MEDITERANIA – Di tengah kepungan kapal perang Israel di Laut Mediterania, puluhan kapal kecil yang tergabung dalam Global Sumud Flotilla (GSF) tetap melanjutkan pelayaran menuju Jalur Gaza. Armada sipil internasional itu menegaskan bahwa mereka datang tanpa senjata dan membawa misi kemanusiaan untuk menembus blokade yang telah bertahun-tahun membatasi akses bantuan bagi warga Palestina.
Dalam pernyataan resminya, Selasa (19/5/2026) penyelenggara Global Sumud Flotilla menyebut para peserta armada merupakan warga sipil non-kekerasan yang berasal dari berbagai negara. Mereka menolak mundur meski sejumlah kapal telah dicegat dan dinaiki pasukan Israel di perairan internasional.
Penyelenggara menyatakan lebih dari 20 kapal kecil masih terus bergerak menuju Gaza melewati blokade laut yang dijaga ketat kapal perang Israel. Mereka menyebut misi tersebut bukan sekadar pengiriman bantuan kemanusiaan, tetapi juga upaya membuka perhatian dunia terhadap situasi di Gaza yang mereka sebut sebagai krisis kemanusiaan terbesar saat ini.
Armada internasional itu terdiri dari ratusan aktivis, relawan medis, jurnalis, dan pegiat kemanusiaan dari puluhan negara. Mereka berangkat dari wilayah Turki selatan dalam beberapa gelombang pelayaran untuk mencoba mencapai pesisir Gaza. Reuters melaporkan sedikitnya 54 kapal terlibat dalam misi tersebut dengan lebih dari 400 peserta internasional.
Sejumlah rekaman yang disiarkan langsung dari kapal menunjukkan kehadiran kapal perang Israel yang mengelilingi armada sipil tersebut. Beberapa peserta terdengar menyerukan agar komunitas internasional segera turun tangan untuk menjamin keselamatan seluruh relawan di laut.
Israel sendiri menegaskan pihaknya akan terus memberlakukan blokade laut terhadap Gaza dan tidak akan mengizinkan kapal mana pun memasuki wilayah tersebut tanpa izin resmi. Pemerintah Israel menyebut armada itu sebagai tindakan provokatif yang berpotensi mengganggu keamanan.
Namun para aktivis menilai tindakan pencegatan terhadap kapal sipil di perairan internasional sebagai pelanggaran hukum internasional. Mereka juga menuding dunia internasional gagal menghentikan penderitaan warga Gaza yang selama berbulan-bulan menghadapi kekurangan makanan, obat-obatan, bahan bakar, dan layanan kesehatan akibat perang serta blokade berkepanjangan.
Global Sumud Flotilla menjadi salah satu upaya internasional terbesar dalam beberapa tahun terakhir untuk menembus blokade Gaza. Meski menghadapi ancaman penangkapan dan intersepsi militer, para relawan menyatakan akan terus melanjutkan pelayaran sebagai bentuk solidaritas terhadap rakyat Palestina. (cky)


