Monday, February 9, 2026
HomeBeritaDokumen AS ungkap donasi Jeffrey Epstein ke militer Israel dan permukiman Tepi...

Dokumen AS ungkap donasi Jeffrey Epstein ke militer Israel dan permukiman Tepi Barat

Dokumen yang baru dirilis Departemen Kehakiman Amerika Serikat mengungkap bahwa miliarder Jeffrey Epstein pernah menyumbang dana kepada militer Israel serta membantu pendanaan aktivitas permukiman. Informasi ini dilaporkan Anadolu.

Pengungkapan tersebut menambah rangkaian fakta terkait Epstein, yang meninggal dunia di penjara pada 2019 saat menunggu persidangan atas tuduhan mengoperasikan jaringan perdagangan seks yang melibatkan anak di bawah umur.

Berdasarkan peninjauan dokumen pajak yang diajukan Epstein pada 2005, diketahui bahwa ia memberikan dukungan finansial kepada militer Israel serta kepada kelompok pemukim yang mengambil alih tanah Palestina.

Dokumen itu mencatat bahwa pada 3 Maret 2005, Epstein menyumbangkan 25.000 dollar AS kepada organisasi Friends of the Israeli Defense Forces. Ia juga memberikan donasi sebesar 15.000 dollar AS kepada Jewish National Fund, yang diketahui mendanai aktivitas permukiman di Tepi Barat, serta 5.000 dollar AS kepada National Council of Jewish Women.

Selain itu, korespondensi email yang dikirim Epstein pada 20 Mei 2012 kepada seseorang yang tidak disebutkan namanya menunjukkan pandangannya terkait Palestina. Dalam email tersebut, Epstein menyatakan bahwa Palestina “tidak pernah ada secara historis.”

Dalam pesan itu, Epstein menulis bahwa Palestina tidak pernah menjadi negara Arab yang eksklusif dan tidak pernah berdiri sebagai negara Arab atau Palestina yang merdeka.

Dokumen terbaru juga mengungkap rincian mengenai pemakaman Epstein, berdasarkan kesaksian seorang individu yang tidak disebutkan namanya dalam dokumen FBI tertanggal 12 Agustus 2012. Saksi tersebut menyebutkan bahwa para jurnalis diarahkan mengikuti sebuah kendaraan yang membawa kotak kosong, sementara jenazah Epstein diangkut menggunakan kendaraan lain setelah mobil pertama meninggalkan lokasi.

Pada 31 Januari, Wakil Jaksa Agung Amerika Serikat Todd Blanche mengumumkan bahwa lebih dari tiga juta dokumen baru telah dirilis ke publik sebagai bagian dari penyelidikan terkait Epstein.

Jeffrey Epstein, seorang pengusaha asal Amerika Serikat, dituduh mengelola jaringan besar eksploitasi seksual terhadap anak di bawah umur, sebagian di antaranya berusia 14 tahun. Ia ditemukan meninggal dunia di sebuah penjara di New York pada 2019 saat berada dalam tahanan.

Berkas perkara tersebut turut mencantumkan nama sejumlah tokoh internasional ternama, antara lain Pangeran Andrew dari Inggris, mantan Presiden Amerika Serikat Bill Clinton, Presiden Amerika Serikat saat ini Donald Trump, mantan Perdana Menteri Israel Ehud Barak, penyanyi Michael Jackson, serta mantan Gubernur New Mexico Bill Richardson.

Pizaro Idrus
Pizaro Idrus
Kandidat PhD bidang Hubungan Internasional Universitas Sains Malaysia. Peneliti Asia Middle East Center for Research and Dialogue
ARTIKEL TERKAIT
- Advertisment -spot_img

Terpopuler