spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
Friday, March 20, 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
HomeBeritaPerang Iran tak ada batas waktu, Pentagon ajukan tambahan USD200 miliar

Perang Iran tak ada batas waktu, Pentagon ajukan tambahan USD200 miliar

Menteri Pertahanan Amerika Serikat, Pete Hegseth, menyatakan bahwa perang melawan Iran tidak memiliki batas waktu yang jelas, di tengah rencana Pentagon untuk mengajukan tambahan anggaran hingga 200 miliar dollar AS kepada Kongres.

Dalam konferensi pers di Pentagon, Kamis (19/3/2026), Hegseth tidak secara tegas mengonfirmasi jumlah tersebut, namun mengisyaratkan bahwa angka itu masih dapat berubah.

“Sejauh angka 200 miliar dollar AS, saya pikir itu bisa berubah. Jelas, butuh dana untuk menghadapi musuh,” ujar Hegseth.

Ia menambahkan bahwa pemerintah akan kembali mengajukan permintaan pendanaan kepada Kongres guna mendukung operasi militer yang telah dan akan dilakukan.

Hegseth juga menegaskan bahwa pemerintah tidak ingin menetapkan tenggat waktu untuk mengakhiri perang tersebut. Menurut dia, keputusan akhir berada di tangan Presiden Donald Trump.

“Pada akhirnya, presiden yang akan menentukan kapan operasi ini dinyatakan selesai,” kata Hegseth.

Ia mengklaim bahwa militer AS telah menyerang lebih dari 7.000 target di Iran, dan operasi pada hari Kamis disebut sebagai salah satu serangan terbesar sejauh ini.

Namun demikian, Kongres hingga kini belum secara resmi memberikan otorisasi terhadap perang tersebut, dan mulai menunjukkan kekhawatiran terhadap skala serta strategi operasi militer.

Sejumlah anggota parlemen, termasuk politisi Partai Demokrat Betty McCollum, menyatakan perlunya penjelasan lebih rinci sebelum menyetujui tambahan anggaran.

“Ini bukan sekadar formalitas untuk menyetujui permintaan presiden,” ujarnya.

Permintaan anggaran tersebut dinilai sangat besar, mengingat sebelumnya Kongres telah menyetujui anggaran pertahanan lebih dari 800 miliar dollar AS untuk tahun fiskal berjalan, ditambah sekitar 150 miliar dollar AS dalam paket kebijakan pemotongan pajak tahun lalu.

Sementara itu, Presiden Trump menyatakan bahwa permintaan tambahan dana tidak hanya berkaitan dengan konflik di Iran, tetapi juga untuk menghadapi situasi global yang dinilai semakin tidak stabil.

“Dunia saat ini sangat bergejolak. Kami ingin memiliki cadangan amunisi dalam jumlah besar,” kata Trump.

Di sisi lain, sebagian anggota Kongres, termasuk dari Partai Republik, menunjukkan keraguan terhadap peningkatan belanja militer dalam jumlah besar, dengan alasan prioritas kebutuhan domestik seperti layanan kesehatan.

Meski demikian, Ketua DPR AS Mike Johnson menyatakan dukungannya terhadap langkah tersebut demi menjaga keamanan nasional.

Dalam kesempatan yang sama, pejabat militer AS menyebutkan bahwa berbagai sistem persenjataan telah digunakan dalam operasi, termasuk pesawat A-10 dan helikopter Apache untuk menyerang target Iran serta kelompok sekutunya di kawasan Timur Tengah.

Pizaro Idrus
Pizaro Idrus
Kandidat PhD bidang Hubungan Internasional Universitas Sains Malaysia. Peneliti Asia Middle East Center for Research and Dialogue
ARTIKEL TERKAIT
- Advertisment -spot_img

Terpopuler