spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
Friday, March 27, 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
HomeBeritaYair Lapid: Israel menuju bencana keamanan

Yair Lapid: Israel menuju bencana keamanan

Pemimpin oposisi Israel, Yair Lapid, memperingatkan bahwa negaranya berada di jalur menuju “bencana keamanan” akibat kekurangan signifikan jumlah personel militer. Ia menuduh pemerintah telah mendorong militer hingga ke titik yang ia sebut sebagai “kehancuran”.

Dalam pernyataan yang disiarkan televisi, Lapid mengatakan bahwa militer Israel telah mencapai batas kapasitasnya. “Pemerintah membiarkan tentara terus terkuras di medan pertempuran,” ujarnya, mengulang peringatan yang sebelumnya juga disampaikan Kepala Staf Angkatan Bersenjata Israel, Eyal Zamir, kepada kabinet keamanan, menurut laporan media Israel.

Lapid juga menuding pemerintah menyeret militer ke dalam “perang multi-front tanpa strategi yang jelas, tanpa sarana yang memadai, serta dengan jumlah prajurit yang sangat terbatas”.

Sementara itu, laporan media menyebutkan Zamir memperingatkan bahwa militer Israel “berada di ambang kehancuran”. Ia juga menyampaikan kepada kabinet bahwa sejumlah tentara cadangan telah menjalani tugas hingga enam atau tujuh kali penugasan, sehingga mengalami kelelahan dan tekanan berat.

Lapid menegaskan bahwa kondisi tersebut membuat para prajurit tidak lagi mampu menghadapi tantangan keamanan yang ada. Ia juga menyebutkan bahwa jumlah personel yang tersedia saat ini tidak mencukupi untuk menjalankan berbagai misi militer.

Lebih lanjut, Lapid menyerukan perekrutan kelompok Yahudi ultra-Ortodoks (Haredim), yang selama ini dikecualikan dari wajib militer sejak berdirinya negara Israel pada 1948.

Di Israel, wajib militer berlaku bagi warga negara, namun terdapat pengecualian bagi pria yang mendedikasikan diri untuk mempelajari teks-teks keagamaan Yahudi. Pada awalnya, kelompok ini hanya merupakan minoritas kecil dalam populasi.

Menurut sumber Israel yang dikutip oleh CNN, Zamir juga mengeluarkan peringatan serius dalam rapat kabinet keamanan dengan menyampaikan “10 tanda bahaya”, yang menunjukkan bahwa militer tengah berada di bawah tekanan berat akibat kekurangan personel serta meningkatnya beban operasional.

Pizaro Idrus
Pizaro Idrus
Kandidat PhD bidang Hubungan Internasional Universitas Sains Malaysia. Peneliti Asia Middle East Center for Research and Dialogue
ARTIKEL TERKAIT
- Advertisment -spot_img

Terpopuler