HomeBeritaTembakan Hantam Tenda di Lokasi Pengungsian Rafah Utara, Satu Mitra Kemanusiaan Tinggalkan...

Tembakan Hantam Tenda di Lokasi Pengungsian Rafah Utara, Satu Mitra Kemanusiaan Tinggalkan Area

RAFAH — Tembakan mengenai dan merusak sejumlah tenda di lokasi pengungsian di wilayah utara Rafah, Jalur Gaza, pada Selasa (3/11/2026). Insiden itu dilaporkan menimbulkan korban luka dan memaksa satu mitra kemanusiaan meninggalkan area tersebut, menurut Kantor PBB untuk Koordinasi Urusan Kemanusiaan (OCHA).

OCHA menyampaikan hal itu dalam pembaruan pada Rabu (4/11). Organisasi nonpemerintah yang terdampak disebut sedang mengerjakan pengendalian banjir menjelang musim hujan. Dalam ringkasan yang dimuat UN News, tidak disebutkan jumlah korban luka, nama organisasi tersebut, maupun pihak yang melepaskan tembakan.

Insiden lain di hari yang sama

Pada hari yang sama, tembakan senjata ringan dilaporkan di dekat fasilitas yang dikontrak PBB di Deir al-Balah dan di dekat konvoi yang diorganisasi PBB di Rafah. Tidak ada staf PBB yang terluka dan tidak ada kerusakan yang dilaporkan.

Juru bicara Sekretaris Jenderal PBB, Stephane Dujarric, dalam keterangan kepada wartawan menegaskan bahwa warga sipil, termasuk pekerja kemanusiaan, harus selalu dilindungi. Ia juga menyatakan fasilitas dan kendaraan kemanusiaan harus dihindarkan dari serangan.

OCHA menyebut insiden-insiden itu terjadi di tengah laporan berkelanjutan tentang serangan yang mengenai kawasan berpenduduk dan menimbulkan korban sipil di seluruh Jalur Gaza.

Bantuan tetap berjalan

Pada pekan terakhir Oktober, PBB dan mitranya membantu lebih dari 70 rumah tangga yang kehilangan tempat berlindung dan harta benda akibat insiden mulai dari serangan udara hingga kebakaran rumah tangga.

Pada pekan yang sama, mitra perlindungan anak menjangkau hampir 4.500 anak dan lebih dari 2.000 pengasuh dengan dukungan kesehatan mental dan psikososial. Hampir 200 anak diidentifikasi membutuhkan dukungan individual, termasuk 20 anak tanpa pendamping atau terpisah dari keluarga dan 17 anak yang terluka.

Konteks: setahun gencatan senjata

Insiden ini terjadi sekitar setahun setelah gencatan senjata berlaku di Gaza pada Oktober 2025. Pada awal Oktober 2026, lebih dari 100 organisasi kemanusiaan, hak asasi manusia, dan masyarakat sipil menyatakan dalam pernyataan bersama bahwa gencatan senjata itu hanya ada di atas kertas. Mereka menyebut pasukan Israel masih menewaskan dan melukai warga Palestina setiap hari, sementara pembatasan bantuan dan material pembangunan menghambat pemulihan.

Menurut Kementerian Kesehatan Palestina, lebih dari 74.000 warga Palestina tewas dan 175.000 lainnya terluka sejak perang dimulai pada Oktober 2023.

Pada Minggu (1/11), serangan Israel menewaskan sedikitnya delapan warga Palestina di Gaza, termasuk seorang anak laki-laki berusia empat tahun, menurut pejabat rumah sakit dan Kementerian Dalam Negeri Gaza yang dikelola Hamas. Israel menyatakan menyasar militan dan membantah keterangan mengenai para korban.

ARTIKEL TERKAIT

Terkini