Menteri Luar Negeri Turki, Hakan Fidan, menegaskan pada Jumat (30/1) bahwa Ankara menolak segala bentuk intervensi militer terhadap Iran dan mendukung penyelesaian damai masalah dalam negeri negara tersebut oleh rakyatnya sendiri.
“Setiap kesempatan, kami selalu menyampaikan kepada mitra kami bahwa kami menentang intervensi militer yang menarget Iran,” kata Fidan dalam konferensi pers bersama Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi di Istanbul. “Kami berharap isu-isu internal Iran dapat diselesaikan secara damai oleh rakyat Iran tanpa campur tangan eksternal.”
Pernyataan itu disampaikan setelah pertemuan bilateral yang membahas isu-isu regional, termasuk ketegangan antara Iran dan Amerika Serikat, yang meningkat dalam beberapa pekan terakhir setelah Presiden AS Donald Trump menyebut armada besar bergerak ke Iran dan menuntut Teheran kembali ke meja perundingan.
Fidan menekankan pentingnya penyelesaian masalah regional melalui kepemilikan kawasan (regional ownership). Ia menilai stabilitas dan keamanan kawasan merupakan prioritas utama kebijakan luar negeri Turki, termasuk di Timur Tengah, Balkan, dan Kaukasus Selatan.
Diplomasi dan negosiasi sebagai solusi
Menteri Turki itu juga mengingatkan bahwa kelompok teroris PKK mencoba memanfaatkan situasi di Iran, yang dapat membahayakan baik Turki maupun Iran. Ia menekankan pentingnya melanjutkan negosiasi nuklir antara Iran dan AS sebagai langkah konstruktif untuk mengurangi ketegangan regional.
“Negosiasi ini akan membuka jalan bagi pencabutan sanksi terhadap Iran dan integrasinya ke sistem ekonomi internasional, yang akan menguntungkan semua pihak,” ujar Fidan. Ia menekankan bahwa Turki menentang penggunaan opsi militer dan selalu mendorong penyelesaian melalui diplomasi.
Gaza dan peran Turki
Fidan juga membahas perkembangan terbaru di Gaza, menyebut bahwa Turki telah berkontribusi signifikan dalam upaya gencatan senjata dan akan terus berperan aktif dalam fase berikutnya. Ia menekankan bahwa pemerintahan Gaza harus dijalankan oleh warga Gaza sendiri, serta proses rekonstruksi harus sesuai kebutuhan dan masa depan penduduk setempat.
Penolakan terhadap ekspansionisme Israel
Menteri Turki menyoroti upaya Israel memengaruhi AS agar menyerang Iran dan menyebutnya berpotensi merusak stabilitas kawasan. Ia menekankan bahwa Turki menentang ekspansionisme di kawasan, termasuk dari Israel, dan mendorong pengakuan terhadap Negara Palestina sebagai bagian dari upaya menjaga perdamaian regional.
Fidan menegaskan, “Era saat ini adalah era kerja sama. Setiap negara memiliki kapasitas dan tekadnya sendiri. Kerja sama regional adalah kunci untuk perdamaian.”

