spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
Tuesday, February 24, 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
HomeBeritaWawancara kontroversial di Israel, Huckabee dan Tucker Carlson bersitegang

Wawancara kontroversial di Israel, Huckabee dan Tucker Carlson bersitegang

Duta Besar Amerika Serikat untuk Israel, Mike Huckabee, melontarkan kritik tajam terhadap komentator Tucker Carlson setelah wawancara kontroversial yang dilakukan di Bandara Ben Gurion Airport. Huckabee menuduh Carlson menyebarkan klaim tak berdasar dan merusak citra Israel.

Dalam serangkaian unggahan di platform media sosial X, Huckabee menyebut wawancara tersebut memuat apa yang ia klaim sebagai “pernyataan menyesatkan”. Ia menambahkan, salah satu pertanyaan terkait dugaan kasus pelecehan tampak dimaksudkan untuk “menjebaknya”, bukan untuk meminta klarifikasi.

Huckabee menyatakan bahwa Tom Alexandrovich, warga negara Israel yang ditangkap di Nevada pada Agustus 2025 atas tuduhan kejahatan seksual terhadap anak, tidak melanggar perintah pengadilan apa pun. Menurut dia, Alexandrovich dibebaskan dengan jaminan, hadir di persidangan melalui Zoom, dan menyatakan tidak bersalah.

Huckabee juga membantah tudingan Carlson bahwa Presiden Israel Isaac Herzog pernah mengunjungi lokasi yang kerap disebut sebagai “Pulau Epstein”. Ia menyebut klaim tersebut sebagai fitnah. “Tucker mungkin perlu berkonsultasi dengan pengacaranya. Memfitnah orang yang baik dan terhormat adalah tindakan ceroboh,” tulisnya.

Carlson kemudian mengunggah video di X yang berisi penarikan pernyataannya tentang Herzog. Ia mengatakan telah menerima surat dari kantor presiden yang membantah adanya hubungan dengan Jeffrey Epstein. Carlson menyampaikan permintaan maaf resmi dan mengakui pernyataan sebelumnya dibuat tanpa informasi terverifikasi.

Huckabee juga mengkritik penafsiran Carlson mengenai Zionisme. Ia menyebut perdebatan mereka “berbelit dan membingungkan”. Menurut Huckabee, Zionisme berarti mengakui hak Israel untuk berdiri dengan aman dan damai. Ia menuding Carlson menghindari jawaban tegas ketika ditanya apakah ia mengakui hak tersebut.

Pizaro Idrus
Pizaro Idrus
Kandidat PhD bidang Hubungan Internasional Universitas Sains Malaysia. Peneliti Asia Middle East Center for Research and Dialogue
ARTIKEL TERKAIT
- Advertisment -spot_img

Terpopuler