi yang mencoba menerobos masuk.

Media 7 Ibrani melaporkan bahwa komandan pasukan wilayah keluarkan perintah usir pemukim ilegal “Yahudi” di pos Hommish desa Burqa hindari bentrokan yang terjadi malam tadi, di mana para pemukim ilegal menyerang rumah-rumah Palestina di Cyrenaica dan desa-desa tetangga.

Sementara itu, pasukan penjajah “Israel” memasang kawat penghalang jalan menuju pos di tempat tersebut setelah pegusuran dan pencaplokan masal yang “mereka” lakukan pada tahun 2005 silam.

Diketahui 10 hari yang lalu seorang pemukim ilegal tewas dan dua lainnya terluka beberapa saat setelah mereka meninggalkan pos utama “Homish” menuju pemukiman ileagl Shave Shomron, dan tentara penjajah umumkan penangkapan para pejuang yang lakukan aksi heroiknya, disinyalir dari desa Al-Silah Al-Harithiya.[]

Biadab! Wanita Palestina Ditabrak Pemukim Ilegal Yahudi Hingga Tewas

GAZA MEDIA, RAMALLAH – Seorang wanita Palestina Gader Musalamah (60) tahun, syahid pada Jumat pagi (24/12) ditabrak oleh sebuah mobil  pemukim ilegal Yahudi di Ramallah.

Sumber berita lokal mengatakan, seorang Ibu Palestina dari kota Sinjel, Utara Ramallah tersebut sengaja ditabrak saat ia hendak menghindar dari ancaman bahaya.

Kemudian pasukan Israel seketika hadir di lokasi kejadian untuk mengamankan perlawanan dan konfrontasi dari pejuang Palestina lainnya.

Hingga kini, penjajah Israel terus lakukan kebijakan (keji) berantas keberadaan orang-orang Palestina (genoside) dengan berbagai aksi brutal dan penangkapan warga yang tak bersalah.

Bulan Februari lalu, di tahun ini juga, seorang pria Palestina Bilal Bawatneh yang berusia 52 tahun dari kota al-Bireh tewas dan dua lainnya terluka setelah seorang pemukim Israel menabrak mereka pada Jumat (13/2) pagi. Peristiwa itu terjadi di utara daerah Lembah Jordan, Tepi Barat yang diduduki.

Sekretaris gerakan Fatah di Tubas dan Lembah Jordan, Mahmoud Sawafta, mengatakan para korban sedang mendaki di jalur alami antara desa Bardala dan Ain Al-Baida.

Seorang petugas ambulan dari Bulan Sabit Merah Palestina, Hassan Faqha kala itu mengatakan bahwa kru Bulan Sabit Merah Palestina tidak diizinkan bergerak sampai seorang dokter Israel datang untuk memeriksa jenazah, sesuai prosedur Israel di Tepi Barat yang diduduki.

Faqha menambahkan, jenazah Bawatneh akan dipindahkan ke Kompleks Medis Palestina di Ramallah seperti dikutip dari Al Araby, Sabtu (13/2/2021).

Serangan yang dilakukan terhadap warga Palestina oleh pemukim Israel bukan sekali ini saja terjadi tapi sudah beberapa kali.[]

Seruan Aksi Massa di Nablus untuk Hadang Serangan Pendatang Yahudi

GAZA MEDIA, NABLUS – Komite Koordinasi Faksi-faksi Palestina di propinsi Nablus menyerukan hari kemarahan dan mobilisasi massa untuk menghadang serangan para pemukim pendatang Yahudi yang berusaha memaksakan realita yang harus diterima pada rakyat Palestina.

Komite mendesak massa Palestina untuk berpartisipasi dalam pawai yang akan dimulai hari ini, Kamis (23/12/2021) menuju tanah Barqa di utara Nablus, dan menyerukan kehadiran mereka pada pukul satu siang, sebagai respon terhadap pawai koloni permukiman Israel, seperti dikutip dari Palinfo.

Komite mengutuk arogansi dan barbarisme yang dilakukan para pemukim pendatang Yahudi, yang menyerang banyak desa dan kota Palestina, di Nablus dan provinsi lainnya.

Komite menekankan perlunya melawan para pemukim pendatang Yahudi di kota Barqa. Pihaknya mengimbau semua massa Palestina untuk melakukan memobilisasi massa dan mengobarkan perlawanan.

sebelumnya, faksi-faksi perlawanan Palestina meminta massa rakyat Palestina untuk meningkatkan konfrontasi dengan penjajah Israel dan mengobarkan wilayah Tepi Barat untuk melawan pendudukan Israel.

Faksi-faksi perlawanan menekankan bahwa intifadhah dan revolusi adalah jalan keluar untuk terbebas dari pendudukan.

Komite mengapresiasi aksi-aksi heroik di Tepi Barat dan al-Quds, yang membuktikan bahwa perlawanan masih ada di lapangan, dan bahwa pemuda Palestina masih memiliki jiwa revolusioner.

Patut dicatat bahwa selama beberapa hari terakhir, rakyat Palestina menggalang aksi massa untuk menghadang serangan para pemukim pendatang Yahudi terhadap penduduk beberapa desa dan kota di Tepi Barat, terutama di Barqa di pinggiran Nablus, dan untuk menghentikan infiltrasi mereka terhadap warga dan properti mereka, serta untuk mendukung perjuangan warga tersebut.

Warga diminta untuk berkumpul dan mendukung penduduk desa yang diserang oleh ratusan pemukim pendatang Yahudi yang mendapatkan dukungan penuh dari pasukan pendudukan Israel, menyusul peristiwa yang menewaskan seorang pemukim Israel dan melukai lainnya dalam aksi penembakan heroik di utara Nablus Kamis lalu.

November lalu terjadi eskalasi aksi-aksi melawan pendudukan Israel di Tepi Barat dan kota al-Quds, yang menewaskan seorang Israel dan melukai 27 orang lainnya.

Menurut laporan dari departemen media Hamas di Tepi Barat, aksi perlawanan selama sebulan terakhir berjumlah 594 aksi, termasuk 15 serangan penembakan dan bentrokan bersenjata dengan pasukan pendudukan Israel, 8 di antaranya terjadi di Nablus. .

Di Tepi Barat juga telah terjadi 201 konfrontasi langsung, ratusan aksi pelemparan batu ke pasukan pendudukan Israel dan pemukim pendatang Yahudi, 31 pelemparan bom molotov, dan 72 aksi penghadang terhadap serangan pemukim pendatang Yahudi di seluruh Tepi Barat.[]