Sunday, August 31, 2025
HomeBeritaPakar militer: Abu Ubaida kirim pesan militer dan daya cegah bagi Israel

Pakar militer: Abu Ubaida kirim pesan militer dan daya cegah bagi Israel

Pernyataan Abu Ubaida, juru bicara Brigade al-Qassam, sayap militer Hamas, kembali menjadi sorotan.

Dalam unggahan di kanal Telegram pada Jumat (29/8), ia menyampaikan pesan yang dinilai bersifat militer sekaligus daya cegah bagi Israel, terutama terkait rencana pendudukan Gaza.

Menurut analis militer Brigadir Jenderal (Purn) Elias Hanna, pesan Abu Ubaida hadir pada momen yang tepat dan diarahkan tidak hanya ke barisan perlawanan, melainkan juga untuk mengguncang opini publik Israel.

“Ia menegaskan bahwa para tawanan berada di Gaza bersama para pejuang, hidup dalam kondisi yang sama—penuh risiko, dalam pertempuran dan pengepungan,” kata Hanna.

Dalam pernyataannya, Abu Ubaida menekankan, setiap upaya Israel untuk menduduki Gaza akan dibayar mahal.

“Rencana pendudukan Gaza akan ditukar dengan darah serdadu musuh. Hal itu justru akan membuka peluang lebih besar untuk menawan tentara baru,” tegasnya.

Ia menambahkan, para pejuang berada dalam kondisi siaga penuh, dengan moralitas tinggi, dan siap menunjukkan keberanian luar biasa.

Ia berjanji, pasukan Israel akan menerima “pelajaran keras” di medan pertempuran.

Hanna menilai, operasi Israel di Gaza bertujuan menyingkirkan ruang gerak perlawanan. Namun, justru pertempuran di ruang sempit memberi keuntungan bagi Hamas.

“Di kawasan seperti Kota Gaza, keunggulan ada di pihak perlawanan. Di sana, setiap ruas jalan bisa menjadi arena pertempuran,” jelasnya.

Selain medan, faktor kepadatan pejuang juga memberi kelebihan. Hanna mencontohkan, hanya di Batalyon Zaitun saja terdapat sekitar 400 pejuang yang siap tempur.

Hal lain yang diperhatikan Hanna adalah penggunaan rudal anti-tank Kornet oleh Hamas.

“Ini hal baru di Gaza. Kornet berbeda dari RPG atau Yasin-105. Ia ideal dipakai pada jarak jauh, dan dampaknya jauh lebih signifikan,” katanya.

Sebelumnya, pada Selasa lalu, Brigade al-Qassam bersama Saraya al-Quds, sayap militer Jihad Islam, mengklaim berhasil menghantam kendaraan lapis baja Israel jenis Eitan dengan rudal Kornet di kawasan timur Zaitun, Gaza.

Taktik penghancuran

Sementara itu, Hanna menilai Israel kini mengadopsi taktik baru. Yaitu, penghancuran total di atas dan bawah tanah, kemudian bertahan di wilayah itu.

Strategi ini, menurutnya, lahir dari ketakutan terhadap bangunan, terowongan, dan ranjau yang dipasang perlawanan.

Pandangan itu sejalan dengan pernyataan Menteri Keuangan Israel, Bezalel Smotrich, yang menegaskan bahwa pihaknya akan menggigit dan tetap tinggal di daerah-daerah itu.

Hari yang sama, militer Israel mengumumkan dimulainya tahap awal serangan ke Kota Gaza.

Mereka menegaskan, sesuai arahan pemerintah, wilayah itu tidak akan dimasukkan ke dalam “gencatan senjata taktis” yang sementara diberlakukan di beberapa titik lain.

ARTIKEL TERKAIT
- Advertisment -spot_img

Most Popular