HomeBeritaAl-Sharaa: Membenturkan Sunni dengan Syiah Adalah Pemahaman Dangkal

Al-Sharaa: Membenturkan Sunni dengan Syiah Adalah Pemahaman Dangkal

DAMASKUS – Presiden Suriah Ahmad Al-Sharaa menegaskan bahwa narasi yang menggambarkan kawasan Timur Tengah sebagai ajang konflik sektarian antara Sunni dan Syiah sudah tidak lagi mencerminkan realitas yang terjadi saat ini. Pernyataan tersebut disampaikannya dalam sesi wawancara pada program Al-Muqabalah bersama presenter Al-Jazeera pada menit ke-28.

Al-Sharaa mengungkapkan bahwa ketika tamunya berkunjung, muncul berbagai pihak yang berupaya membangun persepsi bahwa kawasan akan kembali dilanda konflik sektarian. Menurutnya, anggapan bahwa kelompok Islam Sunni akan berperang melawan Irak yang dipimpin oleh kaum Syiah merupakan pandangan yang keliru dan terlalu menyederhanakan situasi.

Ia menilai cara memahami dinamika kawasan dengan sudut pandang seperti itu merupakan pemahaman yang dangkal. Menurutnya, berbagai perkembangan yang terjadi membutuhkan penjelasan yang logis, objektif, dan sesuai dengan fakta di lapangan, bukan berdasarkan prasangka atau keinginan pihak tertentu.

Al-Sharaa juga mengingatkan bahwa siapa pun yang menafsirkan suatu peristiwa hanya berdasarkan asumsi pribadi pada akhirnya akan berhadapan dengan kenyataan yang berbeda. Ia menyebut pendekatan semacam itu sebagai sebuah kesalahan dalam membaca dinamika kawasan.

Lebih lanjut, ia menilai masyarakat di kawasan Timur Tengah kerap memandang berbagai persoalan berdasarkan kondisi psikologis. Ketika situasi membaik, mereka cenderung terlalu optimistis dalam memperkirakan perkembangan. Sebaliknya, saat keadaan memburuk, mereka sering kali menggambarkan kondisi secara berlebihan.

Karena itu, Al-Sharaa menekankan pentingnya melihat setiap persoalan secara objektif dan memahami perkembangan yang terjadi berdasarkan realitas di lapangan, bukan didorong oleh emosi, persepsi, ataupun kepentingan tertentu. Menurutnya, pendekatan tersebut menjadi kunci untuk membaca dinamika kawasan secara lebih akurat. (ofr)

ARTIKEL TERKAIT

Terkini