spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
Friday, March 20, 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
HomeBeritaUpdate: 4 warga tewas akibat serangan Israel, pintu Rafah dibuka terbatas

Update: 4 warga tewas akibat serangan Israel, pintu Rafah dibuka terbatas

Empat warga Palestina tewas dan sejumlah lainnya terluka akibat serangan udara Israel yang menargetkan warga sipil di kawasan Tuffah dan Zeitoun, di bagian timur Kota Gaza.

Di sisi lain, otoritas perbatasan di Jalur Gaza mengumumkan pembukaan kembali penyeberangan Rafah dengan Mesir untuk jumlah terbatas pasien.

Juru bicara pertahanan sipil di Gaza, Mahmoud Basal, mengatakan bahwa pesawat tempur Israel melancarkan dua serangan pada Kamis yang menyasar dua kelompok warga. Rumah sakit di Kota Gaza mengonfirmasi telah menerima jenazah empat korban tewas.

Sementara itu, militer Israel menyatakan bahwa pasukannya “menewaskan empat teroris yang melintasi garis kuning” dengan tujuan menetralkan ancaman.

“Garis kuning” merujuk pada wilayah tempat pasukan Israel mundur berdasarkan perjanjian gencatan senjata yang ditandatangani pada Oktober 2025. Warga Palestina dilarang memasuki area permukiman dan lahan pertanian di balik garis tersebut, dan siapa pun yang mendekat berisiko menjadi sasaran tembakan langsung oleh militer Israel.

Hamas: Pelanggaran disengaja

Menanggapi serangan tersebut, juru bicara Hamas, Hazem Qassem, menyatakan bahwa Israel meningkatkan agresinya secara berbahaya di Jalur Gaza.

Ia menyebut serangan udara yang menewaskan empat pemuda itu sebagai “pelanggaran yang disengaja” terhadap perjanjian gencatan senjata.

Dalam pernyataan pers, Qassem juga mengatakan bahwa Israel mengabaikan upaya mediator untuk menghentikan pelanggaran perjanjian, sehingga diperlukan sikap tegas dari negara-negara penjamin untuk menghentikan kekerasan harian terhadap warga Gaza serta mencabut blokade.

Jumlah korban akibat serangan Israel di Jalur Gaza dilaporkan mencapai 72.247 orang tewas dan 171.878 luka-luka. Dari jumlah tersebut, 681 orang tewas setelah perjanjian gencatan senjata mulai berlaku pada Oktober 2025.

Perang yang berlangsung selama dua tahun itu—yang disebut didukung Amerika Serikat—menyebabkan kerusakan luas hingga sekitar 90 persen infrastruktur sipil Gaza hancur. Perserikatan Bangsa-Bangsa memperkirakan biaya rekonstruksi mencapai sekitar 70 miliar dollar AS.

Pembukaan Rafah terbatas

Dalam perkembangan terpisah, otoritas penyeberangan Gaza mengumumkan pembukaan kembali perbatasan Rafah dengan Mesir untuk jumlah terbatas pasien. Ini merupakan pertama kalinya penyeberangan tersebut dibuka sejak ditutup setelah serangan Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran pada 28 Februari lalu.

Kantor berita Palestina, Wafa, melaporkan bahwa sekelompok kecil pasien dengan kondisi kemanusiaan beserta pendamping mereka telah meninggalkan Gaza untuk melanjutkan pengobatan di rumah sakit di Mesir.

Sejak pembukaan kembali, jumlah orang yang melintasi perbatasan Rafah dilaporkan tidak melebihi 700 orang. Padahal, sekitar 18.500 pasien dan korban luka di Gaza membutuhkan perawatan medis di luar wilayah tersebut.

Pizaro Idrus
Pizaro Idrus
Kandidat PhD bidang Hubungan Internasional Universitas Sains Malaysia. Peneliti Asia Middle East Center for Research and Dialogue
ARTIKEL TERKAIT
- Advertisment -spot_img

Terpopuler