HomeBeritaJenazah ABK Kapal Pembawa 5 Jurnalis Anak Krakatau Ditemukan di Pulau Enggano

Jenazah ABK Kapal Pembawa 5 Jurnalis Anak Krakatau Ditemukan di Pulau Enggano

BENGKULU — Jenazah salah satu anak buah kapal (ABK) Arupadhatu I, kapal yang membawa lima jurnalis untuk meliput aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau, ditemukan di perairan Pulau Enggano, Bengkulu.

Jenazah tersebut kemudian diidentifikasi sebagai Surakman alias Sukarman, 60 tahun, yang merupakan ABK kapal Arupadhatu I. Kepastian identitas diperoleh setelah tim Disaster Victim Identification (DVI) melakukan pemeriksaan DNA dan menemukan kecocokan dengan DNA anak kandung korban.

Jenazah Surakman sebelumnya ditemukan pada Sabtu, 12 September 2026, di perairan Sawang Bengkok, Desa Kahyapu, Kecamatan Enggano, Bengkulu. Penemuan tersebut terjadi pada hari kelima operasi pencarian terhadap rombongan yang hilang kontak saat perjalanan menuju Gunung Anak Krakatau.

Ditemukan 360 Kilometer dari Anak Krakatau

Lokasi penemuan jenazah berada sekitar 360 kilometer dari Gunung Anak Krakatau jika dihitung berdasarkan jarak garis lurus.

Saat ditemukan, jenazah belum diketahui identitasnya dan sempat dicatat sebagai Mr X. Aparat kemudian melakukan koordinasi antara Polda Bengkulu dan Polda Banten untuk proses identifikasi.

Hasil pemeriksaan DNA akhirnya memastikan jenazah tersebut merupakan Surakman, salah satu dari tiga kru kapal Arupadhatu I yang ikut dalam perjalanan membawa lima jurnalis pada 7 September 2026.

Kapal Hilang Kontak Saat Menuju Anak Krakatau

Arupadhatu I bertolak dari Dermaga Pagedongan, Carita, Pandeglang, Banten, pada Senin, 7 September 2026 sekitar pukul 14.00 WIB.

Kapal tersebut membawa lima jurnalis serta tiga kru, yakni Warta sebagai kapten kapal, Surakman sebagai ABK, dan Heriyanto sebagai pemandu.

Dalam perjalanan, salah satu anggota rombongan sempat mengirimkan titik lokasi terakhir sekitar pukul 14.42 WIB. Namun, komunikasi kemudian terputus sekitar pukul 15.04 WIB di perairan antara Carita dan Gunung Anak Krakatau.

Lima jurnalis yang berada dalam rombongan tersebut adalah Muhammad Bagus Khoirunnas dari ANTARA, Arie Basuki dari Merdeka.com, Yudistiro Pranoto dari iNews, Firdaus Wajidi dari Anadolu Agency, dan Donal Husni, jurnalis lepas.

Operasi SAR Berlangsung 10 Hari

Tim SAR kemudian melakukan pencarian terhadap seluruh rombongan. Area pencarian diperluas hingga mencakup wilayah perairan yang lebih jauh dari lokasi terakhir kapal diketahui.

Operasi pencarian berlangsung selama 10 hari. Pada hari terakhir, sebanyak 523 personel terlibat dalam pencarian dengan cakupan area mencapai sekitar 8.509 mil laut persegi.

Namun, hingga operasi SAR berakhir, kapal Arupadhatu I beserta lima jurnalis dan dua kru lainnya belum ditemukan.

Penemuan dan identifikasi jenazah Surakman menjadi perkembangan terbaru dalam upaya mengungkap keberadaan rombongan kapal yang hilang kontak ketika hendak meliput aktivitas Gunung Anak Krakatau.

Pihak berwenang masih melakukan penanganan terhadap jenazah korban serta proses lebih lanjut terkait pencarian dan penyelidikan atas hilangnya kapal tersebut. (cky)

Ahmad Tasori
Ahmad Tasori
Aktif sebagai koresponden jurnalis iNews dan bagian dari jaringan MNC Group yang memiliki pengalaman dalam peliputan berbagai isu nasional, keagamaan, dan internasional. Berpengalaman meliput penyelenggaraan ibadah haji di Makkah serta isu Palestina dan Gaza. Pada 2025, pernah melaporkan langsung dari Tunis, Tunisia, mengenai misi Global Freedom Flotilla menuju Gaza.
ARTIKEL TERKAIT

Terkini