Monday, January 5, 2026
HomeBeritaTrump: Maduro kami tangkap

Trump: Maduro kami tangkap

Presiden Amerika Serikat Donald Trump pada Sabtu (3/1/2026) menyatakan bahwa Amerika Serikat telah melancarkan “serangan berskala besar” terhadap Venezuela dan berhasil menangkap Presiden Nicolás Maduro beserta istrinya, Cilia Flores, sebelum menerbangkan mereka keluar dari negara tersebut.

“Amerika Serikat telah berhasil melaksanakan serangan berskala besar terhadap Venezuela dan pemimpinnya, Presiden Nicolás Maduro, yang bersama istrinya telah ditangkap dan diterbangkan keluar dari negara itu,” ujar Trump melalui platform Truth Social miliknya.

Trump mengatakan operasi tersebut dilakukan “bersama aparat penegak hukum AS.” Ia menambahkan bahwa rincian lebih lanjut akan disampaikan kemudian, termasuk melalui konferensi pers yang dijadwalkan berlangsung pukul 11.00 waktu setempat di kediamannya di Mar-a-Lago, Florida.

Dalam wawancara singkat melalui sambungan telepon dengan The New York Times, Trump memuji keberhasilan operasi tersebut.
“Banyak perencanaan matang dan pasukan yang luar biasa,” kata Trump seperti dikutip harian tersebut.
“Ini benar-benar operasi yang brilian,” tambahnya.

Ketika ditanya apakah ia telah meminta persetujuan Kongres AS untuk operasi tersebut atau apa langkah selanjutnya terhadap Venezuela, Trump menyatakan akan menjawabnya dalam konferensi pers.

Maduro Disebut Akan Dibawa ke New York

Dalam wawancara terpisah dengan Fox News, Trump mengatakan terdapat “beberapa korban luka, tetapi tidak ada korban jiwa di pihak AS.”

Terkait penangkapan Maduro, Trump memuji profesionalisme pasukan AS.
“Sungguh luar biasa melihat profesionalisme dan kualitas kepemimpinan mereka,” ujarnya.
“Saya menyaksikan semuanya secara langsung, setiap aspeknya,” tambah Trump.

Ia juga mengungkapkan bahwa satu helikopter AS sempat terkena serangan cukup serius, tetapi tidak ada pesawat yang hilang dan semuanya berhasil kembali.

Trump menegaskan bahwa Amerika Serikat akan “sangat terlibat” dalam industri minyak Venezuela.
“Kami memiliki perusahaan minyak terbesar dan terbaik di dunia, dan kami akan sangat terlibat di sana,” katanya.

Trump sebelumnya mengkritik kebijakan pemerintah Venezuela yang menyita perusahaan minyak asing yang menolak memberikan kendali mayoritas kepada perusahaan minyak negara PDVSA.

Ia juga menyebut AS sebenarnya telah menyiapkan gelombang serangan kedua. Namun, menurut Trump, gelombang pertama sudah “sangat mematikan dan sangat kuat” sehingga serangan lanjutan tidak diperlukan.

Meski sebelumnya menyatakan AS tidak lagi terlibat dalam upaya nation building, Trump mengisyaratkan bahwa Washington mungkin akan berperan langsung dalam membentuk masa depan Venezuela pascapenangkapan Maduro.
“Kami sedang memutuskan itu sekarang. Kami tidak bisa mengambil risiko membiarkan orang lain memimpin dan melanjutkan apa yang ia tinggalkan,” ujarnya.

Trump menyebut Maduro dan Cilia Flores dibawa ke sebuah kapal setelah ditangkap dan akan dipindahkan ke New York.
“Mereka berada di kapal dan akan menuju New York. Mereka dibawa dengan helikopter, penerbangan yang bagus. Saya yakin mereka menikmatinya,” kata Trump.

Pejabat AS: Maduro Akan Dihadapkan ke Pengadilan

Wakil Presiden AS JD Vance membela operasi tersebut dan memuji pasukan AS. Ia mengatakan pemerintahan Trump telah memberikan beberapa kesempatan kepada Maduro untuk meredakan ketegangan.
“Presiden menawarkan beberapa jalan keluar, tetapi sangat tegas: perdagangan narkoba harus dihentikan dan minyak yang dicuri harus dikembalikan kepada Amerika Serikat,” ujar Vance melalui media sosial X.

“Maduro kini menjadi orang terbaru yang mengetahui bahwa Presiden Trump menepati ucapannya,” tambah Vance.

Wakil Menteri Luar Negeri AS Christopher Landau menyatakan bahwa Maduro akan “akhirnya menghadapi keadilan atas kejahatan-kejahatannya.”
“Fajar baru bagi Venezuela. Sang tiran telah pergi,” tulis Landau di X.

Serangan tersebut terjadi setelah berbulan-bulan ketegangan antara AS dan Venezuela, di mana Washington menuduh Maduro terlibat dalam jaringan perdagangan narkoba.

Media AS melaporkan bahwa operasi penangkapan Maduro dilakukan oleh Delta Force, satuan elite militer AS. Senator AS Mike Lee mengatakan Menteri Luar Negeri Marco Rubio telah memberitahunya bahwa Maduro ditangkap untuk diadili di AS.

Jaksa Agung AS Pam Bondi menyatakan bahwa Maduro dan istrinya telah didakwa di Pengadilan Distrik Selatan New York atas berbagai tuduhan pidana, termasuk “narko-terorisme.”

Sementara itu, Wakil Presiden Venezuela Delcy Rodriguez mengaku tidak mengetahui keberadaan Maduro dan menuntut “bukti bahwa Presiden Maduro masih hidup” dari pihak AS.

AS sebelumnya secara resmi menetapkan kelompok Kartel de los Soles yang berbasis di Venezuela sebagai organisasi teroris asing, dengan tuduhan terlibat dalam perdagangan narkoba ke Amerika Serikat.

Pizaro Idrus
Pizaro Idrus
Kandidat PhD bidang Hubungan Internasional Universitas Sains Malaysia. Peneliti Asia Middle East Center for Research and Dialogue
ARTIKEL TERKAIT
- Advertisment -spot_img

Terpopuler