Menteri Luar Negeri Turki, Mesir, Pakistan, dan Arab Saudi menggelar pertemuan di Islamabad, Pakistan, pada Minggu untuk membahas upaya mengakhiri perang di Timur Tengah.
Pembahasan difokuskan pada proposal pembukaan kembali Selat Hormuz, termasuk kemungkinan pembentukan konsorsium pengelola dan penerapan sistem tarif seperti Terusan Suez. Pakistan menyampaikan bahwa Iran telah menyetujui izin masuk bagi 20 kapal berbendera Pakistan sebagai langkah membangun kepercayaan.
Pertemuan antara keempat negara tersebut berlangsung dua hari, dan pernyataan bersama diperkirakan akan dirilis dalam waktu dekat.
Menteri Luar Negeri Turki Hakan Fidan hadir bersama Muhammad Ishaq Dar dari Pakistan, Faisal bin Farhan dari Arab Saudi, dan Badr Abdelatty dari Mesir di Kementerian Luar Negeri Pakistan di Islamabad. Iran, AS, dan Israel tidak diwakili dalam pertemuan ini.
Sebelum sesi bersama, Dar menggelar pertemuan bilateral dengan masing-masing rekannya, sementara Fidan dan Abdelatty juga bertemu dengan Kepala Staf Angkatan Darat Pakistan, Field Marshal Asim Munir. Pertemuan ini dijadwalkan berlanjut pada Senin, 30 Maret.
Menurut sejumlah sumber, proposal pembukaan Hormuz termasuk di antaranya pembentukan konsorsium untuk mengelola aliran minyak dan penerapan tarif ala Terusan Suez. Proposal tersebut telah disampaikan ke Gedung Putih sebelum pertemuan di Islamabad.
Turki menekankan bahwa prioritas utama adalah memastikan gencatan senjata, sementara keamanan jalur pelayaran dipandang sebagai langkah penting membangun kepercayaan.
Selain itu, Pakistan mengumumkan bahwa Iran menyetujui 20 kapal berbendera Pakistan untuk melintasi Selat Hormuz, sekitar dua kapal per hari, sebagai bagian dari langkah diplomasi dan membangun kepercayaan.
Pakistan muncul sebagai mediator penting antara Iran dan AS, setelah menyampaikan rencana perdamaian 15 poin dari mantan Presiden AS Donald Trump ke Teheran. Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif berbicara melalui telepon dengan Presiden Iran Masoud Pezeshkian selama lebih dari satu jam, menekankan upaya diplomatik Islamabad yang sedang berlangsung. Pezeshkian menyampaikan apresiasi atas peran mediasi Pakistan dalam menghentikan agresi.
Selat Hormuz sebelumnya menjadi jalur bagi sekitar seperlima pasokan minyak dan LNG dunia, tetapi sejak ofensif AS-Israel dimulai bulan lalu, aktivitas pelayaran di wilayah tersebut hampir terhenti.


