JERUSALEM — Israel dan Board of Peace, badan internasional pimpinan Amerika Serikat yang mengawasi transisi Gaza, sepakat membentuk dua kelompok kerja untuk mendorong implementasi rencana pelucutan senjata Hamas dan rekonstruksi Jalur Gaza. Kesepakatan ini dicapai dalam pertemuan antara Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu, utusan Presiden AS Donald Trump, Jared Kushner, serta Perwakilan Tinggi Board of Peace untuk Gaza, Nickolay Mladenov, di Jerusalem pada Senin (17/8).
Kantor Perdana Menteri Israel menyatakan kedua pihak sepakat bahwa proses pelucutan senjata harus rampung sebelum rekonstruksi Gaza dimulai.
Dua Fokus Kelompok Kerja
Kelompok kerja pertama akan berfokus pada pelucutan senjata dan demiliterisasi Gaza. Kantor Netanyahu menyatakan kedua pihak menegaskan proses ini “harus segera dan tuntas sebelum rekonstruksi apa pun terjadi di Gaza”.
Kelompok kerja kedua akan menangani isu sanitasi, air bersih, dan kesehatan masyarakat Gaza yang menurut pernyataan tersebut turut berdampak pada Israel. Namun, komposisi dan mekanisme kerja kedua kelompok ini belum dijelaskan secara rinci oleh kantor Netanyahu.
Pertemuan di Jerusalem berlangsung hampir empat jam dan turut dihadiri mantan Perdana Menteri Inggris Tony Blair serta Duta Besar AS untuk Israel Mike Huckabee. Sehari sebelumnya, Kushner dan Mladenov juga bertemu pemimpin Hamas beserta mediator dari Turki, Mesir, dan Qatar di Kairo.
Target Waktu 30 Hari
Kepada media AS, Kushner menyatakan optimistis proses pelucutan senjata dapat mulai terlihat kemajuannya dalam waktu dekat.
“Kami bisa melihat kemajuan dalam 30 hari, semoga mulai mengeluarkan sebagian senjata, dan mengisi sejumlah terowongan dalam 60 hingga 90 hari ke depan,” kata Kushner, seraya menambahkan bahwa hal itu memerlukan kerja sama kedua pihak.
Presiden Israel Isaac Herzog turut menerima Kushner dan Mladenov pada hari yang sama, dan menyatakan terkesan bahwa kepentingan keamanan Israel menjadi elemen penting dalam rencana tersebut.
Sikap Hamas dan Kritik atas Skema
Hamas sebelumnya menyatakan pelucutan senjata merupakan bagian yang tidak dapat diterima kecuali disertai penarikan penuh pasukan Israel dari Gaza. Sumber Hamas kepada kantor berita menyebutkan belum ada proposal pelucutan senjata yang rinci dan konkret dari AS maupun mediator.
Sejumlah analis turut menyoroti bahwa skema dua kelompok kerja ini membalik urutan yang tercantum dalam peta jalan awal, yang mensyaratkan penarikan pasukan Israel berjalan beriringan dengan pelucutan senjata di setiap wilayah, bukan didahulukan sepenuhnya. Pasukan Israel saat ini masih menguasai lebih dari 60 persen wilayah Gaza di balik garis demarkasi yang dikenal sebagai “Garis Kuning”.
Board of Peace dibentuk melalui Resolusi Dewan Keamanan PBB 2803 dan bertugas mengoordinasikan transisi pemerintahan serta pendanaan rekonstruksi Gaza pascagencatan senjata yang mulai berlaku 10 Oktober 2025.


