Thursday, January 29, 2026
HomeBeritaTentara Israel dituding selundup barang mewah ke Gaza

Tentara Israel dituding selundup barang mewah ke Gaza

Laporan Haaretz mengungkap sesuatu yang jauh lebih berbahaya daripada sekadar kegagalan pengawasan perbatasan: disintegrasi moral dan disiplin di tubuh IDF. Tentara aktif, tentara cadangan, hingga kontraktor Kementerian Pertahanan Israel kini terlibat dalam jaringan penyelundupan terorganisir yang memasok Gaza dengan barang-barang mewah — dari ponsel, laptop, sepeda motor, hingga alkohol dan rokok.

Hal itu diungkap dalam laporan media Israel, Haaretz pada Rabu, 28 Januari.

Menurut sumber-sumber militer, pengawasan di pintu-pintu masuk Gaza nyaris fiktif. Ada orang yang “cukup menyapa penjaga gerbang lalu masuk”. Truk tidak diperiksa. Muatan tidak dicek. Koordinasi tidak diverifikasi.

Lebih parah lagi, sebagian penyelundupan justru dilakukan lewat jalur resmi: truk bantuan kemanusiaan, kendaraan logistik, dan konvoi operasional militer.

Beberapa kendaraan bahkan tidak pernah kembali ke Israel. Tentara menemukan truk dan bus berpelat Israel di dalam Gaza tanpa catatan resmi. Para penyelundup sengaja meninggalkan atau membakar kendaraan demi menghindari tertangkap — karena keuntungan dari satu kali penyelundupan jauh lebih besar daripada nilai kendaraan itu sendiri.

Seorang pejabat pertahanan senior mengatakan bahwa Jalur Gaza kini dipenuhi kontraktor sipil dan orang-orang yang masuk tanpa pemeriksaan berarti.

“Ada kasus orang masuk Gaza untuk membuang sampah atau mengangkut puing bangunan selama operasi IDF, dan tidak ada yang benar-benar memeriksa truk-truk ini. Sekarang Gaza sepenuhnya bisa ditembus.”

Komando Selatan IDF menyalahkan polisi. Polisi menyalahkan tentara. Polisi Militer diperintahkan turun tangan. Tapi semua pihak mengakui: mereka tidak tahu seberapa besar sebenarnya jaringan ini.

Seorang pejabat senior bahkan mengakui: “Pada akhirnya, kita mungkin akan menemukan bahwa kitalah yang membiayai pembangunan kembali Hamas — truk demi truk.”

Warga Gaza bayar pakai apa?

Lalu muncul pertanyaan paling berbahaya: siapa yang membayar semua ini? Jawabannya mengarah ke satu sistem: Jawwal Pay.

Jawwal Pay adalah dompet elektronik (e-wallet) yang terhubung ke jaringan operator seluler Palestina. Sejak perbankan Gaza lumpuh akibat perang, sistem ini menjadi tulang punggung transaksi sehari-hari:

  • Warga menyimpan saldo secara digital
  • Pembayaran dilakukan via QR code atau nomor ponsel
  • Transfer bisa dilakukan instan antar pengguna
  • Hampir tanpa uang tunai
  • Hampir tanpa pengawasan
Dalam praktiknya, Jawwal Pay kini berfungsi sebagai sistem peredaran uang paralel di Gaza yang tidak diawasi Israel maupun otoritas internasional.

Uang bisa:

  • Masuk lewat bantuan luar negeri
  • Masuk lewat jaringan bisnis bayangan
  • Masuk lewat aktivitas pasar gelap
  • Dipindahkan antar akun tanpa bisa dilacak militer Israel

Inilah sebabnya IDF mengaku:

“Kami mengejar gudang senjata, tapi tidak ada yang mengikuti aliran uang.”
Surya Fachrizal
Surya Fachrizal
Pimred Gaza Media, co-founder Timteng Podcast
ARTIKEL TERKAIT
- Advertisment -spot_img

Terpopuler