HomeBeritaProvokatif Pemukim Israel, Pawai Bendera Zionis di Yerusalem Picu Ketegangan

Provokatif Pemukim Israel, Pawai Bendera Zionis di Yerusalem Picu Ketegangan

AL-QUDS – Ribuan pemukim Yahudi Israel melakukan aksi pawai bendera bintang daud dan melakukan aksi provokatif di kawasan Gerbang Damaskus, salah satu pintu utama menuju Kota Tua Al-Quds atau Yerusalem Timur yang diduduki, Kamis (14/5/2026) malam. Aksi tersebut berlangsung di bawah pengamanan ketat aparat kepolisian Israel.

Menurut laporan kantor berita Palestina WAFA, pawai itu diikuti sejumlah pejabat tinggi pemerintahan Israel, termasuk Menteri Keamanan Nasional sayap kanan Israel, Itamar Ben-Gvir, serta Menteri Keuangan Israel, Bezalel Smotrich. Sejumlah anggota Knesset, aparat kepolisian, pejabat militer, dan tokoh kelompok ekstremis Israel juga turut hadir dalam kegiatan tersebut.

Para peserta pawai membawa bendera Israel dan spanduk berisi slogan-slogan bernada rasis yang menyerukan kematian bagi warga Arab. Beberapa peserta juga meneriakkan ancaman terkait pembangunan “Kuil” di lokasi Masjid Al-Aqsa.

Saksi mata menyebut sejumlah pemukim menyerang warga Palestina dan jurnalis yang berada di lokasi dengan meludah, melontarkan hinaan verbal, serta melakukan aksi provokatif sambil menari membawa bendera Israel.

Untuk mengamankan jalannya pawai, pasukan Israel dilaporkan menempatkan penembak jitu di tembok sekitar Gerbang Damaskus dan menyebarkan personel keamanan dalam jumlah besar di berbagai titik Kota Tua Yerusalem. Warga setempat menggambarkan situasi tersebut seperti kawasan militer tertutup.

Polisi Israel juga membatasi pergerakan warga Palestina di dalam kawasan Kota Tua serta memaksa sejumlah pemilik toko menutup usaha mereka selama pawai berlangsung. Di saat yang sama, aparat memberikan pengawalan penuh kepada peserta pawai.

Pawai bendera tahunan Israel di Yerusalem selama ini kerap memicu ketegangan karena melewati wilayah-wilayah Palestina di Yerusalem Timur yang diduduki. Pemerintah Palestina dan berbagai organisasi hak asasi manusia internasional menilai kegiatan tersebut sebagai bentuk provokasi yang memperburuk situasi keamanan dan memperdalam ketegangan di kota suci tersebut. (cky)

ARTIKEL TERKAIT
- Advertisment -spot_img

Terpopuler