Thursday, April 3, 2025
HomeBeritaTolak invasi Gaza, warga Israel geruduk bandara keberangkatan Netanyahu

Tolak invasi Gaza, warga Israel geruduk bandara keberangkatan Netanyahu

Ratusan warga Israel menggelar protes pada Rabu di depan Bandara Internasional Ben Gurion di Tel Aviv, menjelang kunjungan Perdana Menteri Benjamin Netanyahu ke Hungaria, dengan tuntutan pembebasan sandera yang ditahan oleh faksi-faksi Palestina di Gaza, menurut laporan Radio Tentara Israel.

Para pengunjuk rasa membawa spanduk yang menyerukan “kembalinya segera” para sandera Israel yang ditahan oleh Hamas dan menolak invasi Gaza.

Kunjungan Netanyahu ke Hungaria dijadwalkan berlangsung pada Rabu malam.

Keluarga para sandera Israel menyatakan bahwa mereka “terkejut” dengan pengumuman Tel Aviv yang memperluas serangan militernya di Jalur Gaza untuk merebut lebih banyak wilayah, dengan memperingatkan bahwa langkah ini “mempertaruhkan nyawa” kerabat mereka yang ditahan oleh faksi-faksi Palestina.

Dalam sebuah pernyataan, keluarga sandera tersebut bertanya: “Apakah sudah diputuskan untuk mengorbankan para sandera demi merebut tanah (Palestina)?”

“Alih-alih melaksanakan kesepakatan untuk membebaskan para sandera dan mengakhiri perang, pemerintah Israel justru mengirim lebih banyak tentara ke Gaza untuk berperang di wilayah yang sama tempat mereka telah berulang kali bertempur,” tambah pernyataan itu.

Pada Rabu, Israel mengumumkan perluasan kampanye militernya di Jalur Gaza untuk merebut lebih banyak wilayah dalam perang genosida terhadap enklave Palestina tersebut.

Dalam dua hari terakhir, tentara Israel mengeluarkan beberapa perintah evakuasi untuk warga Palestina dari wilayah di Gaza utara dan selatan, memperburuk kondisi kemanusiaan di wilayah tersebut.

Israel memulai kampanye udara mendadak ke Gaza pada 18 Maret dan telah menewaskan lebih dari 1.000 orang serta melukai lebih dari 2.000 orang, yang menghancurkan gencatan senjata dan kesepakatan tukar tahanan yang tercapai pada Januari antara Israel dan kelompok perlawanan Palestina Hamas.

Sebelum melanjutkan genosida di Gaza, Israel juga menutup jalur perbatasan Gaza pada awal Maret, mencegah masuknya bantuan kemanusiaan dan barang-barang ke wilayah Palestina tersebut.

Lebih dari 50.400 warga Palestina telah tewas dalam serangan militer Israel di Gaza sejak Oktober 2023, sebagian besar adalah perempuan dan anak-anak.

Pengadilan Kriminal Internasional (ICC) mengeluarkan surat perintah penangkapan pada November lalu untuk Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dan mantan Menteri Pertahanannya, Yoav Gallant, atas tuduhan kejahatan perang dan kejahatan terhadap kemanusiaan di Gaza.

Israel juga menghadapi kasus genosida di Pengadilan Internasional atas perang yang dilancarkannya terhadap enklave tersebut.

Pizaro Idrus
Pizaro Idrus
Pengajar HI Universitas Al Azhar Indonesia, Mahasiswa PhD Hubungan Antarbangsa Universitas Sains Malaysia.
ARTIKEL TERKAIT
- Advertisment -spot_img

Most Popular