HomeBeritaIsrael Larang Sheikh Raed Salah dan Kamal Khatib Masuk Al-Aqsa Selama Enam...

Israel Larang Sheikh Raed Salah dan Kamal Khatib Masuk Al-Aqsa Selama Enam Bulan

YERUSALEM — Otoritas Israel kembali memberlakukan pembatasan terhadap tokoh Palestina dengan melarang Sheikh Raed Salah dan Sheikh Kamal Khatib memasuki kompleks Masjid Al-Aqsa selama enam bulan ke depan. Kebijakan tersebut memicu kecaman luas dan dinilai sebagai bagian dari upaya pembatasan terhadap aktivitas keagamaan warga Palestina di Yerusalem Timur.

Larangan itu dikeluarkan oleh Kepolisian Distrik Yerusalem dan mulai berlaku sejak 27 April hingga 27 Oktober 2026. Berdasarkan keputusan tersebut, kedua tokoh Palestina itu tidak diperbolehkan memasuki atau berada di kawasan Al-Aqsa kecuali mendapatkan izin khusus langsung dari komandan kepolisian Israel.

Sheikh Raed Salah dan Sheikh Kamal Khatib sebelumnya telah dipanggil untuk menjalani pemeriksaan oleh aparat Israel sebelum akhirnya menerima surat larangan masuk ke kawasan suci tersebut. Pada tahap awal, keduanya sempat dijatuhi larangan selama satu pekan sebelum akhirnya diperpanjang menjadi enam bulan.

Dalam pernyataannya, Sheikh Raed Salah mengecam keputusan itu dan menyebutnya sebagai tindakan tidak sah serta bentuk “penganiayaan agama” terhadap umat Islam Palestina.

“Masjid Al-Aqsa adalah hak murni umat Islam dan kami memiliki hak untuk berada di sana,” ujar Salah kepada media.

Sementara itu, Sheikh Kamal Khatib menilai kebijakan tersebut merupakan bagian dari tekanan sistematis Israel terhadap para tokoh dan jamaah Palestina di Yerusalem.

“Tidak seorang pun memiliki hak bahkan atas sebutir tanah Al-Aqsa selain umat Islam,” kata Khatib.

Masjid Al-Aqsa merupakan situs suci ketiga umat Islam setelah Masjidil Haram di Makkah dan Masjid Nabawi di Madinah. Kompleks tersebut berada di Yerusalem Timur yang diduduki Israel sejak 1967 dan terus menjadi pusat ketegangan politik maupun keagamaan.

Israel dalam beberapa tahun terakhir diketahui kerap mengeluarkan larangan masuk terhadap ulama, aktivis, dan jamaah Palestina ke kawasan Al-Aqsa. Kebijakan itu biasanya dimulai dengan larangan jangka pendek yang kemudian dapat diperpanjang hingga berbulan-bulan.

Sheikh Raed Salah sendiri merupakan tokoh terkemuka Palestina dan mantan pemimpin Gerakan Islam cabang utara di Israel. Ia dikenal luas sebagai salah satu figur paling vokal dalam membela Masjid Al-Aqsa dan hak-hak warga Palestina di Yerusalem. Sebelumnya, Israel pernah melarangnya memasuki Al-Aqsa selama 15 tahun hingga larangan tersebut berakhir pada 2022.

Pengamat menilai larangan terbaru ini berpotensi memperburuk ketegangan di Yerusalem, terutama di tengah meningkatnya pembatasan terhadap warga Palestina dan eskalasi konflik regional yang masih berlangsung.

ARTIKEL TERKAIT
- Advertisment -spot_img

Terpopuler