Saturday, August 30, 2025
HomeBeritaTurki hentikan seluruh perdagangan dengan Israel, larang kapal penjajah melintas

Turki hentikan seluruh perdagangan dengan Israel, larang kapal penjajah melintas

Pemerintah Turki memutuskan menghentikan seluruh perdagangan dengan Israel, menutup akses pelabuhannya bagi kapal-kapal Israel, melarang kapal berbendera Turki berlabuh di pelabuhan Israel.

Turki juga memberlakukan pembatasan terhadap pesawat yang memasuki wilayah udara Turki. Hal ini disampaikan Menteri Luar Negeri Hakan Fidan dalam sidang luar biasa parlemen, Jumat (30/8/2025).

Meski tidak merinci secara lengkap langkah-langkah tersebut, Fidan menyatakan kebijakan ini merupakan bagian dari sanksi yang telah diterapkan atau tengah dilaksanakan sebagai respons terhadap konflik yang berlangsung di Jalur Gaza.

“Perdagangan dengan Israel telah kami hentikan sepenuhnya. Pelabuhan-pelabuhan kami tidak lagi menerima kapal Israel, dan kami tidak mengizinkan kapal Turki berlabuh di pelabuhan Israel,” kata Fidan dalam pernyataannya.

Ia juga menambahkan bahwa Turki tidak mengizinkan kapal kontainer yang membawa senjata dan amunisi untuk Israel masuk ke pelabuhan-pelabuhan Turki. Selain itu, pembatasan terhadap pesawat yang menuju ke Israel juga telah diberlakukan, meski tidak dijelaskan secara rinci bentuk pembatasan tersebut.

Turki sejak awal mengkritik keras operasi militer Israel di Gaza, yang dituduhnya sebagai bentuk genosida terhadap warga Palestina — tuduhan yang telah dibantah oleh pihak Israel.

Pemerintah Ankara sebelumnya telah menghentikan seluruh hubungan dagang dengan Israel dan menyerukan tindakan internasional terhadap negara tersebut, termasuk meminta negara-negara besar untuk menghentikan dukungan mereka.

Sumber dari Reuters pekan lalu menyebutkan bahwa otoritas pelabuhan di Turki secara informal mulai meminta agen pelayaran untuk memberikan surat pernyataan bahwa kapal yang datang tidak terkait dengan Israel dan tidak membawa muatan militer atau berbahaya yang ditujukan ke negara tersebut.

Dalam sidang parlemen, Fidan juga menyampaikan bahwa Presiden Turki telah memberikan persetujuan untuk mengirimkan bantuan udara ke Jalur Gaza.

“Pesawat-pesawat kami telah siap. Setelah kami mendapat izin dari Yordania, kami akan segera melakukan pengiriman,” ujarnya.

Pemerintah Israel hingga saat ini belum memberikan tanggapan resmi atas pernyataan tersebut.

 

Pizaro Idrus
Pizaro Idrus
Kandidat PhD bidang Hubungan Internasional Universitas Sains Malaysia. Peneliti Asia Middle East Center for Research and Dialogue
ARTIKEL TERKAIT
- Advertisment -spot_img

Most Popular